• Latest
Puisi – Puisi Muslimin Lamongan

Puisi – Puisi Muslimin Lamongan

April 1, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Puisi – Puisi Muslimin Lamongan

Redaksiby Redaksi
April 1, 2025
Reading Time: 11 mins read
Tags: #Puisi
Puisi – Puisi Muslimin Lamongan
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

.

[24/1 17.15] lmus8972:

KUPU-KUPU

derap waktumu habis hanya mengejar kupu-kupu

mari menanami taman bunga-bunga merekah

biar deras hujan membasah matamu

mengembung bening hening rinduku

padamu kupu-kupu datang merubung 

senja ini tawamu mendengung gurindam salam

menapis semua gumam sendu

lihatlah kupu-kupu penakluk dendam

memeram ulatnya meredam makar

hingga berbenah menghias pesona tanpa gahar

warna-warni cantik menebar jemput hati lebam

berganti senyum tawa menyunting harapan

bahwa hidup itu indah tegar menawan

Lamongan, 24 Januari 2025

[26/1 19.47] lmus8972:

TERBUANG

bahkan rintik gerimis pun aku berteduh di rindang ceri

tak sanggup menadah deras hujan,

apalagi menggenggam kecamuk badai 

takaran kita berbeda, aku salut kagum padamu, sayang

terabas hujan menggantang awan

terik mentari menggelar senyuman

penjinak siang penggawang malam

menyusut air mata diserahkan ke rembulan

penelantar ditinggalkan tanpa pesan dan kasih sayang

anak-anak yang beku di bawah jembatan dan emperan

dilempar ke jurang nista dianggap kutukan

matamu elang menyergap suram zaman

dihempas gelombang takdir tak bertuan

ADVERTISEMENT

di lampu merah biaran mengiba pura-pura

di trotoar membata hati para pejalan

hanya Tuhan yang peduli

hanya Tuhan membersamai sejati

Lamongan, 26 Januari 2025

[26/1 21.40] lmus8972:

JIKA SUDAH MASANYA

jika sudah masanya, hujan turun tanpa dipaksa

jika sudah masanya, deras rinai bergantian menyuburkan

jika sudah masanya, tetumbuhan meranum hijau bersuntingan

jika sudah masanya, doa-doa jadi kasunyatan

mengalir bening tirta telaga

kembang padma bermekaran 

mengaca diri pagi  membinar wajah keriangan

ternyata kepedihan bisa jadi tuntunan kehidupan

ternyata tangisan bisa jadi tumpuan kelaraan

dan kita bertahap tapi pasti

melewati tikungan menurun mendaki

curam jurang menghela kendali

licin jalan meredam ambisi ilusi

jika sudah masanya, segalanya indah bisa terjadi

Lamongan, 27 Januari 2025

[26/1 23.31] lmus8972:

DULU DAN KINI

dulu,

hari-hari kenangan mengupas bawang merah

terasa pedih di mata semerbak harum gorengan

nasi jagung hangat pagi menjelang

ikan pindang lombok tomat osengan

berangkat ke sawah mengayun langkah pematang

mengharap panen harga tak dipermainkan

kini,

sawahku tak ada dangau sekarang

bercengkerama burung manyar bersahutan

sekendi air ubi rebusan hilang ditelan zaman

aku tergesa kuli bangunan di kota

sawahku sekadar hiburan penat badan

hijaunya tak lagi meminat angan kedamaian

perumahan mengapling menyesak harapan

ganti rugi hilang melayang sebulan

mobil motor gawai biaya menjulang

generasi jadi pegawai suap mencekik gajian

buruh pabrik menjanjikan ketenangan dalam kelelahan

sawahku mungkin hilang pondasi apartemen ditancapkan

Lamongan, 28 Januari 2025

[27/1 20.26] lmus8972:

SECANGKIR KOPI 2

secangkir kopi tak sempat menyampaikan rindu hati jiwanya

pada gerimis dan angin tenggara senja ini

hingga dingin melucuti hangat kepulnya

tak mengapa karena cinta bukan kedua bola matanya

tak menyesal karena hakikinya tak ada perpisahan

jarak dan waktu semakin mengerat penjalinan

gamang mengambang membulat lingkaran rumpunan

marga berhimpun meruntuhkan persengketaan

secangkir kopi adalah bahasa keakraban 

tak ada kasta meski harga berbeda, ia tetap hitam

meluruh racun-racun strata pengaburan

penikmatnya tersenyum tanda akrab kemanusiaan 

saling berbagi silam harapan ke depan

saling menertawai mengharu bijak dalam canda

Baca Juga

Di Jalan Pulang

Oktober 15, 2025
Sarjana Dalam Gendongan

Sabang: Daerah Wisata, Jalur Free Port dan Harapan Baru

Agustus 21, 2025

HABA Si PATok

Mei 13, 2025

tak mengadili saling wawas diri

Lamongan, 28 Januari 2025

[28/1 17.19] lmus8972:

KOSONG SAHARA

hidup menelantar diri tak bertuan, kosong sahara

berteriak kehausan menuding sangka keliaran

membiarkan hujan tak bertanam walau sebatang angan

melara diri hingga renta pembiaran

remuk redam seluruh tubuh pesakitan

begitulah, jika puja dipersonakan gayuhan

tepuk tangan penyaksi melambung layang

layang-layang putus tersangkut duri dadap

atau robek rebutan bocah menertawakan

kakinya hampir lumpuh matanya makin sayu

ingin sekali berhuma di tengah hutan

mencumbui bening air mengalir

mengirama kicau burung bersahutan

meresapi hijau tetumbuhan bugar

maka dia menulis rencana lakuan,

namun sekadar sketsa buram hitam,

entah

Lamongan, 29 Januari 2025

[28/1 19.29] lmus8972:

SERIBU CEMARA DI JALAN VETERAN, 1985-1988

kamu tulis surat cinta harum bersampul ungu

kubaca berulang antara yakin dan mimpi

tapi aku tak berani membalas, sepedaku mini lawas

uang sakuku ngepas hanya beli teh hangat

dan goreng pisang sebiji setiap hari

kadang beli majalah tempo bekas, jadi makan angin lepas

kubaca tempo berlagak intelek berkelas

jurusan sosial berangan politikus atau analis ekonomi mikro

berharap teman sering traktir tanpa sindir

suatu hari sepatuku bolong dikerat tikus

tubuhku kecil suka basket tak bisa voli

temanku pegang bola, aku hanya berlari

tanpa kendali, sepatuku

kutambal kertas karbon hitam menutup

beruntung guru olahragaku sangat peduli

memberi sepatu, beliau sekarang di surgaNya

kulacaki seribu cemara di jalan veteran

kini hilang berganti riuh kuliner variasi

seribu cemara itu pucukku mimpi 

bila hati galau lupa uang saku tertinggal di laci

mendongak ke atas, lancip cemara menembus

langit khayali, bahwa kala itu tiba

segala riang pasti terjadi

Lamongan, 28 Januari 2025

[29/1 03.58] lmus8972:

GONG XI FA CAI

rimbun bambu, panda, pendekar rajawali, Gus Dur,

merasuki hangat kopiku pagi ini

bakpao hangat manis senyum menghias hari-hari

usai subuh berbaju koko udara membugari

perjalanan mencari kitab suci akan kutempuh laju

walau terjal mendaki menapak falsafi

menembus tembok sekat manusiawi

silang budaya meredam dendam saling peduli

hidup tak sekadar memburu angpao ragawi

jurus dewa mabuk meretas angkara duniawi

bershaolin menempa diri melantang matahari

memurnamai rembulan merengkuh mimpi

mobilitas lesat mendamai tradisi

berziarah moyang sebab silam adalah luhur

menata harkat keluarga merestui

selamat tahun baru, saudaraku

meniti hari bertabur doa-doa suci 

kreasi tanpa henti beradab dimensi

Lamongan, 29 Januari 2025

[29/1 18.28] lmus8972:

MERINAI HUJAN SENJA

merinai hujan senja jingga, alir merendah mencari muara

membiru bening pendar mentari megah semesta ini

samudera hati memilah bijaksana

begitulah hendaknya, setiap prahara dihadapi legawa

bukan jumawa merasa diri busung segalanya

yakinlah bakal petaka tangga menimpa

bukankah air pelarut doa-doa mustajabah

bukankah air memantas diri sesuai wadahnya

tak pernah paksa menyesaki interaksia

air hanya butuh tepat kelola

jangan susut memaksa bandang akhirnya

merinai hujan kanakmu telanjang dada

bergelut hitam lumpur canda tawa

begitulah harusnya, menempa setiap selisih

melapang terima solusi dengan gembira

maghrib tiba, Tuhan teduhnya

Lamongan, 30 Januari 2025

[30/1 10.12] lmus8972:

HUJAN ALGORITMA

hujan pagi ini algoritma

rangkai madah anggrek bulan

kusunting dirimu janji suci

cincin melingkar bulat tekadan

sadari samudera bukan permainan

bahteraku kayu namun kukuh

navigasi terarah dermaga harapan

geometri kasihmu simetris

kadang aljabar minusku mengacak buritan

namun garis lurusmu sudut beraturan

membangun prisma keutuhan

rumus sederhana: berbagi mengganda keberkahan

ekuilibrium bukan angka-angka penambahan

dalam pengurangan tersembunyi hikmah

selalu ada himpunan ganjil kegundahan

kita perhitungan, Tuhan menggenapkan

takdirNya tak terhingga keapikan

Lamongan, 30 Januari 2025

Penulis Puisi, Muslimin Lamongan, adalah guru bahasa Indonesia di SMP Islam Tikung dan SMP tashwirul Afkar Sarirejo Lamongan Jatim

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Menyinggahi  Kaki Gunung Raung di Kabupaten Banyuwangi di Hari Nan Fitri

Menyinggahi  Kaki Gunung Raung di Kabupaten Banyuwangi di Hari Nan Fitri

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com