Malam belum benar-benar gelap saat Azmi membuka matanya. Lampu kecil di pojok kamar memancar redup. Sajadah yang tergelar sejak maghrib masih berada di tempatnya. Namun hatinya tetap kosong, sesepi langit malam yang kehilangan bintang.
Ia telah melakukan salat malam. Tapi ia tahu, itu bukanlah salat seperti dulu. Tidak ada gemetar dalam sujud. Tidak ada rasa dekat saat menadahkan tangan. Doanya hanya barisan kalimat hafalan yang hilang makna. Hatinya beku. Baca selengkapnya: Ketika Allah Tidak Lagi Menegur dengan Suara
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 332x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 291x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 246x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 236x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 189x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.


















