POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Ultah 美

RedaksiOleh Redaksi
May 12, 2025
🔊

Dengarkan Artikel


Oleh: Dahlan Iskan

Senin 12-05-2025

TIDAK SENGAJA. Inilah utlah presiden terbesar dalam sejarah: 14 Juni lusa. Atau disengaja. Terserah saja.

Sebenarnya tanggal 14 Juni itu adalah ulang tahun bendera Amerika Serikat: The Stars and Stripes. Tapi kebetulan sekali, tanggal itu juga hari kelahiran Presiden Donald Trump.

Tahun ini memang istimewa. Ultah bendera Amerika itu yang ke-250. Sejak awal memang akan diperingati secara khusus, tapi lantas menjadi sangat istimewa setelah panitia menerima masukan dari Gedung Putih.

Maka berubahlah rencana itu. Awalnya saja sudah direncanakan diikuti oleh 7.000 tentara, 152 kendaraan perang, 50 pesawat tempur, dan ribuan undangan. Parade akan melintas di depan Gedung Putih. Presiden Trump, yang hari itu ulang tahun ke-79 akan berada di panggung kehormatan.

Maka anggaran peringatan pun membengkak. USA Today memperkirakan sampai sekitar Rp 700 miliar. Sudah termasuk biaya mengangkut armada tempur itu ke Washington DC. Tidak ada yang mempersoalkan: negara kaya bisa ulang tahun pakai biaya sebesar itu.

Bendera Amerika memang telah menjadi simbol paling tinggi untuk mewakili “inilah Amerika”. Garuda Amerika pun kalah. Bendera itu sekaligus telah menjadi simbol patriotisme melebihi bendera negara mana pun di mata rakyat mereka.

”Patriotisme simbol” tercipta dari peristiwa terjadinya ”perebutan” bendera itu: 1861. Yakni saat meletusnya perang sipil di Amerika. Bendera itu dipasang di Fort Sumter. Anda sudah tahu di mana benteng Fort Sumter: di pantai timur South Carolina.

Hari itu bendera tersebut akan diturunkan paksa. Yang menurunkan adalah aktivis negara-negara bagian di selatan yang ingin merdeka dari Amerika Serikat. Upaya itu berhasil digagalkan. Perang sipil terus berlangsung. Mereka mendirikan negara sendiri: Konfederasi Amerika. Utara dan selatan bertempur selama empat tahun. Selatan kalah.

Selama perang itulah The Stars and Stripes menjadi simbol patriotisme. Kalau awalnya hanya dikibarkan di instansi militer, sejak itu rakyat sipil pun mengibarkan The Stars and Stripes. Di rumah masing-masing. Apalagi setelah bisa dicetak masal di Tiongkok dengan sangat murahnya.

📚 Artikel Terkait

Mencermati Sistem Jaminan Sosial di Indonesia

Keterbatasan Yang Tak Membatasiku

Bedah Buku – Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition

Indonesia Emas, Tapi Dimulai dari Luar Negeri: Kisah Anak Bangsa yang Tak Lupa Pulang

Sebelum itu mengibarkan bendera Amerika memerlukan ”perjuangan” tersendiri. Kombinasi warna, bintang dan garis-garis itu harus dijahit satu per satu. Betapa rumitnya. Ibu Fatmawati pasti tidak bisa menjahit bendera Amerika dalam satu malam seperti saat menyiapkan bendera Merah Putih menjelang 17 Agustus 1945.

Memang desain bendera Amerika terlihat amat cantik dan menarik. Mungkin paling cantik sedunia. Bendera kita termasuk yang paling sederhana: hanya merah dan putih, sama ukuran.

Kesederhanaan itu baru saya sadari saat ikut kunjungan Presiden SBY ke Amerika, Meksiko, Peru, dan Brasil.

Saat di Peru seorang wartawan di sana bertanya kepada saya: Itu bendera negara Anda? Hanya seperti itu?

Tentu saya jelaskan sejarah sang saka dwiwarna. Yang juga sangat heroik. Tapi ia tetap nyeletuk: “Kenapa tidak diberi sesuatu di tengahnya?”

Rasanya sulit mengubah bendera. Pun bila alasannya untuk memperkuat negara kesatuan. Misalnya dengan diberi gambar pulau-pulau dari Sabang sampai Merauke di tengahnya. Pasti ada yang protes: kok ”pulau saya” tidak dimasukkan. Padahal dimasukkan. Hanya karena kecil tidak terlihat.

Bagaimana kalau di tengahnya diberi gambar Bung Karno? Atau diberi gambar Megawati dan Jokowi berangkulan? Pasti akan ribut.

Biarlah tetap Merah Putih –merah darahku, putih tulangku, kata penyanyi patriotik Gombloh.

Tentu si wartawan Peru tidak tahu kalau bendera Monaco juga hanya merah dan putih. Bahkan Polandia hanya membalik posisi merah putihnya bendera Indonesia.

Pengakuan bahwa bendera Amerika itu indah nan cantik diberikan juga oleh orang Asia. Sejak dahulu kala. Yakni sejak kali pertama orang Tiongkok melihat bendera itu di tahun 1784.

Di tahun itu, menurut literatur, sebuah kapal dagang Amerika mendarat di Guangzhou. Di atas kapal itu berkibar The Stars and Stripes. Saya curiga: jangan-jangan maksudnya merapat di Hong Kong yang saat itu juga termasuk Guangdong.

Begitu kagum orang-orang Canton melihat desain bendera itu. Mereka menganggapnya indah. Seperti bunga. Sampai disebut sebagai bendera bunga. “美” kata mereka. “Mei”.

Dari situlah sejarahnya mengapa Amerika disebut “美国” (Mei Guo) dalam bahasa Mandarin. Anda sudah tahu: 美 artinya “cantik”. 国, artinya “negara”.

Sayang baru tanggal 19 Mei nanti saya bisa mendarat di Amerika. Tidak sempat ikut menghadiri ultah Trump –ups, ultah ke-250 bendera yang “美” itu. (DAHLAN ISKAN)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Mereka Menemukan Cinta dan Menikah Dalam Komunitas Puisi Esai

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00