• Latest

Menjaga Arsip, Menjaga Kedaulatan di Tengah Aksi Massa

September 2, 2025
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Menjaga Arsip, Menjaga Kedaulatan di Tengah Aksi Massa

Redaksiby Redaksi
September 4, 2025
Reading Time: 4 mins read
591
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh: Dr. Kandar, MAP.
Deputi Bidang Penyelamatan dan Pelestarian ANRI

Senin pagi, 1 September 2025. Layar-layar komputer di berbagai penjuru negeri menyala serentak. Dari Jakarta, Bogor, Bandung, hingga Banda Aceh, pegawai Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) hadir dalam satu ruang virtual. Tak ada barisan fisik di lapangan, tak ada derap langkah di halaman kantor, namun apel pagi tetap berlangsung dengan khidmat.

Wajah-wajah dalam kotak-kotak kecil itu sejenak menunduk, mengheningkan cipta. Doa dipanjatkan, bukan hanya untuk para pahlawan bangsa yang telah gugur, tetapi juga untuk rekan kerja yang baru saja dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Dari ruang kerja masing-masing, kesunyian itu terasa menyatukan.

Namun, apel kali ini bukan sekadar rutinitas. Di luar sana, bangsa tengah diuji. Aksi massa pecah di berbagai kota, menelan korban jiwa, melukai banyak orang, dan menyisakan luka di hati kita semua. Jalanan bergolak, spanduk protes terbentang, dan suara demonstran menggema. Di tengah riuh itu, amanat apel pagi hadir dengan pesan tegas:

“Arsip harus tetap dijaga, apapun yang terjadi.”

Arsip, Benteng Sunyi Bangsa

Baca Juga

db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026

Bagi sebagian orang, arsip mungkin hanya tumpukan kertas tua, berdebu di rak penyimpanan. Padahal, di dalam setiap lembar arsip tersimpan denyut nadi bangsa: keputusan penting, perjanjian bersejarah, rekam jejak pengabdian. Arsip adalah memori kolektif yang memastikan bangsa ini tetap punya pijakan.

“Kehilangan arsip berarti kehilangan pertanggungjawaban publik, bahkan kedaulatan bangsa.”

Konvensi Den Haag 1954 menyebutkan, dalam perang sekalipun, arsip tak boleh dihancurkan karena ia bagian dari kekayaan budaya umat manusia. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 menegaskan hal yang sama: negara wajib melindungi arsip dari bencana alam, sabotase, spionase, hingga terorisme.

Sejarah yang Mengajarkan

Tanggal 1 September juga menyimpan makna lain. Enam puluh empat tahun lalu, di Beograd, Indonesia bersama Mesir, India, Yugoslavia, dan Ghana melahirkan Gerakan Non-Blok. Sebuah sikap berani: berdiri independen di tengah tarikan Blok Barat dan Blok Timur pada masa perang dingin.

Arsip peristiwa bersejarah itu kini tersimpan rapi di ANRI. Pada 2023, arsip KTT GNB berhasil diakui UNESCO sebagai Memory of the World, hasil nominasi bersama Indonesia, Serbia, India, Mesir, dan Aljazair.

“Dari ruang arsip yang sunyi, Indonesia bisa bicara di panggung dunia.”

Prestasi ini menunjukkan, arsip bukan sekadar dokumen masa lalu. Ia bisa menjadi instrumen diplomasi lunak, mengangkat nama bangsa di forum internasional.

ASN: Penjaga Memori, Penjaga Stabilitas

Dalam apel pagi online itu, pesan lain juga ditegaskan. Bahwa aparatur sipil negara (ASN) bukan hanya birokrat yang mengisi formulir atau menuntaskan laporan. ASN adalah penjaga memori kolektif bangsa.

Tiga sikap ditekankan: Proaktif, Partner, dan Problem Solving. ASN harus hadir dengan inisiatif, membangun kolaborasi, dan menjadi solusi, bukan masalah.

“ASN bukan sekadar birokrat, melainkan pengelola memori bangsa.”

Di tengah suasana sosial yang memanas, sikap ini menjadi kunci. ASN yang proaktif bisa menenangkan situasi dengan pelayanan sigap. ASN yang mau bermitra bisa menjembatani komunikasi antar lembaga. ASN yang berpikir solusi bisa mencegah konflik melebar.

Ritual Senin yang Berarti

Apel pagi online setiap Senin mungkin tampak sederhana. Tak ada bendera dikibarkan, tak ada mikrofon menggema. Namun, di balik kesederhanaan itu ada makna besar. Ia adalah ritual yang mengingatkan kita setiap pekan, bahwa pekerjaan kita bukan sekadar rutinitas kantor. Ia adalah bagian dari menjaga ingatan bangsa.

Doa bersama di awal apel menjadi pengingat bahwa jabatan hanyalah titipan. Amanat pimpinan menjadi kompas kecil yang menuntun langkah sepekan. Wajah-wajah di layar virtual menjadi tanda bahwa meski terpisah jarak, kita tetap terhubung dalam satu semangat pengabdian.

Menjaga Kedaulatan Melalui Arsip

ADVERTISEMENT

Demonstrasi akan mereda. Spanduk akan diturunkan, jalanan akan kembali tenang. Namun, jika arsip hilang di tengah gejolak, kerugiannya akan jauh lebih lama. Bangsa bisa kehilangan pijakan sejarah, pemerintah kehilangan dasar pertanggungjawaban, masyarakat kehilangan identitas kolektif.

“Menjaga arsip sama dengan menjaga kedaulatan bangsa.”

Itulah sebabnya apel pagi kali ini mengingatkan kita: menjaga arsip bukan sekadar tugas teknis, melainkan amanah sejarah. Ia bukan hanya pekerjaan ASN, melainkan misi kebangsaan.

Di tengah riuh aksi massa, apel online ANRI adalah benteng sunyi yang meneguhkan arah. Dari layar ke layar, kita saling menyapa, saling menguatkan, dan saling menegaskan komitmen: menjaga arsip, menjaga bangsa. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tak pernah kehilangan ingatannya.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 347x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 309x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 261x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 252x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Berkunjung ke BUNKASAI USK : Festival Seni dan Budaya Jepang di AAC Dayan Dawood Banda Aceh

Berkunjung ke BUNKASAI USK : Festival Seni dan Budaya Jepang di AAC Dayan Dawood Banda Aceh

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com