• Latest
Berduka Setelah Kemenangan - 2025 08 15 23 26 34 | Kisah Hidup | Potret Online

Berduka Setelah Kemenangan

Agustus 15, 2025
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Berduka Setelah Kemenangan - 1001348646_11zon | Kisah Hidup | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Berduka Setelah Kemenangan - 1001353319_11zon | Kisah Hidup | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Berduka Setelah Kemenangan - 1001361361_11zon | Kisah Hidup | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
de2293cc-7c03-4d26-8a68-a4db3f4d65b4

Sinergi Fiskal Syariah: Navigasi Zakat Perdagangan di Era Mata Uang Modern

April 21, 2026
Selasa, April 21, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Berduka Setelah Kemenangan

Redaksi by Redaksi
Agustus 15, 2025
in Kisah Hidup, Kisah Nyata, Kisah Sukses
Reading Time: 2 mins read
0
Berduka Setelah Kemenangan - 2025 08 15 23 26 34 | Kisah Hidup | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Amira Syatila 

Siswa SMAN 1 Juli, Bireun, Aceh 

Kisah ini merupakan kisah  nyata dalam kehidupan seseorang yang berinisial (MN), berusia 35 tahun. Ia merupakan sosok yang sangat menyayangi keluarga, jujur, ramah terhadap orang lain. Ia bekerja sebagai sopir, memiliki  keluarga lengkap dari putrinya Aira (7) dan istrinya Ulida (30). 

Baca Juga
  • Plusnya Kuambil, Minusnya Kubuang
  • Ketika Kami Menjadi Orang Tua: Kisah Kelahiran Anak Pertama di Tengah Keterbatasan

Sebuah peristiwa yang tak disangka-sangka dan tidak diharapkan, terjadi. Kejadian ini terjadi pada Jumat (18 Agustus 2017), bertepatan dengan bulan kemerdekaan yang penuh dengan kemeriahan lomba-lomba yang diikuti oleh anak-anak,  hingga dewasa. 

Sebuah desa di Aceh Bireuen mengadakan berbagai lomba, seperti panjat pinang, lari karung, bawa kelereng, dan lain-lain. Di sini (MN) mendaftarkan diri di bidang lomba panjat pinang. Lomba panjat pinang merupakan lomba yang banyak diminati warga karena keseruannya ataupun hadiah yang fantastis seperti sebuah sepeda. Tapi (MN) tidak melihat hadiahnya melainkan keseruan orang orang dan kemeriahan orang saat melihat ia mengikuti lomba tersebut. Kalau hadiah siapa sih yang gak mau, mungkin kalau menang ia bakalan menghadiahkan sepeda kepada anak perempuannya.

Baca Juga
  • Ancu Dani, Juru Kunci TPS
  • Ketemu Orang-Orang yang Istimewa

Sebelum (MN) berangkat ke perlombaan ia berpamitan pada keluarganya.

” Saya akan pergi ke perlombaan, sebelum ke sana saya ingin membawa pulang mobil kerja terlebih dahulu”  ucap ia pada keluarganya. Setelah membawa pulang mobil kerja ia langsung mengikuti lomba panjat pinang. (MN) Berdiri paling bawah untuk menopang kawan se-timnya supaya mecapai finish atas. Dan mereka menang, ia senang, kawan se-timnya bahagia dengan kemenangan dan kemeriahan lomba tersebut.

Baca Juga
  • IMPIAN ITU JADI KENYATAAN
  • Tak Pernah Lelah

Dan disini lah (MN) mengalami gejala muntah-muntah saat beristirahat. Menurut saksi mata yang melihat, (MN) yang sedang lelah beristirahat meminum air. Warga dan kawan di sana yang melihat langsung melarikan ia ke RS terdekat. Sesampainya di sana (MN) dinyatakan meninggal dunia, disebabkan saat lelah jantung berkerja sangat cepat, dan air yang kita minum akan berakibat fatal. Mereka langsung menelpon keluarga korban dan memberi tahu kan kenyataan tersebut.

Keluarga berduka dengan kehilangan almarhum (MN). Putrinya yang masih kecil menangis kencang, warga yang mendampingi (MN) juga merasa sedih karena di akhir hayat, (MN)dapat membuat orang-orang tertawa senang dengan _kemeriahan lomba yang diikuti oleh almarhum (MN). Semogaa almarhum (MN) ditempatkan di surga Allah SWT.

                       Amin.

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Berduka Setelah Kemenangan - 2025 08 16 13 08 14 | Kisah Hidup | Potret Online

Kehancuran Ada Di Tangan Anak Bangsa

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com