Dengarkan Artikel
Tanpa berpikir panjang, diraihnya besi kecil yang tadi Jema gunakan untuk menghantam layar dan kini, ia memukul kaca jendela itu dengan sekuat tenaga. Suara kaca pecah menggema, bersamaan dengan dihempaskannya tubuh Jema olehnya sendiri, melewati jendela yang kini telah hancur menjadi pecahan yang yang beragam.Semuanya masih belum selesai.
Rasa sakit menjalar di kakinya akibat benturan. Namun untung saja ia masih bisa berjalan. Jarak jendela dengan permukaan tanah tidak terlalu jauh. Dan kini, ia tidak punya banyak waktu lagi untuk mengeluh.
Jema segera berdiri meskipun langkahnya terpincang. Gadis itu mulai berlari menjauh dari neraka yang baru saja ia tinggalkan. Dengan langkah panik, ia terus menuju jalan utama. Jema melambaikan tangan ke arah mobil yang melintas, berharap seseorang akan berhenti. Sampai ada satu taxi yang berhenti, tanpa berlama-lama, ia segera masuk dan duduk di kursi penumpang.
Beberapa menit berlalu dalam keheningan, Jema hanyut dalam lamunannya. Hanya suara tabrakan angin dengan mobil yang menyelimuti keadaaan mereka. Namun, tiba-tiba supir itu tertawa kecil, membuat lamunan gadis itu terbuyar.
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





