POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Ibadah Haji, Antrean Panjang, dan Negara yang Belum Sepenuhnya Hadir

Jacob EresteOleh Jacob Ereste
July 12, 2025
Pujangga Lama dan Pujangga Baru Punah, Karena Tidak Mendapat Tempat Dalam Negara Sistem Republik
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Jacob Ereste


Ibadah haji adalah panggilan spiritual tertinggi bagi umat Islam. Namun bagi jutaan warga Indonesia, panggilan itu terjerat dalam antrean tak berujung dan kebijakan yang menyulitkan. Negara, yang seharusnya hadir untuk mempermudah, justru terlihat lambat dalam menata persoalan ini secara sistemik.

Potensi korupsi dalam pengelolaan dana haji, yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah dan mengendap bertahun-tahun, ibarat luka yang tak sembuh—terbungkus rapi oleh prosedur tapi menyisakan aroma ketidakberesan. Penantian puluhan tahun untuk bisa berangkat ke tanah suci menjadi realitas pahit di negeri mayoritas Muslim. Ketika seorang warga dari Kabupaten Bantaeng harus menunggu 47 tahun, itu bukan sekadar statistik: itu adalah kegagalan struktural.

Jumlah jemaah yang terus bertambah tiap tahun memperlihatkan antusiasme masyarakat menjalankan rukun Islam kelima. Tapi antusiasme ini bertabrakan dengan kuota terbatas, regulasi yang bertele-tele, dan distribusi informasi yang tak merata. Meski pemerintah telah menetapkan ongkos resmi (Bipih), angka puluhan juta rupiah tetap menjadi beban besar. Bahkan nilai subsidi dari BPKH pun tak mampu menyembunyikan fakta bahwa ibadah ini makin mahal dan makin jauh dari jangkauan kalangan bawah.

Sementara negara lain bergerak cepat—mengadopsi teknologi drone, sistem pendingin masif, dan rute perjalanan cerdas—Indonesia masih berurusan dengan validasi daftar antrean dan audit internal. Ironisnya, antrean terus membengkak, dan banyak calon jemaah wafat sebelum sempat menunaikan ibadah suci ini.

📚 Artikel Terkait

Aroma Kue dan Doa di Pagi Hari

Pengemis Sang Pencari Belas Kasih

Nawasena

Gemar Berteriak (namun) Tak Berbuat

Apakah negara sedang abai, ataukah terlalu birokratis dalam urusan yang seharusnya sakral dan dimudahkan? Pertanyaan ini layak diajukan, sebab dalam konteks spiritualitas, birokrasi yang melambat berarti menunda ibadah. Dan penundaan itu bukan hanya administratif—ia menyentuh nurani dan keimanan umat.

Jika negara sungguh berpihak pada rakyatnya, maka transparansi, efisiensi, dan penghapusan celah komersialisasi harus menjadi prioritas. Ibadah haji bukan sekadar ritual, ia adalah hak spiritual yang tidak boleh dikerdilkan oleh antrean, regulasi, atau potensi penyalahgunaan.

Banten, 9 Juli 2025


🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Jacob Ereste

Jacob Ereste

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Perawan Desa

Perawan Desa

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00