POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Merajut Kebersamaan dalam Keragaman: Refleksi dari Tadarus Puisi & Pameran Puisi Eksperimental

RedaksiOleh Redaksi
March 13, 2025
Merajut Kebersamaan dalam Keragaman: Refleksi dari Tadarus Puisi & Pameran Puisi Eksperimental
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Viktoria Aso (Mahasiswi UKWMS) 

Puisi adalah ruang kebebasan, tempat suara-suara hati berpendar tanpa batas. Ia lahir dari pengalaman, pergulatan batin, dan kepekaan terhadap kehidupan. Dalam setiap lariknya, puisi mampu menyampaikan pesan yang lebih dalam dari sekadar kata-kata. Hal ini terasa begitu nyata dalam acara Tadarus Puisi & Pameran Puisi Eksperimental yang digelar oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Madiun. Acara yang menghadirkan mahasiswa, dosen, dan tokoh sastra ini menjadi momentum berharga dalam merajut kebersamaan dalam keberagaman melalui sastra.

Di tengah dunia yang semakin penuh dengan perbedaan pendapat, sastra hadir sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai perspektif. Puisi, sebagai salah satu cabang sastra, memiliki kekuatan untuk menciptakan ruang dialog yang lebih intim dan mendalam. Dalam acara ini, kehadiran komunitas Gusdurian Madiun dan sastrawan Fileski Walidha Tanjung menjadi bukti bahwa sastra bukan hanya milik akademisi, tetapi juga masyarakat luas. Dengan latar belakang yang beragam, setiap individu membawa sudut pandang tersendiri yang kemudian menyatu dalam satu panggung ekspresi bersama.

Salah satu momen yang menggugah dalam acara ini adalah pembacaan puisi oleh Dr. Ardi Wina Saputra, dosen sekaligus penggagas acara, yang membawakan puisi Ramadan Malam Lebaran karya Sitor Situmorang. Pilihan puisi ini terasa begitu relevan dengan semangat Ramadan yang penuh refleksi dan kebersamaan. Lebih dari sekadar membacakan, beliau juga menekankan bagaimana sastra dapat menjadi alat untuk menanamkan nilai toleransi dan kemanusiaan di tengah masyarakat yang semakin beragam.

Fileski Walidha Tanjung juga menekankan pentingnya puisi sebagai media refleksi dan penyampaian gagasan. Ia melihat acara ini sebagai ruang kreatif yang tidak hanya mendorong mahasiswa untuk berekspresi, tetapi juga memperkuat ekosistem sastra di Madiun. Apresiasi ini mengingatkan kita bahwa literasi bukan sekadar tentang membaca dan menulis, tetapi juga tentang membangun kesadaran kolektif dan membuka ruang dialog yang lebih luas.

Keterlibatan dosen dalam acara ini juga memberikan inspirasi tersendiri. Partisipasi Dr. Gregoria Ariyanti, Arielia Yustisiana, dan Wenny Wijayanti dalam pembacaan puisi menunjukkan bahwa sastra tidak mengenal sekat keilmuan. Bahkan di antara disiplin ilmu yang berbeda, puisi tetap dapat menyatukan berbagai pemikiran dan emosi dalam satu ruang yang sama. Hal ini menjadi bukti bahwa sastra bukan hanya untuk mereka yang bergelut di bidang bahasa dan sastra, tetapi juga bagi siapa saja yang memiliki keresahan dan keinginan untuk menyampaikan sesuatu.

Acara ini mengajarkan banyak hal, terutama tentang bagaimana seni dapat menjadi medium untuk membangun pemahaman dan empati. Puisi yang dipamerkan dalam bentuk eksperimental juga menunjukkan bahwa kreativitas tidak memiliki batasan. Eksperimen visual berbasis diksi yang ditampilkan oleh mahasiswa menjadi bentuk ekspresi yang unik dan segar, membuktikan bahwa puisi bisa berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan esensinya.

Di era digital ini, ketika informasi beredar begitu cepat dan sering kali memicu polarisasi, keberadaan acara seperti Tadarus Puisi & Pameran Puisi Eksperimental menjadi oase yang menyejukkan. Sastra mengajarkan kita untuk mendengar, memahami, dan merasakan lebih dalam. Ia tidak menghakimi, tetapi mengajak kita untuk melihat dunia dengan perspektif yang lebih luas dan penuh kasih.

Harapannya, acara seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi tradisi yang memperkaya dunia kepenulisan dan sastra di Madiun. Lebih dari sekadar perayaan kata-kata, acara ini adalah perayaan kebersamaan dalam keberagaman, tempat di mana setiap suara menemukan ruangnya, dan setiap hati menemukan resonansinya dalam bait-bait puisi.

Dalam acara ini, Fileski membacakan puisi karyanya yang berjudul
“Sungai yang Tersesat”

Aku pernah menjadi sungai besar,

mengalir deras seperti urat nadi bumi,

tapi aku tersesat,

di lorong-lorong beton,

di sempitnya belukar pemukiman,

di dada yang sesak tanpa oksigen.

Aku mengetuk pintu rumah-rumah,

yang bukan milikku,

dengan tangan yang gemetar,

📚 Artikel Terkait

Catatan Sehabis Hujan di Cimahi

Puasa dan Kuasa

Bulan Rajab Sebagai Momentum Refleksi Diri dan Tingkatkan Kualitas Diri

MUTIARA KELANA

menyeret jendela, merobek pintu,

sebab aku mencari jalanku.

Aku bukan tamu yang sopan,

aku datang membawa amarah,

dan reruntuhan doa yang tak didengar.

Dulu, aku penyembuh dahaga ladang-ladang,

kini aku hanya teriakan malam,

menggulung lampu-lampu kota,

mengubur nyawa ke dalam lumpur,

membasuh sejarah dengan kesedihan.

Salahkah aku,

jika aku menuntut jalan pulang?

2025

Haris Saputra koordinator Gusdurian juga membacakan puisi karya Fileski:

“Benih-Benih Yang Berpuasa”

Lihatlah benih di dalam tanah,

ia tidak memaksa dirinya tumbuh,

ia menunggu, menahan,

ia percaya pada sang waktu.

Puasa adalah tanah yang mengajari benih

untuk merasakan lapar,

agar nanti ia tahu betapa manisnya hujan.

Kita adalah benih-benih kecil

yang ditanam di ladang takdir,

menunggu saatnya berbuka

untuk mekar di bawah lindungan cahayanya.

2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Bengkel Opini Rakyat

Bengkel Opini Rakyat

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00