• Latest
Indonesia Emas 2045: Bisakah Kita Wujudkan Tanpa Membebaskan Anak-Anak Dari Eksploitasi? - ce0c231a fd84 4f80 8410 2e9fd44bd5e3 | Aceh | Potret Online

Indonesia Emas 2045: Bisakah Kita Wujudkan Tanpa Membebaskan Anak-Anak Dari Eksploitasi?

Desember 22, 2024
0230d2bd-6709-4ccd-ae98-dc801bab2406

16 Mahasiswa Otak Mesum, Nama Baik UI Tercemar

April 14, 2026
6f8634d9-e3b0-4e1b-9d2d-1d4bc1d8a261

Dari Bunyi Menuju Makna: Arsitektur Bahasa dalam Logika Nahwu

April 14, 2026
90e31710-77d8-4737-96a8-75d78fe59c67

Kritikus, Antikritik dan Kritik

April 14, 2026
Ilustrasi dampak media sosial terhadap prasangka dan hate speech di masyarakat

Pengaruh Media Sosial terhadap Munculnya Prasangka di Era Digital

April 14, 2026
0b2db6ac-08b6-4789-b368-c7c84039b754

Tuhan-Tuhan Kecil di Meja Bulat

April 14, 2026
e8ea71e6-33f0-472e-8465-849eb085fb0a

Catatan Kebudayaan Din Saja

April 14, 2026
24620c68-3a39-4e5f-a120-86ff859eb00d

Pemimpin di Tengah Badai, Mengapa Peran Kepala Sekolah Begitu Vital?

April 14, 2026
IMG_0763

Banyumas Membuka Jalan

April 14, 2026
Rabu, April 15, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Indonesia Emas 2045: Bisakah Kita Wujudkan Tanpa Membebaskan Anak-Anak Dari Eksploitasi?

Redaksi by Redaksi
Desember 22, 2024
in Aceh, Essay, Generasi emas, Genzi, gepeng, Pengemis, POTRET Budaya
Reading Time: 3 mins read
0
Indonesia Emas 2045: Bisakah Kita Wujudkan Tanpa Membebaskan Anak-Anak Dari Eksploitasi? - ce0c231a fd84 4f80 8410 2e9fd44bd5e3 | Aceh | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Dwi Maisri Diana

Semester V jurusan : Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Mentari sore mulai meredup, langit Banda Aceh perlahan berganti warna menjadi jingga kemerahan. Aku seorang mahasiswi yang sedang duduk menikmati keindahan langit sore, tanpa sengaja di tengah keramaian mataku tertuju pada dua sosok anak kecil yang duduk di tepi jalan dengan baju lusuh dan karung berisi botol-botol bekas di sampingnya. Wajahnya terlihat murung sembari menatap kosong ke arah jalan raya.

🔥 Artikel Terkait
1
Wanita Di Sudut Kota
Januari 25, 2019
HIDUP DAN PERJUANGAN - E75E66D2 33D0 49C6 B0AF C731D7D2E0DE | Jalan-jalan | Potret Online 2
HIDUP DAN PERJUANGAN
Oktober 24, 2022
HENING HUMA - C8F0E6CD E2E8 405C B854 DF43D70D6721 | Kenangan | Potret Online 3
HENING HUMA
Desember 26, 2022
Terulang Rindu Bagimu Die - 42AB9059 3187 4FF9 AF4D DA65319C60CB | POTRET Budaya | Potret Online 4
Terulang Rindu Bagimu Die
Oktober 16, 2022

Rasa penasaran menggerogotiku, sehingga mendorong rasa keberanianku untuk mendekati mereka dan melakukan percakapan singkat. Anak laki-laki itu bernama Fajri, seorang siswa kelas 6 SD yang merantau dari Jawa Timur bersama keluarganya. Adik perempuannya yang masih balita, tampak polos dan ceria, tak menyadari bahwa hidupnya tak seindah anak-anak seusianya.

Fajri bercerita bahwa setiap pulang sekolah, ia dan adiknya harus memulung botol-botol bekas untuk dijual. Mereka berkeliling menggunakan sepeda, dan saat malam hari tiba mereka duduk di Lapangan Tugu Darussalam untuk istirahat sejenak dan seolah menunggu rasa iba dari orang-orang . Kemudian berharap memberi mereka uang.

“Kenapa aku harus memulung? Bukannya bermain?” gumamku dalam hati, mencoba membayangkan apa yang dirasakan Fajri dan adiknya. Seharusnya ia bermain dan belajar layaknya anak-anak seusia mereka. Namun, kenyataan berkata lain, ia terjebak dalam lingkaran kemiskinan di mana masa kanak-kanaknya tergadaikan demi sesuap nasi.

Di tengah-tengah percakapan itu, tiba-tiba anak laki-laki ini nyeletuk “Fajri punya HP lohh”, sambil menunjukkan ponselnya. Kadang-kadang kami juga dapat makanan, minuman, bahkan uang dari orang-orang yang lewat, ujarnya. Mendengar perkataan dari anak tersebut saya tercengang dan mendorong rasa ingin tahu saya lebih dalam terkait dengan kondisi sebenarnya kedua anak ini. Lalu saya bertanya tentang alasan mereka memulung dan berapa penghasilan mereka setiap hari. Fajri tampak enggan menjawab, seakan menyembunyikan sesuatu. Ia hanya mengatakan bahwa saudara-saudaranya juga memulung dan ibunya sedang sakit parah. “

🔥 Artikel Terkait
1
Wanita Di Sudut Kota
Januari 25, 2019
HIDUP DAN PERJUANGAN - E75E66D2 33D0 49C6 B0AF C731D7D2E0DE | Jalan-jalan | Potret Online 2
HIDUP DAN PERJUANGAN
Oktober 24, 2022
HENING HUMA - C8F0E6CD E2E8 405C B854 DF43D70D6721 | Kenangan | Potret Online 3
HENING HUMA
Desember 26, 2022
Terulang Rindu Bagimu Die - 42AB9059 3187 4FF9 AF4D DA65319C60CB | POTRET Budaya | Potret Online 4
Terulang Rindu Bagimu Die
Oktober 16, 2022

Mengapa Fajri tidak mau menjawab pertanyaan saya?”, gumamku dalam hati. Kala itu aku baru teringat dengan cerita dari beberapa teman mahasiswaku dan penjual setempat yang pernah melihat langsung Fajri dan adiknya mengendarai sepeda motor bagus, justru ini sangat bertolak belakang dengan keadaan yang terlihat dari kedua anak ini.

Berdasarkan pengamatan dan percakapan yang saya lakukan terhadap situasi anak tersebut, saya menduga bahwa kedua anak ini telah menjadi korban eksploitasi anak. Tampaknya mereka dipaksa untuk mengemis dengan dalih memulung.

Kisah Fajri adalah cerminan dari ekspoitasi anak. Sebuah luka menganga di tengah masyarakat, mengingatkan kita akan kenyataan pahit yang dihadapi banyak anak-anak di Indonesia. Kemiskinan, kurangnya pendidikan, dan hukum yang lemah menjadi akar masalah ekspoitasi anak.

Anak-anak yang menjadi korban eksploitasi akan mengalami berbagai dampak negatif seperti trauma, gangguan psikologis, kesehatan yang buruk, dan pastinya kehilangan kesempatan untuk menikmati masa kanak-kanak dan mengembangkan dirii secara normal.

Kita harus bersatu untuk mengatasi masalah eksploitasi anak, dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak- hak anak dan bahaya eksploitasi anak. Tak hanya kita selaku masyarakat biasa, akan tetapi pemerintah juga harus ikut andil dengan menerapkan sistem hukum yang efektif untuk melindungi anak-anak, terutama anak-anak yang berasal dari keluarga miskin.

Visi Indonesia Emas 2045 adalah cita-cita Indonesia untuk menjadi negara maju, adil, dan sejahtera. Akan tetapi, eskploitasi anak merupakan hambatan besar dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, untuk mencapai visi ini, kita harus memastikan bahwa semua anak-anak Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang dan mencapai potensi mereka.  Indonesia emas yang bagaimana akan lahir, ketika Banyak anak yang hidup dalam lingkaran kemiskinan dan dieksploitasi menjadi pengemis dan sebagainya? Mari kita cari jalan yang terbaik untuk melepaskan anak-anak negeri ini dari cengkeraman para predator anak. Bersama kita bisa.

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Indonesia Emas 2045: Bisakah Kita Wujudkan Tanpa Membebaskan Anak-Anak Dari Eksploitasi? - 5489702e fded 4652 9565 10d115bd708e | Aceh | Potret Online

Empat Srikandi Pidie Jaya Ikuti Festival Pantun Nusantara di Jakarta

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com