• Latest
Selembar Ijazah Tanpa Koneksi

Selembar Ijazah Tanpa Koneksi

Maret 8, 2025
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Selembar Ijazah Tanpa Koneksi

Redaksiby Redaksi
Maret 9, 2025
Reading Time: 3 mins read
Selembar Ijazah Tanpa Koneksi

Ilustrasi

595
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook


Penulis : Ririe Aiko

(Fenomena sulitnya mendapatkan pekerjaan di Indonesia salah satunya disebabkan karena persyaratan yang tidak masuk akal) (1)

Di sebuah desa kecil,
Arif lahir di rumah berdinding bambu,
anak petani sayur yang percaya,
bahwa ilmu adalah jalan menuju pintu kesuksesan.

Di kota, ia mengeja mimpi,
menjadi bintang di langit kelas,
cumlaude tertulis di ijazahnya,
seperti kunci emas,
yang katanya bisa membuka pintu kemakmuran.

Dengan harapan setinggi menara,
ia mulai menyusun satu persatu surat lamaran,
Melampirkan berbagai sertifikat penghargaan
dari Sekolah Dasar hingga Universitas.
Prestasi yang selangit,
membuatnya layak mendapat gaji dua digit.

Ia mencetak mimpi di kertas A4,
mengirimnya ke gedung-gedung tinggi,
perusahaan elit dan bonafit,
dengan harapan,
seseorang membaca dan berkata,
“Ini dia anak bangsa yang kita cari!”

Tapi realita berwajah lain.
Di ruang wawancara, ia bukan lagi Arif si cerdas,
ia hanya seorang pemuda tanpa pengalaman,
tanpa relasi, dengan wajah pas-pasan.

“Maaf, kami mencari yang sudah berpengalaman,”
kata HRD sambil tersenyum miris.
Arif mulai bertanya pada dunia,
“Kalau semua mencari yang berpengalaman,
dari mana aku harus mulai mendapatkannya?”

Arif tak berhenti disitu,
Ia terus mencoba lagi,
Mengajukan lamaran di bidang lain,
Kali ini penolakan yang berbeda, (2)
“Maaf, penampilan Anda kurang menarik,”
katanya sambil menatap pas photo di CV-nya.

Arif tertawa pahit,
Logikanya berantakan mencari korelasi,
antara pentingnya berwajah menari,
dengan kecerdasan fisik.
Seolah angka-angka di selembar ijazah,
Tak lebih berharga daripada persyaratan absurd,
yang dibuat para penguasa,

Sampai Hari berganti, bulan berlalu,
Ratusan lamaran hanya menambah beban sampah dalam berita,
Arif bukan di usia muda lagi,
Semakin sulit ia diterima,

lima tahun telah menyapu ambisi,
Arif bukan lagi pelamar kerja,
ia kini tukang fotokopi di sudut jalan kota.
Penghasilan recehan ia dapat,
dari mencetak berkas-berkas lamaran,
bukan untuk dirinya, tapi untuk mereka yang datang setelahnya,
yang masih percaya bahwa ijazah adalah kunci,
padahal kenyataan sudah lama menggantinya dengan ‘siapa yang kau kenal di perusahaan?’

Arif yang sekarang mulai pasrah
Menyerah pada pekerjaan impiannya,
Ia sadar tak semudah itu menjadi sesuatu,
Di negara yang penuh budaya nepotisme

Di desa, ibunya masih berdoa,
menanam harapan di antara ladang sayur,
berharap anaknya pulang membawa kabar,
bahwa ilmunya tidak sia-sia.

Tapi negeri ini sudah menjawab,
di tanah yang menjual mimpi sebagai barang dagangan,
Arif hanyalah pelanggan yang tak mampu membeli,
meski ia telah membayar ilmu,
dengan separuh hidupnya.

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
Di Antara Takbir dan Keranda

Di Antara Takbir dan Keranda

Maret 23, 2026
Siapa  yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

Siapa yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

Maret 14, 2026

—–000—–

CATATAN
(1)https://radarsukabumi.com/rubrik/artikel/sulitnya-mendapatkan-pekerjaan-di-indonesia-karena-persyaratan-lowongan-kerja-yang-tidak-masuk-akal/?utm_sourc
(2)https://www.liputan6.com/hot/read/4325685/6-syarat-nyeleneh-di-lowongan-kerja-ini-bikin-tepuk-jidat?utm_source

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 256x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Sajak-Sajak Sampena

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com