• Latest
Pulang Mudik Yang Terhimpit Kondisi Ekonomi Yang Sulit - 96702e2a 05af 4cbb 87f6 21959e7921a5 | #Mudik | Potret Online

Pulang Mudik Yang Terhimpit Kondisi Ekonomi Yang Sulit

Maret 16, 2025
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Pulang Mudik Yang Terhimpit Kondisi Ekonomi Yang Sulit - 1001348646_11zon | #Mudik | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Pulang Mudik Yang Terhimpit Kondisi Ekonomi Yang Sulit - 1001353319_11zon | #Mudik | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Pulang Mudik Yang Terhimpit Kondisi Ekonomi Yang Sulit - 1001361361_11zon | #Mudik | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Pulang Mudik Yang Terhimpit Kondisi Ekonomi Yang Sulit

Jacob Ereste by Jacob Ereste
Maret 16, 2025
in #Mudik, lebaran
Reading Time: 3 mins read
0
Pulang Mudik Yang Terhimpit Kondisi Ekonomi Yang Sulit - 96702e2a 05af 4cbb 87f6 21959e7921a5 | #Mudik | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Jacob Ereste :

Meski lebaran hari raya Idul Fitri 2025 masih beberapa hari lagi, bingkisan lebaran dan THR sudah datang dari seorang sahabat yang jauh. Agaknya, dia takut bingkisan dan THR yang dia kirimkan terlambat. Karena itu, dari sahabat yang lebih dekat tinggalnya, mungkin merasa tak terlalu khawatir untuk mengirimkan beberapa hari nanti. Meskipun saat mendekati waktu perayaan hari raya Idhul Fitri tiba, kesibukan jasa pengiriman termasuk Petugas Pos milik Pemerintah akan kewalahan juga seperti tahun lalu.

Arus mudik mungkin hari raya tahun ini tidak akan terlalu sibuk. Akibat kondisi ekonomi nasional serta rakyat sedang terpuruk. Mungkin sudah berada di bawah titik nol. Sebab semua usaha tampak macet. Banyak pedagang baru yang bermunculan, tapi tidak ada pembeli. Hingga beragam macam buah-buahan yang melimpah hasilnya tahun ini, tampak merana karena tiada ada pembeli.

Baca Juga
  • Bacaan Menjelang Lebaran.
  • Sambut Idulfitri 1442 H, DLHK3 Banda Aceh Kerahkan 150 Petugas Bersihkan Kota

Agaknya, karena kondisi ekonomi umumnya sedang terkulai lesu seperti itu, gairah untuk mudik pun terkesan tidak terlalu menjadi minat banyak orang. Bahkan pergunjingan soal mudik pun seperti tak pernah menjadi topik bahasan yang serius. Padahal, pemerintah bersama sejumlah instansi bahkan pihak swasta sudah banyak menawarkan pulang mudik gratis.

Tiadanya gairah untuk pulang mudik, tentu saja masalahnya bukan sekadar ongkos. Tapi perlu menyangking semacam buah tangan untuk keluarga di kampung yang seabrek jumlahnya itu.

Baca Juga
  • Tim Gabungan Forkopimda Kota Banda Aceh Tutup Sejumlah Dagangan PKL dan Pedagang Kaki Lima dan Pedangang Musiman
  • Potret Lesunya Ekonomi Indonesia yang Tak Bisa Diabaikan

Betapa tidak, mulai dari Kakek dan Nenek hingga jajarannya sampai sepupu dekat dan sepupu jauh serta tetangga kiri dan kanan, terasa kurang afdol bila tidak dibawakan buah tangan khusus, seperti yang acap dibayangkan dahulu semasa di kampung bahwa apa saja yang berasal dari kota pasti memiliki daya tarik tersendiri. Ya, maklum saja di kampung tidak terlalu banyak seperti yang dapat ditemui di kota.

Dengan kata lain, dapat segera dibayangkan minimal untuk oleh-oleh itu dengan asumsi ongkos bisa gratisan. Sementara dalam tradisi mudik, tidak mungkin dan tidak jamak dilakukan sendiri tanpa mengikutsertakan keluarga. Lha, dengan anak istri atau suami saja minimal sudah tiga orang biayanya yang harus disediakan. Belum lagi kalau mau memboyong serta cucu dan menantu, minimal perlu disediakan satu unit kendaraan berikut bekel atau sangu dan kebutuhan lainnya selama dalam perjalanan. Maka dalam kondisi ekonomi yang sedang sulit sekarang ini, hasrat atau semacam mimpi untuk pulang mudik ke kampung lebih dominan untuk ditunda pada lain kesempatan.

Baca Juga
  • Meneguk Sejuk Sensasi Danau Laut Tawar Takengon Sambil Lebaran
  • 🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Karena itu hingga pertengahan bulan ramadhan berjalan, topik maupun wacana perihal mudik masih sepi-sepi saja. Soalnya bukan tak ada hasrat dan gairah untuk setahun sekali menjenguk kampung halaman dan keluarga yang ada, tapi peluang untuk mudik memang sedang terkekang oleh kondisi ekonomi nasional yang merata susahnya.

Agaknya itu pula sebabnya bingkisan lebaran dan THR sudah mulai berdatangan. Ini menunjukkan isyarat bahwa untuk sekedar kumpul pun sesama sahabat dan kerabat yang telah mengirimkan bingkisan dan THR-nya itu menunjukkan gejala yang kelak saat lebaran tak mungkin bisa berjumpa.

Yang pasti, soal ucapan selamat lebaran dan permohonan maaf sekiranya ada salah dan khilaf mulai dirancang sekalian menyusun daftar prioritas kepada siapa saja yang paling utama agar tidak sampai terlupakan.

Tradisi pulang mudik saat lebaran itu jelas bagian dari pengaruh agama — tak hanya Islam — karena berkumpul bersama keluarga merupakan bagian dari anjuran agama untuk menjaga silaturahmi agar tak terputus, utamanya dengan generasi berikutnya yang mungkin saja belum sempat berjumpa dan dikenal sebelumnya.

Kendati pada era media sosial berbasis internet sekarang ini menyediakan beragam kemudahan untuk berkomunikasi dan berinteraksi, tetap saja nuansa tatap muka langsung mempunyai nilai psikologis yang tidak dapat disublimasikan. Sebab pertemuan langsung itu memiliki getaran kejiwaan dan keindahan yang tidak akan terlupakan. Ya, apa boleh buat, kerinduan pulang mudik sedang terkait kondisi ekonomi yang sulit, tak hanya di kota, tapi juga di desa kampung halaman kita.

Banten, 13 Maret 2025

Share234SendTweet146Share
Jacob Ereste

Jacob Ereste

Next Post
Pulang Mudik Yang Terhimpit Kondisi Ekonomi Yang Sulit - 1000423367_11zon | #Mudik | Potret Online

Masayoshi; Sekumpulan Shinobi Rahasia

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com