• Latest
Seni sebagai Kesadaran Kemerdekaan - 2025 07 17 21 23 27 | seni | Potret Online

Seni sebagai Kesadaran Kemerdekaan

Juli 17, 2025
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Seni sebagai Kesadaran Kemerdekaan - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | seni | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Seni sebagai Kesadaran Kemerdekaan - 2025 07 17 21 23 27 | seni | Potret Online

Seni sebagai Kesadaran Kemerdekaan

Redaksi by Redaksi
Juli 17, 2025
in seni, Seniman
Reading Time: 4 mins read
0
591
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

:Refleksi Kritis atas ART TALK Verleden–Heden: Seni, Kemerdekaan, dan Jejak Sejarah

Oleh Aceng Syamsul Hadie

Baca Juga

Seni sebagai Kesadaran Kemerdekaan - 0a3a2d4b 5b65 48a8 875e 6d652e1e2ec0 | seni | Potret Online

Membaca Bencana Dari Kanvas Digital

Maret 1, 2026
Seni sebagai Kesadaran Kemerdekaan - IMG_0031 | seni | Potret Online

Apa Kabar Pelukis Indonesia

Februari 25, 2026
Seni sebagai Kesadaran Kemerdekaan - 9e121d66 0ad0 4850 9bd0 71a6fdf78f88 | seni | Potret Online

Mengenang P. Ramlee, Seniman Melayu yang Selalu Hidup

Februari 11, 2026

Seniman di Cirebon, Jawa Barat

Dalam atmosfer yang penuh semangat dan intelektualitas, rangkaian ART TALK Verleden–Heden yang digelar di Sekolah Indonesia Den Haag, Wassenaar, bukan sekadar diskusi seni—ia adalah panggung refleksi sejarah, identitas, dan kemerdekaan Indonesia melalui lensa seni rupa. 

Dari arsip hingga intermedia, dari seniman diaspora hingga akademisi lokal, acara ini menyatukan generasi dan lintas disiplin dalam satu ruang dialog yang luar biasa.

Sejak masa kolonial, seni telah menjadi medium ekspresi dan perlawanan. Pameran dan diskusi dalam Verleden–Heden menegaskan bahwa seni bukan hanya estetika, tetapi juga alat kesadaran kolektif. 

Dalam konteks Indonesia, seni rupa telah berperan dalam membentuk narasi kebangsaan, mengarsipkan trauma sejarah, dan mengartikulasikan harapan masa depan.

Seni rupa, dalam berbagai bentuknya, telah menjadi saksi bisu perjalanan bangsa. Dari lukisan-lukisan Raden Saleh yang menggambarkan perjuangan hingga karya-karya modern yang mengkritisi ketimpangan sosial, seni selalu menjadi cerminan dari dinamika masyarakat. Dalam konteks globalisasi, seni Indonesia menghadapi tantangan untuk tetap relevan tanpa kehilangan identitasnya.

Art Talk I – Re-Scale Indonesia (5 Juli 2025)

Sesi ini membuka cakrawala tentang diplomasi budaya Indonesia di Eropa Timur, melalui presentasi Teija Gumilar, dosen di Bydgoszcz University, Polandia. Ia memaparkan proyek Taman Mini Indonesia di Dolina Charlotty sebagai legacy monumental Indonesia di Eropa Tengah. 

Diskusi yang dipandu oleh Prof. I Wayan Adnyana (Rektor ISI Bali) menyoroti bagaimana arsitektur dan seni tradisional menjadi simbol keberadaan Indonesia di luar negeri.

Proyek ini tidak hanya menjadi simbol diplomasi budaya, tetapi juga mengundang pertanyaan kritis tentang bagaimana seni dan arsitektur dapat merepresentasikan identitas nasional di luar konteks geografisnya. Apakah seni tradisional cukup untuk menggambarkan kompleksitas Indonesia modern? Atau, apakah kita memerlukan pendekatan yang lebih inklusif dan kontemporer?

Art Talk II – Navigating Networks (12 Juli 2025)

Sesi ini menggali tantangan dan peluang sirkulasi seni kontemporer Indonesia di Eropa, khususnya Belanda. Tokoh-tokoh penting yang hadir:

Sander Salim (Gallery Lukisan, Belanda) – Menjelaskan strategi galeri dalam mengangkat seni Indonesia

Rifky Effendy (Orbital Dago, Bandung) – Menyoroti dinamika pasar seni dan kuratorial lokal

Maarten Slof (TROEF Leiden) – Menyambungkan seni Indonesia dengan audiens Eropa

Sujud Dartanto – Mengangkat isu dokumentasi dan arsip sebagai fondasi otentikasi karya

Diskusi ini memperlihatkan bahwa seni Indonesia masih menghadapi tantangan dalam hal provenance, dokumentasi, dan tekanan pasar, namun tetap menunjukkan resiliensi dan daya tarik global.

Dalam konteks ini, penting untuk merenungkan bagaimana seni Indonesia dapat menavigasi jaringan global tanpa kehilangan akar lokalnya. Apakah pasar seni global memberikan ruang yang adil bagi seni dari negara berkembang? Atau, apakah seni Indonesia hanya menjadi komoditas dalam sistem kapitalisme global?

Art Talk III – Intermedia Networkings

Sesi ini menjadi titik kulminasi eksplorasi media baru dan seni interdisipliner. Dimulai dengan video screening mengenang Krisna Murti (1957–2023), pionir seni video Indonesia yang telah mengubah cara kita memahami seni sebagai kritik sosial dan budaya.

Tokoh-tokoh yang memeriahkan sesi ini:

Agung Hujatnika – Mengulas warisan pemikiran Krisna Murti

Intan Rizky Mutiaz – Menjelaskan integrasi media baru dalam pendidikan seni

Isha Hening – Menampilkan perspektif desain gerak dan visual digital

Tromarama – Kolektif seni media yang menggabungkan teknologi dan narasi lokal

Thomas Berghuis – Menyambungkan praktik seni Indonesia dengan konteks kuratorial global

Penampilan Isa Perkasa dalam dua sesi performance art menjadi penutup yang menggugah, menghidupkan tubuh sebagai medium kritik dan kontemplasi.

Sesi ini menggarisbawahi pentingnya media baru dalam memperluas cakrawala seni Indonesia. Namun, ia juga mengundang refleksi: sejauh mana teknologi dapat menjadi alat pembebasan, dan kapan ia menjadi alat penindasan?

Kesimpulan: Seni sebagai Arsip Hidup

ART TALK Verleden–Heden bukan hanya perayaan seni, tetapi juga pengarsipan sejarah dan identitas Indonesia. Ia menunjukkan bahwa seni adalah ruang negosiasi antara masa lalu dan masa kini, antara lokal dan global, antara tradisi dan teknologi. Dalam konteks kemerdekaan, seni menyumbang kesadaran, membentuk narasi, dan membuka ruang dialog lintas generasi.

ADVERTISEMENT

Namun, refleksi ini tidak berhenti di sini. Seni adalah proses yang terus berkembang, sebuah dialog yang tidak pernah selesai. Dalam dunia yang semakin terhubung, seni Indonesia memiliki peluang untuk menjadi suara yang kuat di panggung global, tetapi hanya jika ia tetap setia pada akar dan nilai-nilainya.

Sebagai penutup, mari kita renungkan: bagaimana seni dapat terus menjadi alat pembebasan di tengah dunia yang penuh dengan ketidakpastian? Bagaimana kita dapat memastikan bahwa seni tidak hanya menjadi cerminan, tetapi juga agen perubahan?[]

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 320x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 214x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236Tweet148
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
Next Post
Seni sebagai Kesadaran Kemerdekaan - 2025 07 18 08 00 23 | seni | Potret Online

MPLS Inovatif: Gagas Deklarasi Sekolah Anti Kekerasan dan Perundungan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com