• Latest

Kilau Masa Depan di Bengkel Schneider

Mei 2, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kilau Masa Depan di Bengkel Schneider

Redaksiby Redaksi
Mei 2, 2025
Reading Time: 2 mins read
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Priyatmojo Dwi Hendriyatmoko, ST Guru SMK Muda Cepu dan Anggota Satupena Blora Baca Juga Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029 Maret 12, 2026 Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA Maret 8, 2026 Budaya CANTIK Februari 27, 2026 Mentari pagi menyinari halaman SMK Muda Cepu, menyapa para siswa jurusan listrik yang […]

Oleh Priyatmojo Dwi Hendriyatmoko, ST

Guru SMK Muda Cepu dan Anggota Satupena Blora

Mentari pagi menyinari halaman SMK Muda Cepu, menyapa para siswa jurusan listrik yang berseragam praktik biru tua. Hari itu, bengkel Schneider kembali ramai. Seperti biasa, Pak P.D. Hendriyatmoko, ST, guru listrik yang tegas namun bijaksana, sudah lebih dulu hadir, menyusun peralatan praktik dengan rapi.

“Anak-anak, hari ini kita praktik instalasi panel listrik rumah tangga. Harus teliti, jangan main-main!” tegas Pak Hendriyatmoko, suaranya menggema di dalam bengkel.

Dita, Ratih, Faizal, Habib, Arya, Karis, Dini, Wahyu, dan Hermanto segera membentuk kelompok. Mereka sudah terbiasa kerja tim, saling bantu, dan tak jarang saling mengingatkan saat satu sama lain keliru.

Namun di sudut bengkel, Herlino, Agus, Yolanda, dan Vino tampak asyik mengobrol sambil memainkan kabel seperti mainan.

“Hei! Ini bukan tempat nongkrong, kalian ikut praktik atau tidak?” seru Pak Hendriyatmoko mendekat.

Vino tertawa kecil, “Iya, Pak… tapi kayaknya kabel ini rusak, jadi iseng aja…”

“Kalau rusak, laporkan, bukan dipermainkan. Sekali lagi kalian main-main, keluar dari bengkel,” ujar Pak Hendriyatmoko tegas.

Baca Juga

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Maret 12, 2026
Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Maret 8, 2026
Budaya CANTIK

Budaya CANTIK

Februari 27, 2026

Sementara itu, di tengah kegiatan praktik, Karis yang biasanya pendiam berhasil menyambung panel dengan presisi tinggi.

“Luar biasa, Karis! Ini sambungan paling rapi hari ini!” puji Pak Hendriyatmoko. Teman-temannya bersorak kecil, membuat Karis tersenyum bangga.

Melihat itu, Dita berbisik pada Ratih, “Lihat, ya. Jurusan listrik ini memang pilihan tepat. Kita bukan cuma belajar kabel dan saklar, tapi juga masa depan.”

Ratih mengangguk, “Bener. Apalagi kalau kita serius, nanti bisa kerja di PLN, atau buka usaha sendiri.”

Di akhir sesi, semua kelompok diminta mempresentasikan hasil kerja mereka. Meski sedikit canggung, Habib dan Wahyu berhasil menjelaskan sistem kelistrikan kelompoknya dengan percaya diri. Bahkan Herlino dan Vino, setelah ditegur, akhirnya turut membantu dan belajar menyambung stop kontak.

Hari itu, bengkel Schneider tak hanya mengajarkan teknik, tapi juga tanggung jawab, kerja sama, dan harapan.

Pak Hendriyatmoko menutup pelajaran dengan kalimat, “Ingat, anak-anak. Kabel bisa menghantarkan listrik, tapi semangat dan kerja keras kalian yang akan menghantarkan masa depan.”

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Antara Ternak Mulyono dan Anak Abah

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com