POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ada Rindu, Tawa, Air Mata yang Harus Dibalas Dengan Rasa Bangga Untuk Orangtua

RivaldiOleh Rivaldi
July 28, 2025
Ada Rindu, Tawa, Air Mata yang Harus Dibalas Dengan Rasa Bangga Untuk Orangtua
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rivaldi

Dalam setiap langkah yang kutempuh jauh dari kampung halaman, ada rindu yang diam-diam tumbuh di dada. Rindu yang tak pernah benar-benar padam, bahkan ketika senyum tersungging dan tawa menggema di tengah keramaian kota. Rindu itu datang dari suara mamak yang mulai pelan saat menelepon, dari pesan ayah yang singkat, namun sarat makna, dan dari bayangan rumah di sudut selatan Aceh yang selalu hangat dalam ingatan.

Ada tawa juga—tawa yang terkadang muncul untuk menyembunyikan sepi. Tawa bersama kawan seperjuangan di perantauan, tawa di tengah lelah mengerjakan tugas, tawa getir karena sadar bahwa menjadi dewasa adalah memilih untuk tetap kuat ketika hati ingin pulang.

Tapi di balik tawa itu, air mata seringkali jatuh tanpa suara. Saat malam tiba dan pelukan orangtua hanya bisa diingat, bukan dirasakan. Saat makanan hangat buatan mamak hanya tersisa dalam ingatan, bukan di meja makan.

Aku berasal dari sebuah sudut sunyi di sebuah desa yang berada di Aceh Selatan. Tempat di mana suara azan terdengar lembut seperti bisikan mamak disaat membangunkan aku sahur, seperti suara ikhlas tapak kaki mamak yang beranjak dari kamar di saat aku pulang tengah malam untuk sekadar membuka pintu. Padahal ia sudah lelah dihantam lelah oleh dunia di siang hari , dan aroma kopi hitam terasa lebih dari sekadar minuman, ia adalah pengikat cerita, pelipur rindu, dan saksi percakapan paling jujur antara anak dan orangtua.

Dari sanalah aku melangkah, menjejak jalan panjang menuju ibu kota provinsi. Bukan untuk mengejar gemerlap kota, tapi untuk memenuhi sebuah janji yang tak terucap, yang diam-diam diselipkan mamak di balik doa dan pelukannya di pagi perpisahan itu.

📚 Artikel Terkait

Pengemis Belia di Belantara Kota

INDAHNYA DUNIA

Tradisi Merantau Laki-Laki di Pidie

Kadisdikbud Abdya Buka Pelatihan Digitalisasi Pembelajaran bagi Guru SD

Pergi dari kampung bukan perkara mudah. Setiap langkah yang kutempuh adalah tawar-menawar antara cita-cita dan air mata. Ada rindu yang menggantung di setiap helai baju yang tak sempat dicuci mamak sebelum aku pergi. Ada pesan-pesan sederhana yang terus mengiang: “Jangan lupa shalat nak, Jangan lupa jadi orang baik.” Dan yang paling sering, “Ingat, nak, ilmu itu penting, tapi lebih penting lagi cara kamu memperlakukan orang.”

Di kota, aku belajar banyak hal—tentang dunia, tentang sistem, tentang betapa manusia bisa begitu pintar, tapi juga begitu dingin. Aku melihat bagaimana ijazah bisa membuka pintu, tetapi hanya adab dan etika yang bisa membuat kita diterima di dalamnya. Di ruang kelas, aku menulis makalah tentang ekonomi dan ketimpangan sosial, tapi di jalanan dan lorong-lorong gelap aku belajar tentang anak-anak yang putus sekolah, tentang senyum yang dijual demi sesuap nasi, dan tentang bagaimana tidak semua orang punya kemewahan untuk bermimpi.

Semakin lama di sini, aku semakin mengerti pesan ayah saat mengantar ke halaman rumah sebelum aku berangkat: “Pulanglah nanti, bukan hanya membawa kertas, tapi bawalah sesuatu yang bisa membuatmu jadi cahaya di kampung halaman.” Dulu aku mengira itu hanya kalimat perpisahan. Tapi kini aku tahu, ia sedang menitipkan harapan agar aku tidak hanya jadi sarjana, tapi jadi manusia yang utuh—yang tahu kapan harus berbicara, kapan harus mendengar, dan kapan harus berdiri di sisi yang benar meskipun sendirian.

Menempuh pendidikan jauh dari rumah adalah ujian yang lebih dari sekadar akademik. Ini tentang kesetiaan pada nilai, pada akar, dan pada mereka yang diam-diam selalu menyebut namaku dalam doanya. Aku ingin pulang, bukan sebagai orang yang sekadar pintar bicara soal teori, tapi sebagai seorang anak dari sebuah desa yang ada di Aceh Selatan yang tidak lupa jalan pulang, tidak lupa cara bersyukur, dan tidak lupa pada siapa ia pertama kali belajar kasih sayang—di rumah yang tak pernah megah, tapi selalu hangat.

Dan jika kelak aku berhasil, itu bukan semata karena kepintaranku, tapi karena rindu yang kujaga, air mata yang kutahan, dan doa yang tak pernah absen dari mereka yang selalu menungguku kembali.

Teruntuk ayah dan mamak terima kasih telah memberi bekal yang dibaluti dengan payung doa kalian yang selalu membersamaku setiap langkah ini, mereka pernah berucap ” Nak kami takut jika kelak kamu tak jadi apa-apa nak” sekarang aku jawab dengan lantang ” Mak, ayah, aku takut jika kelak aku sukses kalian tak dapat merasakannya”. Salam hangat dan penuh cinta dari anakmu Rivaldi.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Rivaldi

Rivaldi

Rivaldi Ketua umum HMI komisariat FKIP USK, Banda Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Kembangkan Lestari, SMA Negeri 1 Matangkuli, Aceh Utara Terapkan Pembelajaran Mendalam

Kembangkan Lestari, SMA Negeri 1 Matangkuli, Aceh Utara Terapkan Pembelajaran Mendalam

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00