POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Orang Tua, Guru, dan Anak di Era Kecerdasan Artifisial

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
July 17, 2025
Orang Tua, Guru, dan Anak di Era Kecerdasan Artifisial
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Gunawan Trihantoro

Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah dan Ketua Satupena Kabupaten Blora

Di tengah derasnya gelombang revolusi teknologi, kita tak hanya berhadapan dengan kemajuan perangkat keras dan lunak, tetapi juga lahirnya Kecerdasan Artifisial (KA) yang mengubah lanskap kehidupan manusia. Di ruang keluarga, ruang kelas, bahkan ruang batin, KA memaksa kita untuk merenungkan kembali peran dan relasi antara orang tua, guru, dan anak.

Orang tua yang dulu menjadi sumber utama informasi kini harus berdamai dengan kenyataan bahwa anak-anak dapat mengakses jutaan pengetahuan hanya dengan beberapa klik. Namun, bukan berarti peran orang tua menjadi usang. Justru, kehadiran KA memperkuat urgensi peran mereka sebagai penuntun nilai, etika, dan kebijaksanaan yang tidak bisa digantikan algoritma.

Guru, sebagai penjaga peradaban di ruang kelas, kini juga menghadapi tantangan dan peluang yang tak terbayangkan sebelumnya. Materi pelajaran dapat disampaikan oleh video interaktif, chatbot edukasi, atau platform daring cerdas. Namun, sentuhan manusiawi, empati, dan keteladanan guru tetap menjadi jembatan penting bagi lahirnya karakter yang utuh.

Bagi anak-anak, era KA adalah dunia yang penuh kemungkinan. Mereka dapat belajar bahasa asing dengan tutor virtual, menulis esai dibantu asisten AI, atau mengeksplorasi sains lewat simulasi digital. Namun, di balik kemudahan itu, muncul tantangan baru, yakni menjaga rasa ingin tahu tetap murni, tidak semata demi “likes” dan “views”.

Relasi segitiga orang tua, guru, dan anak harus diwarnai kerja sama dan keterbukaan. Orang tua dan guru perlu saling mendukung, berbagi praktik baik dalam mendampingi generasi muda, serta menguasai literasi digital agar tak tertinggal. Anak pun perlu diajak berdialog tentang etika penggunaan teknologi, bukan hanya dibatasi.

Refleksi mendalam penting agar kita tak terjebak menjadi budak teknologi. KA harus ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti. Nilai-nilai luhur seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kerja keras harus tetap diajarkan melalui teladan, bukan hanya ceramah.

📚 Artikel Terkait

Kekecewaan Peserta Warnai Ajang Lomba Video Konten Literasi Dispusip Pidie Jaya

Begini Cara Cetak KK Secara Mandiri, Warga Banda Aceh Tak Perlu Ke Disdukcapil

Teungku Muhammad Daud Beureueh (1899-1987) sebagai Pahlawan Nasional

Aku Ingin Seperti Permata

Dalam konteks pendidikan, kolaborasi menjadi kunci. Guru yang kolaboratif dapat memanfaatkan AI untuk mempersonalisasi pembelajaran, sementara orang tua mendukung proses ini di rumah. Anak pun belajar bahwa belajar adalah perjalanan yang tak berhenti di kelas.

Era KA juga menuntut guru untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Tak cukup hanya menguasai materi, guru perlu mengasah keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan komunikasi lintas budaya, agar dapat membimbing anak menavigasi dunia yang kian kompleks.

Orang tua, di sisi lain, dituntut lebih peka pada perubahan psikologis dan sosial anak akibat paparan teknologi. Bukan sekadar mengontrol layar, tetapi juga membangun relasi emosional yang hangat dan penuh kepercayaan, sehingga anak merasa aman berbagi.

Anak-anak kita adalah “digital native” yang hidup di dunia serba cepat. Namun, mereka tetap membutuhkan fondasi karakter dan kasih sayang. Orang tua dan guru berperan sebagai “kompas moral” yang membantu anak menemukan arah di tengah hiruk-pikuk data dan informasi.

Inspirasi juga lahir ketika orang tua dan guru tidak hanya mengajarkan “apa” dan “bagaimana”, tetapi juga “mengapa”. Pertanyaan filosofis tentang makna, tujuan, dan dampak teknologi menjadi bekal penting agar anak tak hanya cerdas, tetapi juga bijak.

Pada akhirnya, era KA adalah peluang bagi transformasi pendidikan menjadi lebih inklusif, adaptif, dan relevan. Bukan untuk memisahkan peran manusia dan mesin, melainkan menyatukan keduanya demi kebaikan bersama.

Kita perlu menanamkan kepada anak bahwa teknologi adalah mitra, bukan musuh. Dan bahwa kemanusiaan – rasa empati, cinta, dan kebersamaan – tetap menjadi inti identitas kita sebagai manusia.

Di era KA, tugas kita bukan hanya mendidik anak untuk menguasai teknologi, tetapi juga untuk menjaga hati dan budi tetap menyala. Karena pada akhirnya, masa depan bukan hanya soal inovasi, tetapi juga soal nilai-nilai yang kita wariskan.

Dengan refleksi, kolaborasi, dan kebijaksanaan, orang tua, guru, dan anak dapat bersama-sama menapaki jalan perubahan ini, bukan sebagai korban, tetapi sebagai agen transformasi peradaban. (*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Sekolah Puluhan Juta Demi Gaji Tiga Juta

Arah Pendidikan Tinggi: Antara Kemewahan Luar Negeri dan Kedaulatan Akademik Dalam Negeri

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00