Sudah menjadi kewajiban bagi pendidik dan pihak sekolah untuk melakukan edukasi kepada peserta didik tentang nilai-nilai kejujuran melalui berbagai aktivitas, seperti diskusi, simulasi dan aktivitas kreatif lainnya di sekolah. Kemudian, agar semua upaya tersebut bisa berjalan dengan baik, perlu dibangun system yang dapat mencegah munculnya sikap dan tindakan curang dalam semua proses atau kegiatan sekolah.
Semua hal ini bisa dilakukan, asalkan bisa konsisten dan menjadi komitmen bersama antara sekolah, orangtua, masyarakat dan lebih penting adalah pihak Pemerintah yang selama ini berperan besar menghilangkan atau menurunkan. Integritas sekolah, karena terkait dengan pola relasi kekuasaan dan politik yang menyeret pendidikan ke pusaran politik.
Bila semua mau berlaku jujur dalam melaksankan proses Pendidikan di sekolah, semua pihak taat asas dan taat dengan segala aturan dan Keputusan yang telah dibuat secara transparan, jujur dan berkeladilan, Insya Allah keraguan terhadap kemampuan sekolah menanamkan dan membangun sikap jujur keda peserta didik di sekolah bisa berjalan dengan baik. Mari kita semua mau bersikap dan bertindak jujur agar para peserta didik bisa berikap dan bertindak jujur, tidak curang dan berakhlak mulia. Kita pasti bisa, asal saja mau dan komit dengan upaya tersebut. Semoga!
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulaiaktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yangkebutuhan hidup sehari-hari.
Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan”
Aktif terlibat dalammembangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak.
Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh