• Latest
Di Antara Puing-Puing Harapan

Di Antara Puing-Puing Harapan

Februari 12, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Di Antara Puing-Puing Harapan

Redaksiby Redaksi
Februari 12, 2025
Reading Time: 3 mins read
Di Antara Puing-Puing Harapan
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Habibaturrohmah
(Duta Puisi Esai Nasional dari Jawa Tengah)

Kisah ini menggambarkan dampak negatif sampah terhadap lingkungan sekitar, seperti peningkatan metana yang memperburuk perubahan iklim dan polusi plastik yang merusak ekosistem laut. Ditujukan kepada masyarakat, perusahaan, dan konsumen, untuk mengurangi sampah, mendaur ulang, dan memilih kemasan ramah lingkungan.


Konsumsi tumbuh, bumi pun merintih,
Sampah mengalir, seiring langkah yang tak terbendung,
Banyak jiwa, tiap hari tak terhitung,
Jejaknya menoreh, tak terelakkan, menyentu tanah yang kian rapuh

Di tempat pembuangan akhir, cerita pun berakhir,
Namun di sana, metana meledak bebas,
Gas berbahaya, lebih kuat dari CO2,
Mengepung langit, mengubah wajah dunia.

Tak hanya daratan, laut pun merana,
Plastik tercurah, meracuni kehidupan,
Hewan laut terperangkap, diam merintih,
Di dalam sunyi, ekosistem terancam hilang.

Namun di balik gelap, masih ada harapan,
Perusahaan merenung, mencari jejak solusi,
Kemasan yang dapat diulang,
Tak terbuang percuma,
Daur ulang adalah jalan, yang menyelamatkan bumi yang terluka.

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
Di Antara Takbir dan Keranda

Di Antara Takbir dan Keranda

Maret 23, 2026
Siapa  yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

Siapa yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

Maret 14, 2026

Bumi ini bukan milik kita yang fana,
Ia warisan hidup, yang harus dijaga bersama,
Dengan kesadaran, dengan niat yang tulus,
Sampah berkurang, alam pun terjaga

Hutan yang dulu bernyanyi,
Daunnya berbisik bersama angin,
Akar-akar merayap dalam keheningan,
Menjaga bumi agar tetap seimbang.

Namun manusia datang membawa gergaji,
Membelah batang-batang yang telah berabad berdiri,
Menjadikan tanah lapang, sebagai bangunan kota,
Membakar sisa-sisa yang pernah menjadi paru-paru dunia

Bumi kita yang dulu hijau,
Sekarang dipenuhi reruntuhan,
Pohon-pohon tumbang di tangan pembangunan,
Di mana udara segar kini langka,
Di mana kehidupan mulai hilang,
Namun ada secercah harapan di tengah kegelapan

Asap mengepul, langit pun menangis,
Sungai kehilangan sumbernya,
Binatang berlarian tanpa rumah,
Hutan berubah menjadi cerita usang.

Bumi, tanah yang kita pijak,
Kini merintih dalam kesunyian,
Suara alam tertutupi deru mesin,
Udara yang kita hirup, dipenuhi oleh racun,
Gas karbon, lebih banyak dari sebelumnya,
Meninggalkan jejak hitam di langit biru,
Membakar harapan yang dulu cerah.

Fosil yang kita gunakan,
Mungkin memberi kemajuan,
Namun menghabiskan masa depan,
Sumber daya yang tak terbarukan,
Mengancam kehidupan,

Daur ulang, salah satu jalan,
Kemasan yang bisa digunakan kembali,
Menjadi solusi bagi sampah yang tak terurai,
Dengan langkah kecil,
Kita bisa mengubah dunia,
Mengurangi jejak plastik yang merusak laut,
Membantu bumi, yang terperangkap dalam tumpukan sampah,
Melawan polusi yang semakin meningkat

Bumi ini adalah rumah kita bersama,
Bukan hanya untuk kita,
Tetapi juga bagi masa depan,
Dengan kesadaran, kita bisa menyelamatkan apa yang tersisa,
Mengurangi konsumsi,
Memilih yang ramah lingkungan,
Dan dengan setiap tindakan kecil,
Kita bisa memberi harapan, bagi bumi yang terluka ini.

ADVERTISEMENT

Catatan kaki: https://terrapass.com/blog/biggest-environmental-problems-of-2024/

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 363x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Filosofi Duren Lutfi Azizah Dan Ojol Muhammadiyah

Filosofi Duren Lutfi Azizah Dan Ojol Muhammadiyah

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com