POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kapal Desa yang Karam di Tengah Laut Kepercayaan

RedaksiOleh Redaksi
January 15, 2025
Tags: #22 Tahun POTRET#Masalah Sosial
Mengemis, Sektor Bisnis Keluarga, Menjaja Iba
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Riza Shintia

Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar- Raniry Banda Aceh

Bayangkan sebuah kapal yang dirakit dengan kayu terbaik dari hutan desa, dilengkapi layar yang kokoh untuk menantang angin. Kapal itu, bernama “Desa Harapan,” adalah milik bersama para warga, dengan seorang nakhoda yang mereka pilih dengan keyakinan bahwa ia mampu membawa kapal menuju pantai kesejahteraan. Para warga, sebagai awak kapal, siap bekerja keras mendayung dan menjaga keseimbangan, asalkan nakhoda tetap setia pada arah yang dijanjikan.

Namun, apa jadinya, jika sang nakhoda mulai menyalahgunakan kepercayaan mereka? Alih-alih memimpin dengan integritas, ia diam-diam membongkar papan kayu kapal untuk dijual demi keuntungan pribadinya. Lama kelamaan, kapal mulai bocor, air masuk, dan pelayaran pun terancam karam. Para awak yang sebelumnya setia mulai mempertanyakan, “Mengapa kami harus terus mendayung jika nakhoda kami justru menghancurkan kapal ini?”

Fenomena tersebut kerap kali terjadi dalam kehidupan nyata, penulis menyinggahi satu wilayah di Aceh yang tercakup beberapa desa sedang maraknya berita penangkapan kasus korupsi. Penulis pun mendatangi satu desa dan mewawancarai kepala desa untuk melihat tanggapannya terhadap dampak dari penangkapan pelaku korupsi tersebut.

Berbagai keluhan yang dirasakan kepala desa diutarakan dalam percakapan.

“Dampak dari kasus korupsi ini membuat masyarakat tidak lagi patuh atas apa yang kami perintahkan, banyaknya percakapan ujaran kebencian merata dari setiap masyarakat, sehingga ini sangat menyulitkan kami dalam memberi arahan dan kebijakan. Padahal kan tidak semua pemimpin desa korupsi, satu yang bermasalah, semua kena imbasnya”. Ujar kepala desa tersebut.

Retaknya Kepercayaan, Goyahnya Kepatuhan

📚 Artikel Terkait

Kepala SMAN 1 Matangkuli Narasumber Bimtek MKKS SMA Banda Aceh

114 Tahun Sawit Aceh Ramah Anak

Magang Dulu, Lebih Baik

RIAK AIR

Kepala desa, seperti nakhoda dalam analogi ini, memegang peran vital dalam memimpin masyarakat desa. Ketika kepala desa tersandung kasus korupsi, ia tak hanya mencoreng dirinya sendiri, tetapi juga merusak “kapal” kepercayaan yang telah dibangun bersama masyarakat. Warga yang sebelumnya patuh dan mendukung aturan kepala desa mulai kehilangan motivasi. Mereka merasa aturan yang dibuat bukan lagi untuk kemajuan bersama, melainkan hanya menjadi alat untuk memperkaya diri sang pemimpin.

Dalam keadaan ini, pola pikir masyarakat berubah drastis. Awalnya mereka menghormati kepala desa sebagai figur otoritas, tetapi setelah melihat korupsi, penghormatan itu digantikan oleh rasa curiga dan apatisme. “Untuk apa kami mengikuti aturan,” pikir mereka, “jika aturan itu tidak membawa manfaat, tetapi justru menjadi jerat yang menguntungkan segelintir orang?”

Kurangnya Literasi dan berpikir kritis

Masyarakat yang minim literasi cenderung mudah termakan berita hoaks, hingga berpatisipasi dalam penyebaran berita tersebut. Informasi palsu sering kali dikemas dengan menarik dan mudah dipercaya. Apalagi jika hoaks tersebut disampaikan oleh orang-orang yang dianggap berpengaruh atau menggunakan kata-kata yang membangkitkan emosi, seperti ketakutan atau kemarahan. Menelan mentah informasi tanpa mencari tau kebenarannya menggambarkan keadaan seseorang yang lemah dalam menalar hingga enggan berpikir kritis. Hal tersebut akan menyebabkan kepatuhan terhadap kebijakan menurun hingga kesadaran hukum dan demokrasi melemah.

Dalam mewujudkan keadaan desa yang baik, peran masyarakat juga penting dan jadilah masyarakat yang cerdas, masyarakat yang tidak mudah tersulut emosi dan  termakan berita hoaks menjadi masyarakat yang berpikir kritis dan menelaah informasi yang benar.

Dampak Domino di Kehidupan Desa

Seperti kapal yang mulai bocor, retaknya kepercayaan masyarakat terhadap kepala desa memengaruhi seluruh aspek kehidupan desa. Kepatuhan terhadap aturan menurun, partisipasi dalam program desa berkurang, dan gotong royong mulai memudar. Warga yang sebelumnya bersemangat mendukung pembangunan desa kini lebih sibuk mencari cara untuk melindungi diri sendiri dari ketidakadilan.

Pada akhirnya, desa kehilangan arah, terapung-apung tanpa tujuan.

Namun, harapan tidak sepenuhnya hilang. Kapal yang bocor masih bisa diperbaiki jika ada kemauan. Dalam konteks desa, ini berarti memperbaiki hubungan antara pemimpin dan masyarakat melalui transparansi dan akuntabilitas. Kepala desa harus menunjukkan bahwa ia siap bertanggung jawab dan menempatkan kepentingan warga di atas segalanya.

Warga, sebagai awak kapal, juga perlu diajak kembali untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, sehingga mereka merasa menjadi bagian dari perjalanan menuju tujuan bersama.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Tags: #22 Tahun POTRET#Masalah Sosial
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Mengenal Dahliani, Guru Penggerak SMKN 1 Jeunieb: Wakakur Tegas dan Menggerakkan

Mengenal Dahliani, Guru Penggerak SMKN 1 Jeunieb: Wakakur Tegas dan Menggerakkan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00