Perempuan dan Ruang Marginal. Sejak zaman dulu, perempuan selalu dianggap sebagai kaum marginal (patriarki). Dibatasi ruang geraknya, dikurung dalam tugas domestik: dapur, sumur, dan kasur. Seolah-olah eksistensi mereka hanya sebatas melayani kebutuhan keluarga. Pendidikan tinggi? Jabatan publik? Itu bukan ranah mereka, katanya. Baca selengkapnya:Â Perempuan: Antara Peran, Stigma, dan Realita Kepemimpinan
Â
Â










