POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Catatan Perjalanan Jalan-jalan

Mencicipi Jajanan Jadul “Suwar -Suwir” Hingga Makan Malam di Warung “Bu Ony”

Catatan Perjalanan Silaturahmi Idul Fitri 1446 Hijriyah di Kota Jember

Anies Septivirawan by Anies Septivirawan
April 8, 2025
in Jalan-jalan, Kuliner
0
Mencicipi Jajanan Jadul “Suwar -Suwir” Hingga Makan Malam di Warung “Bu Ony” - Suwar Suwir.jpg | Jalan-jalan | Potret Online

‎Oleh: Anies Septivirawan
‎
‎Nuansa hari raya idul Fitri 1446 Hijriyah  masih terasa kental. Hal itu masih tampak dari masih banyaknya umat muslim di indonesia melakukan safari silaturahmi kepada para sanak, saudara dan para handai taulan.
‎
‎Tidak terkecuali di Situbondo. Aku dan keluarga masih melakukan safari silaturahmi yang kuawali beranjang sana ke rumah pamanku pada tanggal 1 Syawal dilanjutkan mudik ke rumah kampung halaman istriku di kecamatan Genteng, Banyuwangi.
‎
‎Dan sekarang, hari ini, Sabtu, tanggal 5 April 2025 Masehi atau 6 Syawal 1446 Hijriyah, aku dan keluarga melakukan safari silaturahmi ke rumah saudara kandungku yang tertua di kota Jember yang terkenal julukannya dengan  kota “Suwar-Suwir”. Mendengar namanya, aku sangat penasaran tentang bentuk dan rasanya serta bahan bakunya.
‎
‎Syahdan, selepas waktu shalat ashar, aku dan istriku meluncur dan segera mencari tempat jajanan khas Indonesia Jember tersebut. Tepat pada pukul 15.00, kami berdua tiba di toko yang menjual “Suwar-Suwir” itu.
‎
‎Ternyata tidak hanya satu toko itu saja yang menjual makanan kue khas Kabupaten Jember tersebut. Tempatnya, berlokasi di Jalan Gajah Mada ada sekitar sepuluh toko berderet dari barat ke timur di sepanjang jalan Gajah Mada yang masuk dalam wilayah ada Kecamatan Kaliwates, Jember.
‎
‎Jajanan jaman dulu (jadul) yang disebut “Suwar -Suwir” ini sudah aku dengar sejak aku duduk di bangku SD, berpuluh tahun lalu. Tapi, anehnya, aku baru mendengar sekarang nama itu. Maka dari itu, aku mencoba menepis rasa penasaranku dengan cara mendatangi “Pusat Ole-ole” di Kota Jember ini. Walhasil, aku pun bertemu dengan makanan yang katanya berbahan baku dari tape (buah singkong yang difermentasi).
‎
‎Di etalase toko itu, sudah tampak “Suwar -Suwir berbagai bentuk kemasan dan rasa. Mulai dari rasa asli tape hingga rasa sirsak. Harganyapun bervariasi, terganggu besar atau kecilnya kemasan kue itu.
‎
‎Aku memilih kemasan ukuran kecil dan sedang. Dan varian rasa yang kubeli adalah “Suwar -Suwir rasa asli tape., seharga Rp 70 ribu. Lumayanlah, untuk “buah tangan” atau ole -ole teman – teman dan saudara di Situbondo.
‎
‎Dan ketika senja hari kami lalui di Kabupaten Jember, perut kami sekeluarga mulai terasa lapar. Kami pun mencari menu makanan murah dan enak di sepanjang jalan Gajah Mada, masih di kawasan Kecamatan Kaliwates.
‎
‎Kemudian kami temukan sebuah warung lesehan (warles) yang menyuguhkan menu makanan yang kebanyakan orang yang singgah makan di warung itu.
‎
‎Aku, istri dan anakku duduk lesehan di tikar dan karpet warung itu. kutemukan di daftar menu ada lalapan ayam, gurami, lele, tempe hingga bebek bledek yang harganya sangat pas di kantongku aiias murah. Dan… tentu saja rasanya membuat lidah kami tidak kecewa alias enak.
‎

Tags: jalal-jalanKuliner
Previous Post

Peluh Kunjungan Presiden Sine Qua Non 2050

Next Post

Dua Ekor Ayam dan Darah yang Mengering

Next Post
Mencicipi Jajanan Jadul “Suwar -Suwir” Hingga Makan Malam di Warung “Bu Ony” - 1000486727_11zon | Jalan-jalan | Potret Online

Dua Ekor Ayam dan Darah yang Mengering

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah