• Latest
Khanduri Blang Ritual Yang Menjadi Tradisi

Black Dove

Juli 13, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Black Dove

Redaksi by Redaksi
Juli 13, 2025
in #Cerpen, Cerpen, Cerpen Remaja
Reading Time: 9 mins read
0
Khanduri Blang Ritual Yang Menjadi Tradisi
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Naila Rivka Mulna Zeera (Naizeera)

Pelajar kelas 2 SMP IT An-Nur Pidie Jaya

“you are present in my dreams and my real world, and you give me millions of puzzles about who you are”

Sejuk angin membelah langit pagi. Siulan burung turut menghiasi. fajar menyembul dengan hati-hati. Seorang gadis berseragam rapi terbalut hoodie hickory,dengan rambut dikuncir longgar dicat walnut, dan ransel hitam bercorak dusty, melangkah pelan menyusuri rerumputan lapangan, dengan secangkir hot tea di tangannya. Katesha Nincella,kerap disapa Kate,siswa kelas  XII IPS 1 yang terkenal ceria.

Kaki Kate terus melangkah hingga berhenti di depan bangunan bernuansa putih-coklat dengan banner bertuliskan “jenjang menegah atas EBIS bagian putri” di depannya.

​EBIS. Erunika Boarding Internasional School,sebuah sekolah internasional berbasis boarding. EBIS terkenal sebagai sekolah dengan jenjang menengah pertama dan menengah atas yang mencetak ribuan siswa berprestasi dalam banyak bidang.

​Pelan. Kate mendorong pintu tempered glass di hadapannya, memperlihatkan kelas bernuansa putih berukuran 10 x 10 m, beranggota 15 siswi EBIS. Kelas mulai ramai saat Kate tiba di kelasnya, kian waktu berputar para siswi berdatangan hingga memenuhi ruangan kelas XII IPS 1. Hari ini jadwal mengajar miss Leana,guru sejarah EBIS.

“hai Kate…,sepatu hitam gue belum kering juga,gue pake yang putih”ujar seorang gadis berambut pixie sebahu dicat brunette,dan jepit rambut beige tersampir dirambutnya. Gadis itu memperlihatkan sepatu putihnya pada Kate. Livyana Rini,kerap disapa Livy,teman sekamar Kate.

​Miss Leana tiba di kelas,bersama seorang gadis berambut layer sepinggang berwarna hitam legam,dengan wajah yang dingin dan senyuman tipis.

“kenalin gue Zena Kayra,panggil aja Zena…”sapa gadis itu dengan senyum tipisnya.

“Zena duduknya dekat Kate yaa…”

​Gadis itu mengangguk. Pelajaranpun dimulai.

“orang Belanda yang pertama kali datang ke Indonesia adalah  Cornelis de Houtman pada tahun 1596 M,mendarat di Banten…”jelas miss Leana.

​Tangan Kate bergerak memainkan matepadnya, memeriksa file pelajaran, sebagai pecinta genealogi atau sejarah, Kate dengan serius menyimak penjelasan materi dari miss Leana. Sebenarnya sejak tadi Kate merasa nyeri pada kepalanya namun semangat genealoginya membara membuatnya terus melanjutkan menyimak pelajaran favoritnya itu yang hanya ada seminggu sekali, hingga pelajaran selesai.

​Tepat saat miss Leana meninggalkan kelas,Livy dan Zena menghampiri meja Kate.

“hai Kate, gue udah kenalan dan temenan sama Zena”ujar Livy.

“oh hai Zena, gue Kate “sapa Kate.

“iya, tadi Livy udah cerita…”sahut Zena halus.

​Mata Zena tak henti menatap Kate dengan tatapan yang sulit diartikan. Livy yang menyadari hal itu hendak bertanya, namun pergelangan tangannya tiba-tiba digenggam erat oleh Kate.

“lo kenapa?!”seru Livy melihat tampang lesu Kate.

“kepala gue sakit…”keluhnya.

“ke asrama aja yuk”

​Kate mengangguk halus,Livy mengantar Kate ke kemar mereka.

“lo tunggu di sini ya Zena…”

“iya,gue mau ke wc”

​Zena melangkah menyusuri koridor EBIS menuju kamar mandi yang berada di ujung koridor.  Sepanjang koridor para siswi yang berpapasan dengannya mentapnya tak suka,bisik-bisik terdengar.

“itu murid baru ya?,sok cuek banget”

“kating gue tuh, serem kok ya mukanya” 

“songong amat, disenyumin gak dibalas, pegel bibir gue”

“rambutnya panjang bener…,rada horor auranya”

“jangan dekat-dekat disantet nanti…”

​Zena mencoba tak peduli pada bisik-bisik di sekitarnya,terus melangkah menuju kamar mandi.

“HEH!! “Zena menoleh ke sumber suara. Empat gadis tersenyum sinis menatap Zena saat ia memasuki kamar mandi.

​Zena tak mengubris,gadis itu berpindah ke cermin,merapikan rambutnya.

“lo mau sekolah atau ngisi film horor sih?”ujar seorang gadis di antara mereka.

​Zalora Cania,kerap disapa Lora,gadis berambut hime cut dicat blonde, siswa kelas XII IPS 1 yang terkenal songong. Gadis itu adalah anak tunggal dari direktur EBIS.

Ketiga teman Lora ikut tertawa. Masha Andrea,Elvyza Jeslyn,dan Aqeera Meylisa.

“jangan ganggu gue”ujar Zena tegas.

“eh lo murid baru gak usah belagu!”sahut Aqeera.

​Lora,Vyza, dan Masha tertawa sinis.

“jangan ganggu gue…”

​Lora menarik kuat rambut Zena.

“lo bisa diem,sebelum gue potong rambut monster lo ini”kecam Lora.

“arghh!!!”

“udahlah Raa…kasian dia”ujar Masha memegang halus pundak sahabatnya.

​Lora melepas pegangannya dari rambut Zena,kemudian menginjak kuat kaki gadis itu.

“dah,lo boleh pergi sekarang”

​Zena segera meninggalkan kamar mandi,dan melangkah menuju bangunan asrama.

“hai Kate,Livy”sapa Zena saat ia memasuki kamar unit 1a.”oh kalian kamr ini?”

“iya,lo juga?”

‘iya Livy,berarti kita sekamar dong”

“muka sama rambut lo kok kusut Zena?”sela Kate.

“tadi gue diganggu sama orang Lora”sahut Zena.

“gimana?”tanya Livy cemas.

​Zena pun menceritakan apa yang terjadi pada Kate dan Livy.

“jahat banget sih!,harus dikasih pelajaran nih, berani banget ganggu temen gue!”gerutu Livy.

“tapi gapapa Livy,gue baik-baik aja”sergah Zena.“yaudah kalo gitu balik ke kelas yuk Vy,biar Kate istirahat”

“oh oke,dadah kate…”Livy tersenyum lembut.

“dah…”

“Kate bangun…lo dicariin miss Leana”ujar Livy.

​Mata kate mengerjap perlahan,gadis itu bangkit dari tidurnya, beranjak keluar asrama, mengarah keruangan miss Leana.

“kamu piketkan Kate?”tanya miss Leana saat Kate tiba di ruangannya.

“iya miss…”

“tolong panggilkan Nathalie dari kelas IX,sepertinya dia di kelas”

“baik miss…”

​Kate melangkah ke arah bangunan SMP/ Sekitarannya sepi, Kate menoleh menatap langit,mendung dan gelap.

“sebentar, sejak kapan langit gelap, bukankah tadi cerah?”

​Kate menghidupkan senter yang kebetulan ada di kantongnya. Kakinya terus bergerak menyusuri anak tangga, hingga tiba di anak tangga terakhir, kaki Kate tiba-tiba terasa bergetar.

ADVERTISEMENT

“gue kenapa ya?,gak mungkin takutkan?,lagian ngapain sih si Nathalie itu sendiri di sini gelap-gelap,serem tau!”gerutu batin Kate.

“ANYONE HELP ME!!!”

​Langkah kaki Kate terhenti.

Ia tak salah dengarkan? jelas itu adalah suara milik seorang…Lora? Kate segera berlari menuju kelas ujung,asal suara Lora tadi.

“HA-HA-HA”tawa menyeramkan itu terhenti tepat saat Kate membuka pintu kelas itu.

“tolong Kate…”lirih Lora.

​Betapa terkejutnya Kate menatap tubuh Lora yang terduduk lemah di lantai yang bersimbah darah dari luka di tubahnya. 

Namun keterjutan Kate bertambah ketika melihat gadis di sebelah Lora. Rupa gadis itu begitu mirip dengan Kate,bahkan terasa seakan Kate mematut di depan cermin. Bedanya gadis mirip Kate itu memiliki rambut yang lebih panjang tergerai dicat separuh bronze. Gadis mirip Kate itu memakai hoodie hitam dengan sablonan merpati bercorak hitam di punggungnya.

​Gadis mirip Kate itu mengangkat tubuh Lora paksa secara kasar.

“anak baik…”gadis mirip Kate mengelus puncak kepala Lora, kemudian berpindah ke ujung rambut Lora, gadis itu menarik kuat rambut Lora. Lora berteriak tertahan,gadis mirip Kate tertawa puas.

​Kate ingin menolong,namun seakan pergerakan kakinya terkunci,membuat gadis itu hanya mampu mematung kaku.

“orang seperti kamu tak pantas hidup, tidak ada pembully yang pantas hidup!”

​Gadis mirip Kate menatap tajam Lora. Tangannya bergerak, hendak menewaskan gadis di hadapannya.

“tolong Kate…”Lora kembali melirih dengan sisa tenaganya.

​Kate menahan napas.

“good bye Lora…”

“JANGAN!!!”

​Keringat meluncur deras membasahi pelipis Kate. Tangan gadis itu mengenggam erat guling miliknya. Mimpi tadi benar-benar menyeramkan.

“lo kenapa?”tanya Livy saat ia dan Zena tiba di kamar.

“mimpi buruk…”

“tentang apa?”Livy mulai tertarik,gadis pecinta thriller, namun penakut itu sangat bersemangat.

“bukan apa-apa…”sahut Kate.

“yah…”

“kalian gak masuk kelas siang?”Kate melirik jam dinding di kamar mereka. Sudah pukul 13:45, jadwal masuk siang seharusnya pukul 13:30.

“ini kita mau pergi jenguk Lora…”sahut Zena.

“Lora?”

“iya dia masuk rumah sakit…”

“kok bisa?!”

“entah…,ada yang bilang kecelakaan,gue juga kurang tau”

​Seketika perasaan kate diselimuti gundah,ia teringat mimpinya tadi.

“Tidak mungkinkan…?”

“gue ikut!”

“kenapa?”tanya Kate.

Baca Juga

IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
Emak Mananti Lebaran

Emak Mananti Lebaran

Maret 23, 2026

“pokoknya gue mau ikut”

“lo sakit Kate…”

“gue sehat Livy…”

“yaudah deh kalo gitu,yuk buruan!”

​Mereka segera bersiap-siap, dan menyusul yang lain yang sudah berkumpul di depan kantor SMA EBIS.  Dengan bus katagori 2 EBIS siswi kelas XII IPS 1 pun berangkat ke rumah sakit dimana Lora dirawat.

“Lora kenapa ya?” tanya Kate pada Masha saat sudah tiba di rumah sakit.

“kami juga kurang tau,tadi kami dikasih tau sama miss Leana pas Lora udah di rumah sakit, katanya sekolah juga dikabarin sama orang rumah sakit. Berarti ada yang bawa dia ke sini. Kami gak tau juga tapi ”sahut Masha dan Vyza yang jelas sedang cemas pada kondisi sahabatnya,Lora.

​Sedangkan Livy memandangi tubuh penuh luka Lora yang tekulai tanpa kesadaran di brankar rumah sakit. Ada yang aneh di pengelihatan Livy, terdapat sebuah luka goresan seperti cakaran unggas pada leher Lora.

“miss Ralla…Lora bangun…”sorakan dari salah satu siswa kelas XII IPS 1itu sukses menjadi pusat perhatian, miss Leana,Miss Ralla dan siswi yang hadir segera mengelilingi Lora.

​Mata Lora mengerjap, nyeri berdengung di kepalanya.

“Lora lo kenapa?,lo kok bisa gini?”tanya Aqeera.

“hah?,gue gak ingat,kenapa ya?”sahutnya patah-patah.

“Sudah,jangan tanya-tanya dulu,biar dia istirahat”tegur Miss Ralla.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

Tak Sempat Menulis - Ulasan Artikel

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com