• Latest
Akhirnya, Prabowo Kembalikan Empat Pulau ke Aceh - 2025 06 18 06 22 59 | #Pulau | Potret Online

Akhirnya, Prabowo Kembalikan Empat Pulau ke Aceh

Juni 18, 2025
IMG_0914

Demokrasi Sebagai Dunia: Pergulatan Makna dalam Ruang Digital

April 23, 2026
27f168e7-1260-4771-8478-62c43392780e

Pulo Aceh, William Toren dan Pendidikan Kami

April 23, 2026
IMG_0904

Cahaya di Balik Luka

April 23, 2026
35b66c8c-a220-4f11-8e9a-6fccf401ca7b

Arsitektur Linguistik: Menelusuri Ontologi Kata dan Logika Taqsim dalam Ilmu Nahwu.

April 23, 2026
Akhirnya, Prabowo Kembalikan Empat Pulau ke Aceh - 38a1ed71 84b6 44ab 9f7a a62e2a66e5e2 | #Pulau | Potret Online

Perserikatan Bangsa-Bangsa Tanpa Kompas Arah di Tengah Gejolak Dunia Global

April 22, 2026
d1791700-9d77-4212-83e6-eb00db9a7ade

Dari Lumbung ke Etalase: Pergeseran Nalar Hidup Masyarakat Desa

April 22, 2026
2ba083ca-6b42-4301-9181-39025ceadd55

Hikayat Negeri Para Kuli dan Berhala Hijau

April 22, 2026
9155c5eb-ca3b-4638-879b-31953e632691

Antara Retorika dan Realitas: Pendidikan Kepemimpinan Perempuan Indonesia

April 22, 2026
Kamis, April 23, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Akhirnya, Prabowo Kembalikan Empat Pulau ke Aceh

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Juni 18, 2025
in #Pulau, Aceh, Aceh Singkil
Reading Time: 3 mins read
0
Akhirnya, Prabowo Kembalikan Empat Pulau ke Aceh - 2025 06 18 06 22 59 | #Pulau | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Rosadi Jamani

Mendagri punya ulah, Prabowo yang harus membersihkannya. Empat pulau milik Aceh yang dimutasi ke Pemprov Sumatera Utara, akhirnya dikembalikan lagi oleh Prabowo ke pemilik asalnya. Mari kita ungkap keputusan penting sang presiden untuk rakyat Aceh. Siapkan lagi kopinya, wak!

Empat pulau itu adalah Pulau Panjang, Lipan, Mangkir Gadang, dan Mangkir Ketek. Tadinya hidup tenang di antara ombak dan nelayan. Lalu, mendadak jadi rebutan dua provinsi. Sumatera Utara klaim itu tanah kelahiran mereka. Aceh bilang itu bagian dari sejarah, darah, dan bahkan sempat mau dibawa ke mimpi referendum.

Baca Juga
  • Tingkatkan Kompetensi Siswa, SMAN 2 Simeulue Barat Gelar Berbagai Kegiatan Ekstrakurikuler
  • Dua Siswa SMAN 3 Banda Aceh Raih Juara Satu Duta Pelajar Kamtibmas

Isunya meledak, membakar hati rakyat Aceh. Dari gubernur Muzakir Manaf alias Mualem, sampai tukang parkir depan warkop, semua pasang status, “Pulau kami bukan obyek wisata, tapi harga diri!” Kegaduhan ini lebih bising dari drone perang dan lebih tegang dari babak adu penalti Piala Dunia.

Muncullah kembali nama lama, Gerakan Aceh Melawan (GAM). Bukan dalam format angkat senjata, tapi angkat hashtag: #PulauAdalahAceh. Bahkan ada wacana referendum mencuat seperti uap kopi Gayo yang sedang diseduh. Semua mendidih. Bahkan ombak pun seakan berbisik, “Kami milik Aceh, Bang…”

Baca Juga
  • Awan pun Turut Memuji Tuhan
  • Bencana Alam atau Pembiaraan Negara?

Dalam tengah kabut perdebatan itu, muncullah sang juru selamat, Presiden Prabowo Subianto. Walau beliau masih di luar negeri, lewat sebuah rapat terbatas di Istana, anak buahnya, seperti Mensesneg Prasetyo Hadi, Mendagri Tito Karnavian, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bisa mengambil keputusan penting. Tentu ada juga Gubernur Sumut Bobby Nasution, serta Mualem sang singa Aceh.

Setelah segudang dokumen dibuka, atlas dijembreng, surat-surat tahun 2009 dibedah, dan koordinat GPS ditiup-tiup seperti kertas ujian matematika… akhirnya lahir keputusan suci, Keempat pulau tersebut sah milik Provinsi Aceh.

Baca Juga
  • Membangun Aceh Carong Yang Beradab dan Bermartabat, Sekadar Impian?
  • Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

Ya, sampeyan tidak salah dengar. Sah. Resmi. Final. Tanpa VAR.

Mensesneg Prasetyo Hadi mewakili sang presiden menjelaskan dengan gaya teknokrat, tapi rakyat cuma dengar satu hal, “Alhamdulillah, pulau kami kembali.” Padahal sebelumnya, Kemendagri pernah keluarkan surat tanggal 25 April 2025, yang justru mendukung klaim Sumut. Rakyat Aceh marah, dan saking marahnya menggelar unjuk rasa.

Data demi data digali. Pada 2009, Sumut mengklaim ada 213 pulau di wilayahnya, termasuk empat pulau itu. Tapi Aceh tak tinggal diam. Kepala Biro Pemerintahan Aceh, Syakir, bersuara lantang: “Kami punya sejarah, bukan cuma nama!”

Akhirnya, sejarah itu menang. Keadilan bukan turun dari langit, tapi dari meja rapat ber-AC dan tumpukan dokumen yang dihitung lebih detail dari kalkulator kasir Indomaret.

Kini, Aceh boleh bangga. Ini bukan cuma kemenangan administratif. Ini epik. Ini Mahabharata versi Nusantara. Empat pulau kecil telah mengajarkan Indonesia bahwa tanah sekecil apapun, jika dicintai, bisa membuat satu provinsi berdiri melawan.

So, di bawah langit Lhokseumawe, rakyat Aceh menyeduh kopi dengan rasa kemenangan. Sementara Bobby Nasution menatap peta Sumatera Utara dengan air mata haru dan berkata, “Yang penting kita masih punya Danau Toba.”

Mari kita rayakan kemenangan ini dengan kopi hitam pahit dan mi Aceh ekstra pedas. Karena pada akhirnya, keadilan bukan turun dari langit, tapi dari meja rapat yang dihadiri pejabat, dibumbui rakyat, dan disulut oleh semangat.

Keempat pulau itu? Kini bisa tidur nyenyak, setelah tahu mereka tak lagi jadi rebutan, tapi telah menemukan rumah yang layak, di pelukan Aceh yang gagah, dan penuh cinta.

Empat pulau kecil itu kini kembali ke pangkuan ibu, Aceh Darussalam. Tempat di mana bahkan batu karang pun bisa merasa dicintai.

Semoga setelah ini tak ada lagi keputusan yang bisa merugikan daerah. Tak hanya Aceh saja. Pusat hendaknya lebih hati-hati dalam membuat keputusan, jangan mentang-mentang lagi. Jangan ada lagi, menteri jalan ke sini, presiden jalan ke sana. Usahakan selalu sama-sama di jalan yang sama. Bila perlu tetap ngopi bersama, dan ajak saya.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Share234SendTweet146Share
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Next Post
Akhirnya, Prabowo Kembalikan Empat Pulau ke Aceh - 2025 06 18 08 06 29 | #Pulau | Potret Online

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com