POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Aceh

Indonesia Emas 2045: Bisakah Kita Wujudkan Tanpa Membebaskan Anak-Anak Dari Eksploitasi?

Redaksi by Redaksi
Desember 23, 2024
in Aceh, Essay, Generasi emas, Genzi, gepeng, Pengemis, POTRET Budaya
0
Indonesia Emas 2045: Bisakah Kita Wujudkan Tanpa Membebaskan Anak-Anak Dari Eksploitasi? - ce0c231a fd84 4f80 8410 2e9fd44bd5e3 | Aceh | Potret Online

Oleh Dwi Maisri Diana

Semester V jurusan : Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Mentari sore mulai meredup, langit Banda Aceh perlahan berganti warna menjadi jingga kemerahan. Aku seorang mahasiswi yang sedang duduk menikmati keindahan langit sore, tanpa sengaja di tengah keramaian mataku tertuju pada dua sosok anak kecil yang duduk di tepi jalan dengan baju lusuh dan karung berisi botol-botol bekas di sampingnya. Wajahnya terlihat murung sembari menatap kosong ke arah jalan raya.

Baca Juga
  • Indonesia Emas 2045: Bisakah Kita Wujudkan Tanpa Membebaskan Anak-Anak Dari Eksploitasi? - 1000985488_11zon | Aceh | Potret Online
    Artikel
    Kebaya di Karnaval, Kaos di Kehidupan: Budaya Indonesia antara Parade dan Kepribadian
    21 Okt 2025
  • Indonesia Emas 2045: Bisakah Kita Wujudkan Tanpa Membebaskan Anak-Anak Dari Eksploitasi? - 5DFA8C2C FA93 4750 B6C3 2DCD7770B830 | Aceh | Potret Online
    POTRET Budaya
    Serumpun Puisi Asep Perdiansyah
    01 Jun 2022

Rasa penasaran menggerogotiku, sehingga mendorong rasa keberanianku untuk mendekati mereka dan melakukan percakapan singkat. Anak laki-laki itu bernama Fajri, seorang siswa kelas 6 SD yang merantau dari Jawa Timur bersama keluarganya. Adik perempuannya yang masih balita, tampak polos dan ceria, tak menyadari bahwa hidupnya tak seindah anak-anak seusianya.

Fajri bercerita bahwa setiap pulang sekolah, ia dan adiknya harus memulung botol-botol bekas untuk dijual. Mereka berkeliling menggunakan sepeda, dan saat malam hari tiba mereka duduk di Lapangan Tugu Darussalam untuk istirahat sejenak dan seolah menunggu rasa iba dari orang-orang . Kemudian berharap memberi mereka uang.

Baca Juga
  • 01
    POTRET Budaya
    Kutulis Senja Bagi Puan
    08 Sep 2022
  • Indonesia Emas 2045: Bisakah Kita Wujudkan Tanpa Membebaskan Anak-Anak Dari Eksploitasi? - f2c72385 bb30 492a 946e 08ee9c7ccf67 | Aceh | Potret Online
    POTRET Budaya
    Potret di Usia Dua Puluh Dua
    08 Jan 2025

“Kenapa aku harus memulung? Bukannya bermain?” gumamku dalam hati, mencoba membayangkan apa yang dirasakan Fajri dan adiknya. Seharusnya ia bermain dan belajar layaknya anak-anak seusia mereka. Namun, kenyataan berkata lain, ia terjebak dalam lingkaran kemiskinan di mana masa kanak-kanaknya tergadaikan demi sesuap nasi.

Di tengah-tengah percakapan itu, tiba-tiba anak laki-laki ini nyeletuk “Fajri punya HP lohh”, sambil menunjukkan ponselnya. Kadang-kadang kami juga dapat makanan, minuman, bahkan uang dari orang-orang yang lewat, ujarnya. Mendengar perkataan dari anak tersebut saya tercengang dan mendorong rasa ingin tahu saya lebih dalam terkait dengan kondisi sebenarnya kedua anak ini. Lalu saya bertanya tentang alasan mereka memulung dan berapa penghasilan mereka setiap hari. Fajri tampak enggan menjawab, seakan menyembunyikan sesuatu. Ia hanya mengatakan bahwa saudara-saudaranya juga memulung dan ibunya sedang sakit parah. “

Baca Juga
  • Indonesia Emas 2045: Bisakah Kita Wujudkan Tanpa Membebaskan Anak-Anak Dari Eksploitasi? - 11A76F10 7BEC 4C44 A2F4 2B2601D393E2 | Aceh | Potret Online
    POTRET Budaya
    Seuntai Puisi Tjut Mauriza
    29 Agu 2022
  • Indonesia Emas 2045: Bisakah Kita Wujudkan Tanpa Membebaskan Anak-Anak Dari Eksploitasi? - 07775351 ba4e 45e6 a5f1 c8be579a5e2e | Aceh | Potret Online
    Cerpen
    Mimpi di Atas Kertas
    22 Mar 2024

Mengapa Fajri tidak mau menjawab pertanyaan saya?”, gumamku dalam hati. Kala itu aku baru teringat dengan cerita dari beberapa teman mahasiswaku dan penjual setempat yang pernah melihat langsung Fajri dan adiknya mengendarai sepeda motor bagus, justru ini sangat bertolak belakang dengan keadaan yang terlihat dari kedua anak ini.

Berdasarkan pengamatan dan percakapan yang saya lakukan terhadap situasi anak tersebut, saya menduga bahwa kedua anak ini telah menjadi korban eksploitasi anak. Tampaknya mereka dipaksa untuk mengemis dengan dalih memulung.

Kisah Fajri adalah cerminan dari ekspoitasi anak. Sebuah luka menganga di tengah masyarakat, mengingatkan kita akan kenyataan pahit yang dihadapi banyak anak-anak di Indonesia. Kemiskinan, kurangnya pendidikan, dan hukum yang lemah menjadi akar masalah ekspoitasi anak.

Anak-anak yang menjadi korban eksploitasi akan mengalami berbagai dampak negatif seperti trauma, gangguan psikologis, kesehatan yang buruk, dan pastinya kehilangan kesempatan untuk menikmati masa kanak-kanak dan mengembangkan dirii secara normal.

Kita harus bersatu untuk mengatasi masalah eksploitasi anak, dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak- hak anak dan bahaya eksploitasi anak. Tak hanya kita selaku masyarakat biasa, akan tetapi pemerintah juga harus ikut andil dengan menerapkan sistem hukum yang efektif untuk melindungi anak-anak, terutama anak-anak yang berasal dari keluarga miskin.

Visi Indonesia Emas 2045 adalah cita-cita Indonesia untuk menjadi negara maju, adil, dan sejahtera. Akan tetapi, eskploitasi anak merupakan hambatan besar dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, untuk mencapai visi ini, kita harus memastikan bahwa semua anak-anak Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang dan mencapai potensi mereka.  Indonesia emas yang bagaimana akan lahir, ketika Banyak anak yang hidup dalam lingkaran kemiskinan dan dieksploitasi menjadi pengemis dan sebagainya? Mari kita cari jalan yang terbaik untuk melepaskan anak-anak negeri ini dari cengkeraman para predator anak. Bersama kita bisa.

Previous Post

Hanya Avatar

Next Post

Empat Srikandi Pidie Jaya Ikuti Festival Pantun Nusantara di Jakarta

Next Post
Indonesia Emas 2045: Bisakah Kita Wujudkan Tanpa Membebaskan Anak-Anak Dari Eksploitasi? - 5489702e fded 4652 9565 10d115bd708e | Aceh | Potret Online

Empat Srikandi Pidie Jaya Ikuti Festival Pantun Nusantara di Jakarta

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah