• Latest
Aku dan Seluruh Lukaku - IMG_6612 | # Ironi | Potret Online

Aku dan Seluruh Lukaku

Agustus 11, 2025
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Aku dan Seluruh Lukaku - 1001348646_11zon | # Ironi | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Aku dan Seluruh Lukaku - 1001353319_11zon | # Ironi | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Aku dan Seluruh Lukaku - 1001361361_11zon | # Ironi | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
de2293cc-7c03-4d26-8a68-a4db3f4d65b4

Sinergi Fiskal Syariah: Navigasi Zakat Perdagangan di Era Mata Uang Modern

April 21, 2026
Selasa, April 21, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Aku dan Seluruh Lukaku

Redaksi by Redaksi
Agustus 11, 2025
in # Ironi, Kisah Hidup
Reading Time: 4 mins read
0
Aku dan Seluruh Lukaku - IMG_6612 | # Ironi | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh :Raisya Nurmalasari Lubis
Siswa SMA NEGERI 2 PEUSANGAN, Bireun, Aceh

Kebanyakan orang, khususnya anak perempuan, menjadikan sosok ayah mereka sebagai ‘Cinta Pertama’. Namun tidak untukku. Bagiku, ayah tidak lebih dari seseorang yang menorehkan luka. Bagiku, sosok ayah adalah seseorang yang membuat ‘Patah Hati Pertama’.

Broken home, dua kata yang membuat banyak orang memandang rendah kepada seseorang yang mengalami hal tersebut. Apakah kita bisa memilih ingin dibesarkan di keluarga yang seperti apa? Jawabannya tidak!

Baca Juga
  • 🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH
  • 🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Jika ditanya ingin dilahirkan dan dibesarkan dengan keluarga yang seperti apa, semua orang pasti akan menjawab “Ingin dilahirkan dan dibesarkan di dalam keluarga yang utuh dan harmonis”, begitu pun dengan aku. Namun Tuhan berkata lain, kedua orang tuaku bercerai ketika aku masih berumur lima tahun. Ketika aku sedang membutuhkan sosok papa yang dapat menjadi seorang panutan.

Kedua orang tuaku tidak berpisah secara baik-baik. Alasan keduanya berpisah adalah papaku mengonsumsi barang haram dan aku menyaksikan sendiri kejadian tersebut. Aku selalu melihat perselisihan antara mama dan papaku. Mamaku selalu melarang perbuatan yang papaku lakukan,tapi papaku selalu menolak nasehat yang mamaku berikan.

Baca Juga
  • 🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH
  • 🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Usia lima tahun merupakan golden age dalam fase perkembangan seorang anak, di mana seorang anak akan selalu mengingat kejadian yang pernah dia lihat dan yang didengar. Baik itu kejadian baik, ataupun kejadian buruk.

Saat usiaku delapan tahun, aku mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari teman-temanku karena aku seorang anak broken home. Banyak kata-kata tidak pantas mereka lontarkan pada diriku.

Baca Juga
  • 🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH
  • 🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

‘Ayahnya begitu, apalagi anaknya’
‘Enggak usah ditemenin, anak broken home dia’
‘Anak broken home pasti enggak bener’

Dan banyak lagi kata-kata menyakitkan yang aku terima, yang masih terngiang jelas hingga saat ini.

Mungkin untuk fisik, aku baik-baik saja tetapi tidak dengan mentalku. Kalimat-kalimat yang dilontarkan itu membuatku menjadi sosok yang pendiam dan insecure.

Mungkin yang melakukan salah disini adalah orang tua, tetapi anaklah yang selalu terkena imbasnya dan itu akan berdampak besar pada kehidupannya.

Mengapa setiap perceraian orang tua, selalu anak yang kena imbasnya?

Setiap ingat kejadian itu, aku selalu menangis di dalam kamar sendirian. Mamaku tidak pernah mengetahui bahwa aku sering menangis setiap malam. Aku hanya tidak ingin membuat mamaku semakin sedih, maka itu aku hanya menangis jika malam sudah tiba.

Sebetulnya tidak ada anak yang ingin orang tuanya berpisah. Mereka pasti memiliki alasan tersendiri mengapa mereka akhirnya memutuskan untuk berpisah. Untuk apa mempertahankan hubungan yang tidak membuat kita bahagia, kan?

Walaupun aku hanya sedikit mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah, namun hidup harus terus berjalan kan?

Namun rasa takut itu tetap saja tak bisa dihindari. Terkadang aku khawatir, apakah pendampingku kelak akan seperti papaku yang mengonsumsi barang haram? Atau aku akan mendapatkan sosok laki-laki yang bisa membuat lukaku sembuh? Aku berharap mendapatkan sosok laki-laki yang kedua.

Mungkin hal itu yang selalu membuatku masih takut untuk melangkah maju hanya untuk sekedar dekat dengan laki-laki. Banyak orang bilang jika masih pacaran semua akan terasa sangat baik, bahkan terasa indah. Namun, tidak ketika kita sudah menikah. Kita akan hidup dengan laki-laki yang telah kita pilih untuk menemani sisa hidup kita. Maka dari itu kita harus benar-benar dalam memilih pasangan yang akan menemani hari tua kita.

Laki-laki yang pernah mengonsumsi barang haram tidak pantas mendapatkan kesempatan kedua, sama halnya seperti laki-laki yang pernah selingkuh atau kdrt. Sekali mereka melakukan ketiga hal tersebut, bukan tidak mungkin mereka akan melakukannya kembali.

Mamaku banyak berkorban demi menghidupi aku. Dia rela bekerja banting tulang agar aku bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Siapa sih yang tidak rela berjuang dan berkorban demi anaknya? Mungkin jawabannya adalah papaku! Dia sama sekali tidak pernah mengunjungiku. Jangankan untuk mengunjungi, untuk sekedar menanyakan kabarku pun tidak, bahkan papaku tidak pernah menafkahi aku dari aku kecil! Apakah laki-laki tersebut masih pantas disebut sebagai papa?

Namun kembali lagi jika nanti aku menikah, aku pasti harus mencarinya untuk menjadi wali dalam pernikahanku. Rasanya seperti apa sih jika kalian ada di posisiku? Tidak pernah mendidik, tidak pernah membiayai, tidak pernah ada ketika kita butuh, bahkan menanyakan kabar kita pun tidak. Tapi ketika kita menikah, orang yang telah membuat kita patah hati itu harus ada?

Terkadang terselip rasa iri kepada orang yang mempunyai keluarga yang lengkap dan harmonis. Namun, diriku hanya bisa menjadikan kisah ini cermin untuk keluargaku kelak. Semoga aku dipertemukan dengan laki-laki yang bisa sayang kepadaku dan bisa bersama selamanya sampai maut memisahkan.

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Aku dan Seluruh Lukaku - 1000687662_11zon scaled | # Ironi | Potret Online

Lindungi dan Selamatkan Anak - Ulasan Artikel

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com