POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Catatan Perjalanan Jalan-jalan

Koperasi Desa Akan Bernasib Lebih Parah Daripada KUD Maupun Bumdes

Redaksi by Redaksi
April 21, 2025
in Jalan-jalan
0
Koperasi Desa Akan Bernasib Lebih Parah Daripada KUD Maupun Bumdes - IMG_4209 | Jalan-jalan | Potret Online


Oleh : Suroto

Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES)

Sejak Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa /Kelurahan (Kopdes) Merah Putih diterbitkan, setidaknya ada 18 Kementerian di bawah koordinasi Kemenko Pangan lakukan upaya percepatan pembentukan Kopdes. Disebutkan dalam Inpres tersebut, untuk pembentukanya akan digunakan sumber pendanaan dari APBN, APBD dan APBdesa serta dana pinjaman bank melalui mekanisne Channeling maupun executing.

Baca Juga
  • Koperasi Desa Akan Bernasib Lebih Parah Daripada KUD Maupun Bumdes - cc8c6539 f5a9 4429 aff4 4eede4ff287d | Jalan-jalan | Potret Online
    Jalan-jalan
    Menyinggahi  Kaki Gunung Raung di Kabupaten Banyuwangi di Hari Nan Fitri
    01 Apr 2025
  • Koperasi Desa Akan Bernasib Lebih Parah Daripada KUD Maupun Bumdes - 92ff28a5 516c 4d32 8f00 8d49af97366a | Jalan-jalan | Potret Online
    Jalan-jalan
    KUFLET: LATIHAN “SAYAP-SAYAP PROKLAMASI” SEMAKIN MANTAP MENUJU PERTUNJUKA
    26 Nov 2024

Pendekatan pengembangan Kopdes ini menurut Petunjuk Pelaksanaan yang diterbitkan oleh Kementerian Koperasi juga gunakan mekanisme yang sama dengan BUMDes, yaitu melalui Musyawarah Desa (Musdes). Di mana ini artinya pola pengembanganya akan ikuti pola jalur birokrasi desa yang sama dengan BUMDes yang akan lemahkan semangat kewirausahaannya. Satu hal yang fatal karena ini akan mendorong birokratisasi bisnis Kopdes yang hanya akan mengandalkan fasilitasi program kebijakan pemerintah.

Dengan demikian, nasib Kopdes ini bahkan akan lebih parah dibandingkan dengan Koperasi Unit Desa (KUD) di masa lalu ataupun BUMDes. Sebab pembentukan KUD dulu walaupun dapat dikatakan kurang berhasil tidak perlu dibebani dengan birokrasi politik pemerintahan desa. Sementara BUMDes itu imperatif Undang Undang Desa.

Baca Juga
  • 01
    Jalan-jalan
    MENTERI KEBUDAYAAN RI SAMPAIKAN KULIAH UMUM DI ISI PADANGPANJANG
    30 Okt 2024
  • Koperasi Desa Akan Bernasib Lebih Parah Daripada KUD Maupun Bumdes - b3245cee e0d8 4d54 858e 190f9130a2a0 | Jalan-jalan | Potret Online
    Jalan-jalan
    Hari Bumi, Tanam Pohon Matoa
    22 Apr 2025

Sumber permodalan Kopdes ini sesungguhnya juga belum jelas.

Pemerintah secara anggaran tidak mencantumkannya dalam RAPBN (nota keuangan). Sementara bank negara yang diharapkan akan salurkan kredit program juga tentu akan hadapi masalah sistem prudensial dari bank. Lembaga yang baru dibentuk dengan modal pengalaman bisnis yang lemah dan sistem kelembagaan yang tidak memadai tentu sulit untuk dapat diharapkan pengembalian pinjamannya.

Baca Juga
  • Koperasi Desa Akan Bernasib Lebih Parah Daripada KUD Maupun Bumdes - 1ad5be4f c47d 424f 85f5 c4f9d7e8f150 | Jalan-jalan | Potret Online
    Jalan-jalan
    Kenapa Amerika Sangat Ditakuti?
    04 Apr 2025
  • 02
    Jalan-jalan
    Ragam Tas Motif Aceh
    09 Okt 2017

Kalaupun mau dikembangkan melalui birokrasi pemerintah, jauh sekali jika dibandingkan dengan pola pengembangan Badan Penanaman Investasi (BPI) Danantara. Lembaga ini dibentuk dengan serahkan asset riil BUMN sebagai modalnya melalui mekanisme imbreng (penyerahan) oleh Pemerintah. Secara hukum juga diperkuat melalui UU dan Peraturan Pemerintah. Asetnya pun sudah jelas besaranya, bernilai kurang lebih 13.000 trilyun dari hasil konsolidasi asset BUMN dan sumber asset negara lainya. Sementara manajemenya dikelola oleh mereka yang memiliki pengalaman bisnis.

Lembaga Kopdes yang minus pendanaan dan amburadul dalam kelembagaan ini pun sudah dibebani dengan berbagai agenda program nasional seperti berantas kemiskinan, pengangguran dan beban negara lainya. Ibarat kapal, Kopdes ini adalah perahu kecil yang terbuat dari bahan yang rapuh, dijejali banyak muatan dan tanpa bahan bakar yang cukup serta arah dan nahkoda yang minim pengetahuan navigasi bisnis.

Bandingkan dengan Danantara, tidak sedikitpun ada ucapan pejabat yang bebankan kepadanya untuk turut kurangi masalah pengangguran, apalagi berantas kemiskinan. Bank bank negara itu bahkan juga tidak diperintah untuk berantas rentenir seperti Kopdes.

Danantara ini dibentuk melalui revisi UU BUMN sebagai dasar regulasinya. Dibahas dalam senyap hingga rakyat tidak tahu ketika hak kepemilikan konstitusional per se-nya diambil alih oleh pemerintah. Sementara Kopdes ini hanya didasarkan pada instruksi presiden dan konsep yang lemah dan salahi hakekat koperasi sebagai bisnis swasta.

Ketidakjelasan sumber pendanaan dan juga konsep kelembagaan yang berantakan serta target ambisius pemerintah di atas maka akan tempatkan nasib Kopdes ini tentu akan lebih parah dibandingkan nasib KUD atau BUMDes sebelumnya. Hanya akan untungkan makelar program dalam jangka pendek dan bebani anggaran pemerintah di tengah kondisi defisit fiskal yang semakin melebar. Lebih parah dari itu, hanya akan menambah citra buruk koperasi di masyarakat karena tidak hargai otonomi serta demokrasi koperasi.

Jakarta, 20 April 2025

Previous Post

Blok Masela Dan Oceanomics Indonesia Timur

Next Post

Hari Kartini: Antara Pakaian Adat & Semangat Emansipasi. Adakah Relevansinya?

Next Post
Koperasi Desa Akan Bernasib Lebih Parah Daripada KUD Maupun Bumdes - kartini | Jalan-jalan | Potret Online

Hari Kartini: Antara Pakaian Adat & Semangat Emansipasi. Adakah Relevansinya?

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah