• Latest
Ada Rindu, Tawa, Air Mata yang Harus Dibalas Dengan Rasa Bangga Untuk Orangtua

Ada Rindu, Tawa, Air Mata yang Harus Dibalas Dengan Rasa Bangga Untuk Orangtua

Juli 28, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Ada Rindu, Tawa, Air Mata yang Harus Dibalas Dengan Rasa Bangga Untuk Orangtua

Rivaldi by Rivaldi
Juli 28, 2025
in Essay, Lesson Learned
Reading Time: 3 mins read
0
Ada Rindu, Tawa, Air Mata yang Harus Dibalas Dengan Rasa Bangga Untuk Orangtua
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rivaldi

Dalam setiap langkah yang kutempuh jauh dari kampung halaman, ada rindu yang diam-diam tumbuh di dada. Rindu yang tak pernah benar-benar padam, bahkan ketika senyum tersungging dan tawa menggema di tengah keramaian kota. Rindu itu datang dari suara mamak yang mulai pelan saat menelepon, dari pesan ayah yang singkat, namun sarat makna, dan dari bayangan rumah di sudut selatan Aceh yang selalu hangat dalam ingatan.

Baca Juga

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Januari 18, 2026
Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Januari 2, 2026
Tahun Baru yang Sunyi di Kampung

Tahun Baru yang Sunyi di Kampung

Januari 2, 2026

Ada tawa juga—tawa yang terkadang muncul untuk menyembunyikan sepi. Tawa bersama kawan seperjuangan di perantauan, tawa di tengah lelah mengerjakan tugas, tawa getir karena sadar bahwa menjadi dewasa adalah memilih untuk tetap kuat ketika hati ingin pulang.

Tapi di balik tawa itu, air mata seringkali jatuh tanpa suara. Saat malam tiba dan pelukan orangtua hanya bisa diingat, bukan dirasakan. Saat makanan hangat buatan mamak hanya tersisa dalam ingatan, bukan di meja makan.

Aku berasal dari sebuah sudut sunyi di sebuah desa yang berada di Aceh Selatan. Tempat di mana suara azan terdengar lembut seperti bisikan mamak disaat membangunkan aku sahur, seperti suara ikhlas tapak kaki mamak yang beranjak dari kamar di saat aku pulang tengah malam untuk sekadar membuka pintu. Padahal ia sudah lelah dihantam lelah oleh dunia di siang hari , dan aroma kopi hitam terasa lebih dari sekadar minuman, ia adalah pengikat cerita, pelipur rindu, dan saksi percakapan paling jujur antara anak dan orangtua.

Dari sanalah aku melangkah, menjejak jalan panjang menuju ibu kota provinsi. Bukan untuk mengejar gemerlap kota, tapi untuk memenuhi sebuah janji yang tak terucap, yang diam-diam diselipkan mamak di balik doa dan pelukannya di pagi perpisahan itu.

Pergi dari kampung bukan perkara mudah. Setiap langkah yang kutempuh adalah tawar-menawar antara cita-cita dan air mata. Ada rindu yang menggantung di setiap helai baju yang tak sempat dicuci mamak sebelum aku pergi. Ada pesan-pesan sederhana yang terus mengiang: “Jangan lupa shalat nak, Jangan lupa jadi orang baik.” Dan yang paling sering, “Ingat, nak, ilmu itu penting, tapi lebih penting lagi cara kamu memperlakukan orang.”

Di kota, aku belajar banyak hal—tentang dunia, tentang sistem, tentang betapa manusia bisa begitu pintar, tapi juga begitu dingin. Aku melihat bagaimana ijazah bisa membuka pintu, tetapi hanya adab dan etika yang bisa membuat kita diterima di dalamnya. Di ruang kelas, aku menulis makalah tentang ekonomi dan ketimpangan sosial, tapi di jalanan dan lorong-lorong gelap aku belajar tentang anak-anak yang putus sekolah, tentang senyum yang dijual demi sesuap nasi, dan tentang bagaimana tidak semua orang punya kemewahan untuk bermimpi.

Semakin lama di sini, aku semakin mengerti pesan ayah saat mengantar ke halaman rumah sebelum aku berangkat: “Pulanglah nanti, bukan hanya membawa kertas, tapi bawalah sesuatu yang bisa membuatmu jadi cahaya di kampung halaman.” Dulu aku mengira itu hanya kalimat perpisahan. Tapi kini aku tahu, ia sedang menitipkan harapan agar aku tidak hanya jadi sarjana, tapi jadi manusia yang utuh—yang tahu kapan harus berbicara, kapan harus mendengar, dan kapan harus berdiri di sisi yang benar meskipun sendirian.

Menempuh pendidikan jauh dari rumah adalah ujian yang lebih dari sekadar akademik. Ini tentang kesetiaan pada nilai, pada akar, dan pada mereka yang diam-diam selalu menyebut namaku dalam doanya. Aku ingin pulang, bukan sebagai orang yang sekadar pintar bicara soal teori, tapi sebagai seorang anak dari sebuah desa yang ada di Aceh Selatan yang tidak lupa jalan pulang, tidak lupa cara bersyukur, dan tidak lupa pada siapa ia pertama kali belajar kasih sayang—di rumah yang tak pernah megah, tapi selalu hangat.

Dan jika kelak aku berhasil, itu bukan semata karena kepintaranku, tapi karena rindu yang kujaga, air mata yang kutahan, dan doa yang tak pernah absen dari mereka yang selalu menungguku kembali.

Teruntuk ayah dan mamak terima kasih telah memberi bekal yang dibaluti dengan payung doa kalian yang selalu membersamaku setiap langkah ini, mereka pernah berucap ” Nak kami takut jika kelak kamu tak jadi apa-apa nak” sekarang aku jawab dengan lantang ” Mak, ayah, aku takut jika kelak aku sukses kalian tak dapat merasakannya”. Salam hangat dan penuh cinta dari anakmu Rivaldi.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 329x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 289x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 245x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 234x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 188x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Rivaldi

Rivaldi

Rivaldi Ketua umum HMI komisariat FKIP USK, Banda Aceh

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post
Kembangkan Lestari, SMA Negeri 1 Matangkuli, Aceh Utara Terapkan Pembelajaran Mendalam

Kembangkan Lestari, SMA Negeri 1 Matangkuli, Aceh Utara Terapkan Pembelajaran Mendalam

HABA Mangat

Responden Terpilih

Maret 14, 2025

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com