• Latest
Mayat Bau Gas Ditimpa Tabung Melon - a9b7db5f 3021 447b 9a28 0b4ccbed4edf | Essay | Potret Online

Mayat Bau Gas Ditimpa Tabung Melon

Februari 4, 2025
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Mayat Bau Gas Ditimpa Tabung Melon - 1001348646_11zon | Essay | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Mayat Bau Gas Ditimpa Tabung Melon - 1001353319_11zon | Essay | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Mayat Bau Gas Ditimpa Tabung Melon - 1001361361_11zon | Essay | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Selasa, April 21, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Mayat Bau Gas Ditimpa Tabung Melon

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Februari 4, 2025
in Essay, Gas Melon
Reading Time: 2 mins read
0
Mayat Bau Gas Ditimpa Tabung Melon - a9b7db5f 3021 447b 9a28 0b4ccbed4edf | Essay | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Rosadi Jamani

Ada kawan ngirim video. Sebuah adegan sinetron di televisi. Mayat berbau gas, keranda ditimpa tabung gas melon. Sinetron yang pas dengan kondisi gas melon langka. Yok kita bahas isi videonya sambil seruput kopi tanpa gula.

Suasana kampung yang biasanya tenang tiba-tiba berubah jadi neraka penciuman. Empat orang berdiri gagah, bersiap memandikan mayat. Tapi, begitu kain penutup dibuka, bau gas menyengat langsung menyerang.

Baca Juga
  • Aku Rindu Sosok Ayah
  • KAUM TAK BERIMAN

Hidung mereka berkerut, mata berair, dan mulut mengumpat. “Ini mayat atau pabrik gas bocor?” teriak salah seorang, sambil melompat mundur seperti ketemu hantu. Bau itu begitu kuat, sampai-sampai kucing-kucing di sekitar kabur, ayam-ayam berhenti berkokok, dan pohon-pohon seakan layu menahan napas.

Ustaz datang, membawa niat suci untuk memimpin prosesi. Tapi, begitu mendekat, wajahnya langsung pucat. “Astagfirullah, ini bau apa? Kayak ada tabung gas melon meledak di sini!” ujarnya sambil menutup hidung dengan kain sarung. Tapi, sebagai seorang ustaz, dia tak menyerah. “Tetap mandikan! Ini fardhu kifayah!” serunya, sambil matanya berkaca-kaca bukan karena haru, tapi karena bau.

Baca Juga
  • Aku dan Harun Anakku, Tatkala Langsat Montasik Mulai Matang
  • Bangkit atau Bangkrut: Refleksi Ngawur di Hari Kebangkitan Nasional

Prosesi pun berlanjut. Mayat itu akhirnya dimandikan, tapi bau gasnya tak juga hilang. Malah, semakin kuat. Seolah-olah mayat itu membawa seluruh tabung gas yang pernah dia curi semasa hidupnya. Saat digotong ke kuburan, seluruh warga kampung ikut mengiringi, tapi dengan jarak aman. Semua orang menutup hidung, wajah mereka pucat, seolah sedang menghadapi wabah.

Tiba-tiba, dari kejauhan, terdengar suara keras. Sebuah mobil pikap yang membawa tabung gas melon 3kg kecelakaan. Tabung-tabung gas berhamburan, menggelinding seperti bola-bola neraka. Salah satu tabung meluncur deras, menuju keranda mayat itu. Bruuk! Tabung gas menimpa keranda, seolah alam semesta sedang tertawa terbahak-bahak. “Ini karma atau komedi?” bisik seorang warga, sambil matanya melotot.

Baca Juga
  • KODRAT DAN PRASANGKA BAIK
  • BERHENTILAH MENYALAHKAN SEGALANYA

Kenapa mayat ini bau gas? Ternyata, semasa hidupnya, dia adalah pengusaha gas yang licik. Kurangi timbangan, timbun tabung, naikkan harga saat langka. Rakyat kecil menjerit, tapi dia tertawa sambil menghitung uang.

Kekayaannya menumpuk, tapi dosanya juga menggunung. Sekarang, di akhir hayatnya, bau gas itu seperti kutukan yang tak pernah pergi.

Saat keranda itu akhirnya sampai ke kuburan, bau gas masih menyengat. Bahkan, saat tanah mulai menutup liang lahat, bau itu masih terasa. Seolah-olah alam semesta berkata, “Kau bawa gas ke kuburmu, ya? Baiklah, nikmati saja!”

Di atas langit, awan-awan bergulung, seolah menangis. Bukan karena sedih, tapi karena bau gas yang terlalu menyengat.

Ini bukan sekadar cerita tentang mayat yang bau gas. Ini adalah potret ironi kehidupan, di mana kezaliman sering kali dibayar dengan cara yang tak terduga. Semoga kita semua bisa belajar dari kisah ini, sebelum alam semesta memutuskan untuk “mengirimkan” karma kita dalam bentuk yang lebih menyengat.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Share234SendTweet146Share
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Next Post
Mayat Bau Gas Ditimpa Tabung Melon - 29c04624 a8e9 41b8 9f5a 5fb38dca8b95 | Essay | Potret Online

Giliran China Serang Amerika

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com