• Latest

Pandangan dan Ulasan Mendalam “Senja dan Gerimis-Arutala”

Januari 29, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Pandangan dan Ulasan Mendalam “Senja dan Gerimis-Arutala”

Redaksiby Redaksi
Januari 30, 2025
Reading Time: 3 mins read
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Bandar Lampung – Potretonline.com– Pandangan dan ulasan mendalam mengenai dua karya luar biasa, “Senja dan Gerimis-Arutala” yang tentunya akan semakin memperkaya pemahaman tentang dunia sastra. Pada acara Peluncuran dan Diskusi Buku Senja dan Gerimis-Arutala karya Edy Samudra Kertagama. Acara ini digelar di Graha Kemahasiswaan Universitas Lampung. Senin, 27 Januari 2025.

Pada acara ini, penyair Naim Emel Prahana dan Solihin Utjok, bertindak sebagai pembicara. Sedangkan Edi Siswanto, seorang akademisi, mengatur lalu lintas diskusi sebagai moderator.

Edi Siswanto mengatakan, sebuah karya hasil refleksi dan kontemplasi penyair kenamaan Lampung Bang Edy Samudra Kertagama yang akan dibahas dan mengelaborasi banyak tentang buku bernas, layak kita baca, dan kita apresiasi.

“Bang Edy kita kenal seorang mujahid Lampung yang sudah lama kiprahnya dari tahun 1979 sudah menghibahkan segala jiwa, raga, pemikiran sekaligus kehidupannya di jalan keindahan”, kata pemerhati budaya.<span;>.

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Maret 27, 2026

Situasi modern menurut Edy S, membuat kita sulit untuk masuk wilayah kreativitas dikarenakan banyak tantangan yang sangat luar biasa yang men-drive diri kita untuk diobjekkan menjadi konsumen bagi informasi yang bernama gejet, sehingga tidak jarang kita direduksi oleh Reels dan IG, otak kita menjadi panik dan kehilangan diri kita.

“Bang Edy Samudra Kertagama memberikan semacam pemantik untuk generasi muda bahwa janganlah kita terobjetitivikasi oleh handphone. Kita harus melawan itu dengan cara kreativitas”, pungkas Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Pemuda Pancasila Kota Bandar Lampung.

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Maret 27, 2026

Naim Emel Prahana Sastrawan Lampung dari Metro berkomentar, Edy ini sangat serius untuk berpuisi dan beraktor di atas panggung. Puisinya adinda saya ini luar biasa.

Dunia puisi merupakan dunia tidak main-main dan berbeda dengan dunia formal, kalau sepintas tidak akan menjadi apa-apa. Tapi ditumpuk-tumpuk jadinya luar biasa menjadi kebahagiaan. Saudara Edy menikmati itu sebagai penyair, ujar Naim.

Menurut Naim, betapa besarnya dosa teknologi, Indonesia pengguna HP terbesar di dunia tetapi kenapa yang buat puisi sedikit?

“Dulu, semakin kejamnya penguasa semakin banyak lahir sastrawan karena merasa tergenjet kebahagian mereka. Pada dasarnya, kita sekarang ini sangat tergencet tapi tidak melahirkan sastrawan”, tuntas Naim.

Pada kesempatan ini juga, Solihin Utjok, Sastrawan Lampung dari Metro menyatakan, nyaris buku ini bercerita tentang romantisme.

Ada juga proses perjalanan spiritual. Sebelumnya pada tahun 2016 sudah melahirkan satu buku puisi Mantra Sang Nabi, kemudian menyeret beliau didapuk “Nabi Penyair Lampung”, ungkap Ketua Dewan Keseniaa Metro.

“Artinya, dengan predikat yang sangat berat tersebut, maka mau tidak mau proses perjalanan menulis puisinya harus kearah romatisme magis ada suasana romantis yang terus dituliskan dalam puisi-puisi tersebut. Barangkali tidak ada aliran seperti ini, tetapi ini pandangan suyektif saya”, kata Utjok.

Tak berhenti sampai disitu, Utjok menuturkan, ada nilai-nilai pencarian, nilai kerelaan terhadap cinta dan luka, kepedihan, kesedihan, kehancuran secara psikologis bahkan kematian. Maka dalam konteks ini bisa disebut sebagai psiko spiritual, tandas Utjok.

Di kesempatan ini juga, Lentera Dzulqarnain selaku Ketua UKMBS Universitas Lampung pada kata sambutannya menyampaikan, kelahiran dua buku berjudul “Senja dan Gerimis” serta Arutala karya Sastrawan Lampung Bang Edy Samudra Kertagama. Kita sebagai pelaku masyarakat yang mencintai seni dan budaya sudah selayaknya mendukung karya seperti ini.

Lentera meneruskan, apalagi di zaman serba cepat masih ada karya yang tidak hanaya memberikan hiburan tetapi juga merangsang pikiran dan menginspirasi kita semua.

“Terlebih pada hari ini semakin minim sekali karya yang diproduksi masyarakat dan seniman Lampung terutama di bidang sastra. Ini adalah suatu upaya untuk kita semua menjaga ekosistem”, imbuh Lentera.

Dua buku ini, lanjut Lentera adalah bukti ketekunanan, kecintaan, dan dedikasi Bang Edy Samudra Kertagama terhadap dunia sastra. Melalaui buku ini juga Bang Edy mengingatkan kita untuk lebih peka terhadap dunia sekitar, keindahan dalam keseharian, dan makna yang lebih dalam tiap perasaan manusia, pungkas Lentera.

Acara diawali dengan pembacaan puisi Senja dan Gerimis. Ahmad Mufid (Klasika) berjudul Cahaya Lain, pada halaman 3, Iskandar berjudul Di Beranda Malam Hari, pada halaman 71, dan Edy Samudra Kertagama berjudul Sebuah Mahar di antara Seratus Puisi Cinta, pada halaman 24.

ADVERTISEMENT

Hadir pada acara ini, Universitas Darmajaya, Universitas Umitra, Universitas Satu Nusa, Itera, IAIN Metro, Forum Literature, Camp Film, Dewan Kesenian Metro, Dewan Kesenian Lampung, Komunitas Ruang Pojok, dan lainnya.

Acara ini terselenggara atas kerja sama rumah Sastra Mata Dunia, Lampung Literature, dan UKMBS Universitas Lampung. (Arsiya Oganara)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 369x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 336x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 277x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 275x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

The Controversy of Smartphone Use Among Children and Adolescents

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com