• Latest
Berkunjung ke BUNKASAI USK : Festival Seni dan Budaya Jepang di AAC Dayan Dawood Banda Aceh - d737a260 6289 4156 a41f e100034f489d | Cacatan | Potret Online

Berkunjung ke BUNKASAI USK : Festival Seni dan Budaya Jepang di AAC Dayan Dawood Banda Aceh

September 2, 2025
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Berkunjung ke BUNKASAI USK : Festival Seni dan Budaya Jepang di AAC Dayan Dawood Banda Aceh - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cacatan | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Berkunjung ke BUNKASAI USK : Festival Seni dan Budaya Jepang di AAC Dayan Dawood Banda Aceh - d737a260 6289 4156 a41f e100034f489d | Cacatan | Potret Online

Berkunjung ke BUNKASAI USK : Festival Seni dan Budaya Jepang di AAC Dayan Dawood Banda Aceh

Redaksi by Redaksi
September 2, 2025
in Cacatan
Reading Time: 4 mins read
0
598
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Ai Nur Beutari Asri

Siswi Kelas 2 MTsN 4 Rukoh, Banda Aceh

Pada hari Sabtu tanggal 23 bulan Agustus tahun 2025, saya berkunjung ke Festival Bunkasai di AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh. Festival ini diadakan selama 2 hari, yaitu tanggal 23 dan tanggal 24 Agustus 2025.

Bunkasai adalah festival seni dan budaya Jepang yang diadakan di luar Jepang. Biasanya diselengarakan di sekolah-sekolah, maupun universitas di berbagai kota di Indonesia. Acara Bunkasai 2025 diselenggarakan di Universitas Syiah Kuala, hasil kerjasama Persatuan Alumni Jepang cabang Aceh (Persada Aceh) dan Kantor Internasional USK . 

Acara ini terbuka untuk umum, dan menarik untuk dikunjungi. Di Bunkasai 2025 ditampilkan berbagai acara dan stand. Acaranya misalnya pembukaan yang meriah, seminar studi di Jepang, lomba mewarnai dan bedah buku. Ada juga berbagai stand seperti stand bonsai, arsip pasca tsunami, sekolah yang pernah dibantu Jepang, dan penyewaan baju khas Jepang Yukata. Ada juga stand Museum Gunung Seulawah dan Gunung Fuji, transportasi Jepang, les bahasa Jepang dan tentunya stand aneka makanan Jepang, seperti takoyaki, teh matcha khas Jepang, eskrim Jepang, dango, mochi, dorayaki, okonomiyaki dan lain lain.

Dalam acara pembukaan,  MC menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Lalu dilanjutkan dengan pentas lagu Jepang. Ada seminar studi di Jepang yang disampaikan Bapak Konjen dari Konsulat Jendral Jepang. Di acara seminar ini kita bisa bertanya berbagai hal tentang Jepang, khususnya tentang pendidikan. Setelah itu ada pentas budaya Aceh, Rapa’I geleng dan olahraga karate yang asalnya juga dari Jepang.

Baca Juga

Satu Keluarga, Satu Sarjana

Juni 4, 2025
Berkunjung ke BUNKASAI USK : Festival Seni dan Budaya Jepang di AAC Dayan Dawood Banda Aceh - 57169485 6065 4c40 8f7d 0db030592037 | Cacatan | Potret Online

Kuliah Peraturan Jabatan dan Etika Profesi Notaris serta PPAT Yang Inspiratif

November 28, 2024

Reformasi 98 dan Revitalisasi Marwah Kepolisian Kita

Mei 1, 2023

Pengunjung acara cukup ramai. Di sana saya bertemu dengan seorang mahasiswi internasional asal negara Mali di Afrika Barat. Pertemuan itu berjalan menyenangkan, dan itu juga bisa menjadi peluang untuk meningkatkan kemahiran berbicara Bahasa Inggris saya. 

Saya juga bertemu beberapa mahasiswa internasional lainnya yang berasal dari negara tetangga Indonesia, Malaysia. 

Selain menjadi sarana memperkenalkan budaya Jepang di Aceh, Bunkasai juga menjadi peluang untuk mencari tempat menempuh pendidikan. 

Melalui konjen, kita bisa mendapat banyak informasi mengenai situasi pendidikan dan kesempatan untuk kuliah di negeri Sakura. Pastinya banyak mahasiswa dan pelajar yang merasa termotivasi untuk merantau  menempuh pendidikan di Jepang setelah itu.Menurut saya, hal ini bagus karena bisa membuat kita mendapat pengalaman lebih banyak di negara lain, dan melatih kita untuk mandiri. 

Kalau saya ditanya apa tempat yang saya ingin kunjungi di Jepang, mungkin antara Tokyo dan Osaka. Tapi mungkin bisa juga dua duanya ya? Hehe. Tapi tentunya saya harus menabung dulu agar biayanya cukup.

Pada hari kedua ada acara Bedah Buku yang diterbitkan oleh Persada. Judulnya Fukubukuro. Dalam budaya Jepang, Fukubukuro adalah tradisi membeli tas yang berisi barang yang tidak kita ketahui isinya. Acak pokoknya, kayak unboxing kotak mainan. Maunya itu, dapatnya yang lain. 

Jadi, biasanya mereka kalau beli Fukubukuro pasti bawa teman. Kalau ada barang yang gak disuka? Mudaah, tinggal tukar!Nah, buku Fukubukuro ini menceritakan tentang kisah-kisah inspiratif orang-orang Aceh yang pernah tinggal di Jepang untuk sekolah atau bekerja. 

Ada 13 penulis yang terlibat di buku ini, di antaranya adalah ketua Persada Aceh. Dari buku ini kita juga bisa mendapat banyak informasi yang diperlukan jika hendak kuliah, bekerja atau jalan-jalan di Jepang nanti. Boleh jadi saat membaca buku ini, kamu justru dapat ilham untuk sekolah di Jepang nanti kan? 

Pokoknya, buku ini sangat bermanfaat untuk dibaca!  Selama acara dua hari, menurut saya stand yang paling menarik adalah stand Museum Gunung Seulawah dan stand Baju Jepang Yukata. 

Stand Museum Gunung Seulawah menawarkan fasilitas berupa perangkat Virtual Reality (VR) Museum Gunung Seulawah. 

Di VR tersebut, kita bisa menjelajahi Gunung Seulawah secara virtual. Saya sempat mencobanya, dan saya suka. Stand ini juga menyediakan informasi lengkap mengenai dua gunung, yaitu Gunung Seulawah Agam di Aceh dan Gunung Fuji di Jepang. 

Gunung Seulawah Agam adalah sebuah gunung berapi yang berada di Aceh. Tingginya 1.726 m yang meletus terakhir tahun 1839.   Gunung Fuji ialah gunung tertinggi di Jepang. Gunung Fuji sudah menjadi ikon budaya dan simbol Jepang. Gunung ini terkenal dengan keindahannya dengan ketinggian 3.776 meter. Gunung Fuji adalah sumber inspirasi para seniman Jepang, seperti Hokusai dan Hiroshige dengan karyanya, “36 pemandangan gunung Fuji” yang juga dipamerkan.

Di stand Museum Seulawah juga disediakan kuis mengenai kedua gunung tersebut. kita tinggal menscan QR code untuk menjawab kuisnya. Ada juga buku cerita pendek bergambar mengenai lingkungan. Tokoh utama yang menjadi maskotnya adalah Amot, Imot, dan Gagam si gajah. 

Selain itu, yang paling menarik adalah stand Yukata. Kita diberi kebebasan untuk menyewa Yukata aneka warna. Baju Yukata diikat dengan sabuk yang disebut Obi. Proses pengikatannya jadi seni tersendiri. Pengunjung diberikan batas waktu untuk memakainya untuk berkeliling lokasi pameran, berfoto lalu harus mengembalikannya pada waktu yang disepakati. 

ADVERTISEMENT

Acara lain pada hari kedua Bunkasai dimulai dengan lomba mewarnai khusus anak-anak SD dan TK, dan lomba berpidato dalam Bahasa Jepang. Semua peserta mendapat sertifikat setelah berpidato.

Festival Bunkasai ditutup dengan ucapan salam Bahasa Inggris dan Jepang dari MC dan foto bersama. Selama saya mengikuti festival Bunkasai itu, saya merasa senang dan bahagia karena mendapat pengalaman dan wawasan baru yang berguna. Saya harap, tahun depan akan diadakan Bunkasai lagi. 

Ai Nur Beutari Asri

Siswi MTsN 4 Rukoh

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 347x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 345x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 264x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 207x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare239Tweet150
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
Next Post
Berkunjung ke BUNKASAI USK : Festival Seni dan Budaya Jepang di AAC Dayan Dawood Banda Aceh - 366abf97 262e 41e6 a27e 61366c33981f scaled_11zon | Cacatan | Potret Online

Menjadi Guru Tangguh

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com