• Latest
Harapan Besar Sri Eko Sriyanto Galgendu Kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto Dapat Segera Memulihkan Ekonomi Indonesia Yang Terpuruk

Budaya Menulis dan Membaca Yang Loyo Sementara Mimpi Hadiah Nobel Sudah Digantungkan di Langit

Januari 18, 2025
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Budaya Menulis dan Membaca Yang Loyo Sementara Mimpi Hadiah Nobel Sudah Digantungkan di Langit

Jacob Eresteby Jacob Ereste
Januari 18, 2025
Reading Time: 3 mins read
Harapan Besar Sri Eko Sriyanto Galgendu Kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto Dapat Segera Memulihkan Ekonomi Indonesia Yang Terpuruk
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Jacob Ereste

Kesadaran dan pemahaman terhadap gairah membaca masyarakat, diakui dan dipahami oleh banyak orang, akibat gerakan aktivitas dan semua bentuk pekerjaan pekerjaan yang semakin cepat. Juga telah menjadikan bagian dari bidang pekerjaan pelayanan jasa yang mulai mencari bentuk, agar dapat menjadi sumber penghasilan guna memenuhi kebutuhan hidup dan penghidupan yang layak serta pantas menjadi unggulan bidang pekerjaan di masa depan.

Maka itu,  jasa pengantaran orang dan barang terus berkembang pesat menjadi penawar riak gelombang PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang tidak lagi menjadi topik masalah pokok bagi kaum buruh, maupun bagi organisasi buruh. Biasanya sebagai alasan untuk melakukan aksi mogok dan unjuk rasa seperti yang marak terjadi pada tahun 1980 hingga tahun 2 000. Kini soal PHK tidak lagi cukup menggetarkan gerak perlawanan kaum buruh maupun organisasi buruh. Sebab bangunan dari pemecah gelombang dari PHK telah mampu diredam oleh gojek dan ojek yang bisa dilakukan dengan mudah hanya dengan memiliki kendaraan bermotor roda dua. Apalagi untuk mereka yang memiliki kendaraan roda empat yang dapat dilakukan dengan cara sambilan, sementara mencari dan menunggu kesempatan kerja yang baru.

Kecuali itu, sejumlah kaum buruh yang menjadi korban PHK akibat kondisi ekonomi di Indonesia yang semakin memburuk, tidak kunjung pulih sejak enam tahun silam. Ini acap disebut sebagai imbas dari korban Covid-19, tidak sedikit yang memilih membuka usaha sendiri seperti warung makan dan minuman dadakan yang tampak semarak berjejer disepanjang jalan dan jalan di perkampungan.  Meski dengan kondisi yang tidak terlalu banyak bisa digarap menjadi andalan hidup di masa depan.

Sebab persaingan tampak begitu kuat dan keras untuk dihadapi dengan daya beli masyarakat yang letoy dan sangat lemah seperti tidak berdaya diterpa badai ekonomi yang buruk. Lemahnya daya masyarakat yang terus melemah entah sampai kapan akan berakhir.

Inilah sebabnya sejumlah program pemerintah yang bisa meringankan beban hidup masyarakat — seperti makan bergizi gratis, keringanan atau bahkan bantuan membebaskan biaya sekolah anak-anak hingga subsidi transportasi untuk masyarakat di perkotaan layak uluran tangan malaikat yang datang dari surga membawa berita kegembiraan yang perlu, serta layak dikembalikan melalui do’a yang ditiupkan ke langit.

Baca Juga

Tentang Malas, Kerja, dan Indonesia Terhormat.

Maret 23, 2026

Pidato Manifesto: Indonesia Terhormat

Maret 22, 2026
Melihat Perang Iran – Israel/AS Melalui Teori James C. Scott

Bangsa Tanpa Bayangan

Maret 22, 2026

Begitulah kisah dan cerita ikhwal gairah membaca warga bangsa Indonesia menjadi kendor. Lebih ironis lagi para pegiat media sosial di Indonesia — justru menjadikan suguhan visual sebagai sarana paling efektif dan efisien yang bisa digunakan secara maksimal pada era generasi milenial atau gen-z sekarang ini. Mereka justru mengekploitasi gairah membaca yang melempem itu melalui tampilan visual (gambar dan pidato singkat) yang tidak memberi motivasi untuk lebih merenungkan suatu masalah. Sehingga terkesan sebatas kilasan info semata, yang kemudian gampang untuk dilupakan. itulah pula sebabnya media sosial di Indonesia pun jadi marah dan meriah menyajikan gambar, visualisasi sekilas seperti yang termuat dalam YouTube dan sejenisnya yang tak sampai mengajak pemirsa melakukan perenungan, analisis dan berpendapat. Kecuali hanya menjadi penonton belaka. Akibatnya, gairah dan daya baca warga bangsa Indonesia pun — yang harus cerdas seperti amanah UUD 1945 — semakin menjadi jauh seperti panggang dari api.

Lalu, dalam kondisi kemalasan warga masyarakat yang enggan membaca dan semakin doyan menonton tampilan media sosial dalam sajian dan tampilan visual, justru semakin dimanjakan dengan berbagai suguhan dan tampilan atas nama kesukaan dan kemudahan yang diinginkan oleh warga masyarakat.

Konsekuensinya memang dari daya kritis yang mandek — atau bahkan dapat dikatakan menurun ini,  kualitas manusia Indonesia bisa makin tertinggal dari bangsa asing.  Justru semakin menguasai ilmu dan pengetahuan untuk mendominasi masa depan dengan bentuk peradaban yang sesuai dengan suka cita mereka.

Konsekuensinya pun, budaya suku bangsa Indonesia yang sangat diharap mampu menjadi patron budaya masa depan di dunia dengan segenap nilai-nilai spiritual yang luhur berkepribadian khas bangsa Timur, bisa semakin terdesak dan tersudut. Tidak mampu menempati posisi terdepan sebagai garda terdepan dari peradaban manusia yang mewarnai bumi.

Akibat lanjut dari kecenderungan keengganan membaca warga masyarakat di jaman percepatan (perlombaan) informasi online ini bagi penulis yang tidak bermental pejuang, akan ikut larut — kalau tidak bisa dikatakan ikut menyerah pada kondisi dan situasi kemerosotan kualitas manusia ini. Sehingga jera atau menyerah kalah dalam himpitan budaya teknologi cepat-saji yang serba ingin praktis dan gampang, seperti yang membius para pejabat di negeri ini yang mabuk korupsi.

ADVERTISEMENT

Kecuali itu pun, budaya menulis bangsa Indonesia tak hanya terancam tenggelam — karena tidak tumbuh dan tidak berkembang, tapi juga mati dan punah dari bumi. Sementara bangsa Indonesia sendiri masih tetap bermimpi untuk meraih hadiah nobel yang bergengsi di dunia intelektual ini. Jadi ibarat pungguk merindukan rembulan. Budaya menulis dan membaca yang loyo, sementara mimpi tentang hadiah nobel sudah terlanjur digantungkan di langit. Agaknya, demikian kondisi dan situasi budaya intelektual kita yang semakin tidak selaras, tidak berbanding lurus dengan semangat gerakan kebangkitan spiritual bangsa kita untuk memimpin dunia, membangun peradaban untuk semua bangsa.

Banten, 18 Januari 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 256x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
EPISODE GURITA TUA

EPISODE GURITA TUA

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com