• Latest
Dokter Spesialis Selangkangan

Dokter Spesialis Selangkangan

April 15, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Dokter Spesialis Selangkangan

Redaksiby Redaksi
April 15, 2025
Reading Time: 3 mins read
Dokter Spesialis Selangkangan
593
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Mila Muzakkar

(Puisi esai ini didramatisasi dari kasus pemerkosaan anak pasien oleh dokter anestesi RS. Hasan Sadikin Bandung)

Di balik jendela kaca, kupandangi tubuh Ayah yang terkulai di atas bansal ruang ICU.
Matanya terpejam, kulit keriputnya bagai daun gugur di musim kemarau, sunyi dan rapuh.
Selang-selang infus menjalar seperti ular lapar menggerogoti tubuhnya.

Sekali lagi, kulirik Ayah.
Tak ingin kutinggalkan ia, sedetik pun.
Namun inilah panggilan seorang dokter.
Titahnya bagai sabda yang harus dituruti, jika ingin sembuh.

“Ayo Mbak, kita harus segera lakukan tindakan.” Suara dokter anestesi itu menggema untuk ketiga kalinya.
Terburu-buru ia memintaku ikut, ke ruang lain demi kesembuhan Ayah, katanya.

“Tapi… bagaimana dengan Ayahku, Dok?” suaraku gemetar, nyaris lenyap dalam kekhawatiran.
Wajah Dokter Andy mengeras.
“Mbak Nita mau Ayahnya sembuh atau tidak? Kalau mau, ikut ke lantai tujuh sekarang.”

Langkahku tergesa di belakang tubuhnya yang tinggi, besar.
Ia tampak muda. Gagah.
Tapi sorot matanya mulai kurasakan asing.

Di lantai tujuh, ruangan kosong.
Sunyi memelukku erat.
Mataku menyisir ruangan.
Tak ada perawat. Tak ada siapa-siapa.
“Ii… ini… ruangan apa, Dok? Kenapa sepi? Di mana perawatnya?” suara gugupku pecah menembus tembok ruangan kosong itu.

“Pakai baju pasien ini, lalu baring di bansal. Kita harus crossmatch darah,” katanya. Tapi sorot matanya tak lagi menenangkan.
Ia bagai harimau yang siap menerkam.

Jantungku berlomba dengan waktu, nafas tak beraturan.
Di kepalaku huru-hara: kenapa ganti baju? kenapa di sini, bukan di laboratorium?

Sekelebat wajah Ayah terlintas.
Sebulan sudah ia tertidur lemah.
Matanya tak pernah terbuka.
Bibirnya kelu.
Aku rindu suaranya, senyumnya.
Aku ingin ia kembali.

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
Di Antara Takbir dan Keranda

Di Antara Takbir dan Keranda

Maret 23, 2026
Siapa  yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

Siapa yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

Maret 14, 2026

Aku harus percaya pada dokter.
Kata mereka, dokter tahu yang terbaik.
Maka, satu-satu keraguannku kuhempaskan, kubiarkan berhamburan di lantai.

Infus ditancapkan ke tanganku. “Darah ini akan menyelamatkan Ayahmu,” kata dokter Andy.
Lalu, segalanya gelap.
Aku tak tahu lagi apa yang terjadi.


Saat kuterbangun, ruangan redup. Langit-langit menatapku kosong. Tak ada siapa-siapa.
Tubuhku nyeri. Tapi yang paling perih, selangkanganku.

Perlahan, aku duduk di bansal.
Mataku mengawasi sekeliling.
Selangkanganku kembali nyeri.
Tapi… “Ya Tuhan, kenapa aku tak memakai celana dalam?”

Aku turun dari bangsal.
Lantai dingin dan lengket.
Cairan putih berserakan.
Kepalaku penuh tanya, penuh takut, penuh gemuruh yang tak bisa kuteriakkan.

Terseok-seok aku tinggalkan ruangan.
Di depan lift, petugas kebersihan menatapku, ia seperti malaikat yang dikirim Tuhan.
Dipapahnya aku menuju ruang perawatan.
Kali ini, ruangan terang.
Ada alat-alat medis, ada manusia, ada harapan.

Seorang dokter perempuan datang.
Lembut ia bicara: “Dari hasil visum, Mbak mengalami kekerasan di bagian vagina.”

ADVERTISEMENT

Langit runtuh menimpa jiwaku.
Duniaku gelap seketika.
Darahku nyaris berhenti mengalir.

Dokter anestesi itu, yang kupercayai, yang kujadikan harapan untuk kesembuhan Ayah, telah memperkosaku dengan cara yang paling keji.

Kini, aku memikul dua luka: Luka Ayah yang masih terbaring di ruang ICU, dan luka tubuhku yang tak bisa kusembuhkan sendiri.

Tuhan, bagaimana caraku melanjutkan hidup?
Ayah masih membutuhkan aku, tapi aku juga butuh ruang untuk merawat hatiku yang hancur, yang tak lagi utuh.

15 April 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

BENGKEL OPINI RAKyat

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com