• Latest

Reformasi 98 dan Revitalisasi Marwah Kepolisian Kita

Mei 1, 2023
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Reformasi 98 dan Revitalisasi Marwah Kepolisian Kita - 1001348646_11zon | Analisis | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Reformasi 98 dan Revitalisasi Marwah Kepolisian Kita - 1001353319_11zon | Analisis | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Reformasi 98 dan Revitalisasi Marwah Kepolisian Kita - 1001361361_11zon | Analisis | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Reformasi 98 dan Revitalisasi Marwah Kepolisian Kita

Redaksi by Redaksi
Mei 1, 2023
in Analisis, Cacatan, FASI
Reading Time: 2 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Phril Huseno


Tentara saja tidak pernah atau amat jarang melakukan hal memalukan seperti dilakukan oleh Kapolres Nagekeo Nusa Tenggara Timur AKBP Yudha Pranata di tengah dialog dengan warga masyarakat. Menancapkan sangkur militer ke tengah meja perundingan dengan warga!

Sepertinya peradaban kita mundur 30 abad ketika hukum rimba berlaku, siapa kuat dia yang menang. Dialog deadlock, sangkur berbicara. Sungguh amat miris melihat rekaman video diatas.

Baca Juga
  • Teka Teki RUU Sisdiknas: Madrasah
  • Pesan untuk OPM: Teroris Tak Berhak Menuntut Kemerdekaan

Lembaga Kepolisian yang “diselamatkan” oleh gerakan reformasi 1998 menjadi lembaga otonom berdiri sendiri, bahkan sekarang berada langsung di bawah Presiden, semestinya bersyukur dan kembali takzim pada amanat reformasi 1998. Kasus “Sambo” sudah sedemikian parah, dan agaknya belum dijadikan pelajaran berharga lembaga Kepolisian untuk patuh kembali pada tugas pengayoman dan perlindungan masyarakat. Ada-ada saja muncul berita setelah kasus Sambo, yang kembali membuat masyarakat heran atas tingkah negatif oknum-oknum kepolisian.

Sekesal atau semarah apapun – apalagi berpangkat AKBP – masa kalah dengan kesabaran seorang Kapolsek di Jakarta, amat tenang meski dimaki-maki seseorang (ODGJ?) dengan kalimat sangat kasar seperti banyak beredar di video netizen. Apalagi kasus kemarahan AKBP di atas hanya menyangkut kinerja BPN setempat seperti keterangan media.

Baca Juga
  • UKT Mahal dan Politik Pendidikan Melanggar Konstitusi
  • Dari Aceh Melihat Dunia: Iran, Ramadan, dan Tatanan Global Baru di Tengah Hegemoni Barat

Hal-hal di atas kita sadari menjadi tugas berat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam membenahi perilaku aparat di bawahnya. Sikap berani Kapolri dalam membawa kasus Sambo ke ranah hukum, adalah kredit point tersendiri, meski setelah mendapat kritikan keras masyarakat dan kawan kolega menteri antara lain Cak Mahfud. Juga ketegasannya baru-baru ini dalam kasus penganiayaan berat mahasiswa oleh anak seorang AKBP di Medan Sumatera Utara yang kini kontan masuk bui bersama anaknya.

Bulan Mei 2023 besok, adalah peringatan 25 tahun Reformasi 1998. Hari Peringatan itu harus dijadikan momentum bersama untuk kembali mematuhi amanah reformasi 1998. Tentu saja hari peringatan 25 tahun itu tidak boleh hanya diisi seremoni gerak  jalan plus pembagian ratusan juta doorprize, tapi juga gerakan penyadaran kepada seluruh insan dan lembaga negara yang mendapatkan keuntungan dari perjuangan berdarah-darah dan merenggut nyawa para mahasiswa dan pelaku reformasi 1998.

Baca Juga
  • LOGIKA TERBALIK
  • Smokol: Tafsir Feminis di Negeri Para Sultan

_Pril Huseno_

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Reformasi 98 dan Revitalisasi Marwah Kepolisian Kita - 26121DDE A65E 479A 9A00 D279DF84F74D | Analisis | Potret Online

HARI BURUH

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com