• Latest
Pulang untuk Lebaran - 20af9b99 bab8 430f 9710 e1bcda9750ce | Cerpen | Potret Online

Pulang untuk Lebaran

Maret 28, 2025
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Pulang untuk Lebaran - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerpen | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Pulang untuk Lebaran - 20af9b99 bab8 430f 9710 e1bcda9750ce | Cerpen | Potret Online

Pulang untuk Lebaran

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Maret 28, 2025
in Cerpen
Reading Time: 3 mins read
0
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Jujur, saya yang nulis ini meneteskan air mata. Semoga kalian kuat nahan tangisan. Bila tak kuat, siapkan tisu segulung. Inilah cerita base on true story.

Fitri melangkah pelan di jalanan berbatu menuju rumah tua yang sudah bertahun-tahun hanya ia lihat lewat layar ponsel. Sepuluh tahun di Taiwan, bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga, melewati hari-hari penuh rindu demi menyambung hidup keluarganya di desa kecil di Jawa Tengah. Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat. Ia pergi saat adik-adiknya masih bermain di halaman rumah, kini mereka sudah hampir selesai sekolah berkat kiriman uangnya setiap bulan.

Fitri menahan napas di depan pintu kayu yang catnya mulai terkelupas. Tangannya bergetar saat mengetuk pelan. Pintu berderit terbuka, memperlihatkan sosok wanita tua dengan kerutan di wajahnya yang kian dalam. Ibunya. Tapi sang ibu tidak mengenalinya.

“Ibu, maaf… saya dari yayasan, mau minta sumbangan untuk anak yatim piatu jelang lebaran.” Fitri menyodorkan map dengan suara bergetar. Wajahnya tertutup masker, hanya matanya yang terlihat, mata yang mulai basah oleh genangan air mata.

Ibunya menatapnya dengan ragu, kemudian mempersilakan masuk. “Duduk sebentar, ya. Tunggu Bapak di belakang.”

Fitri duduk di tikar usang di ruang tamu. Tak lama, suara langkah kaki terdengar. Sosok lelaki tua dengan rambut memutih dan tubuh kurus masuk ke ruangan. Wajahnya kaku, matanya sayu, seperti menanggung beban hidup yang terlalu berat. Itu bapaknya.

“Bapak, ini ada tamu minta sumbangan,” ucap sang ibu.

Si bapak merogoh sakunya yang hampir kosong. Ia mengeluarkan selembar uang sepuluh ribuan yang sudah lecek, menyodorkannya dengan tangan gemetar. “Maaf ya, cuma ini yang Bapak punya…”

Fitri menerima uang itu dengan tangan bergetar. Air matanya mulai tak tertahan. Perlahan ia melepas maskernya. Napas bapaknya tercekat. Ibunya memperhatikan lekat-lekat wajah itu, garis wajah yang tak asing. Mata yang penuh kerinduan.

“Bu… Pak… ini aku…”

Ibunya terlonjak, tangannya menutupi mulut. “Fitri…? Fitri anakku…?”

Air mata mulai membanjiri pipi tuanya. Fitri mengangguk, lalu merosot ke lantai, bersimpuh di kaki orang tuanya. “Maaf, Bu… Pak… aku pulang… Aku kangen…”

Sang bapak terduduk, matanya membelalak tak percaya. Tubuhnya mulai bergetar, lalu menangis dalam diam. Ibunya langsung memeluk Fitri, menangis keras, tubuhnya terguncang.

“Anakku… anakku pulang…” Suara ibunya pecah, memeluk tubuh Fitri yang juga terisak.

Fitri menggenggam tangan bapaknya yang kasar dan keriput. “Maafkan aku, Pak… Aku terlambat pulang…”

Bapaknya menggeleng, menahan tangis yang akhirnya pecah. “Kamu nggak pernah terlambat, Le… Kamu pulang, itu sudah cukup…”

Tangisan memenuhi ruang sempit itu. Tiga sosok yang saling merindukan, akhirnya bertemu kembali dalam dekapan yang penuh cinta.

Fitri menatap wajah bapak dan ibunya yang penuh air mata. Ia tahu, tak ada tempat seindah pelukan orang tua. Tak ada kebahagiaan sebesar bisa pulang, meski setelah sekian lama.

Baca Juga

di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026
Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
ADVERTISEMENT

Beruntung buat kalian masih punya ayah dan ibu. Masih bisa merasakan pelukan hangat keduanya. Masih bisa memberinya THR. Masih bisa bermanja ria. Tidak bagi yang semua telah tiada. Hanya bisa berdoa di atas makam mereka. Berdoa untuk mereka agar tenang du alam sana. Selamat bagi yang mudik, semoga selamat sampai tujuan. Selamat lebaran, mohon maaf lahir dan batin buat semua follower saya.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 342x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 312x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: #cerpen
SummarizeShare235Tweet147
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Baca Juga

Kenangan yang terlupakan di cermin
Cerpen

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
Pulang untuk Lebaran - IMG_2645 | Cerpen | Potret Online
Cerpen

Gerbang Besi dan Mimpi yang Ditinggal

Januari 7, 2025
Pulang untuk Lebaran - 9c4c192b 476b 4fb7 a693 a3a3f83b9655 | Cerpen | Potret Online
Aceh

Durian Raja Pendekar dari Lamuri

Januari 7, 2025
Pulang untuk Lebaran - 8d0cc1da fcd1 490b a74a 38691a589acc | Cerpen | Potret Online
POTRET Budaya

Duka Lara Itu Akan Amerta Dalam Atmajaku

Oktober 31, 2024
Next Post
Pulang untuk Lebaran - 02c8480f 1742 4d09 a073 295a74824ffd | Cerpen | Potret Online

BENGKEL OPINI RAKyat

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com