Malam belum benar-benar gelap saat Azmi membuka matanya. Lampu kecil di pojok kamar memancar redup. Sajadah yang tergelar sejak maghrib masih berada di tempatnya. Namun hatinya tetap kosong, sesepi langit malam yang kehilangan bintang.
Ia telah melakukan salat malam. Tapi ia tahu, itu bukanlah salat seperti dulu. Tidak ada gemetar dalam sujud. Tidak ada rasa dekat saat menadahkan tangan. Doanya hanya barisan kalimat hafalan yang hilang makna. Hatinya beku. Baca selengkapnya:Â Ketika Allah Tidak Lagi Menegur dengan Suara









