• Latest
Kakek Nazar di Usia Senja

Kakek Nazar di Usia Senja

November 21, 2024
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kakek Nazar di Usia Senja

Salbilla Azraby Salbilla Azra
November 22, 2024
Reading Time: 3 mins read
Tags: #pengemis
Kakek Nazar di Usia Senja
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh: Salbilla Azra

Semester 5, Prodi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh

Kakek Nazar, seorang pensiunan tentara. Usianya berkisar antara  84 hingga 86 tahun, membawa kita pada realitas kehidupan yang menyentuh hati. Di usia lanjutnya, mantan prajurit yang pernah mengabdi hingga usia 78 tahun ini tetap teguh menjalani hari-hari.  Tekadnya untuk mandiri dan menjaga martabat.

Kakek Nazar tinggal bergiliran di rumah anak-anaknya yang tersebar di empat tempat di Banda Aceh, yaitu Mata Ie, Neusu Jaya, Blower, dan Ie Masen. Setiap minggu ia berpindah rumah untuk berada di tengah-tengah anak-anaknya.

Kakek Nazar merasa enggan membebani anak-anaknya. Sehingga timbul keinginannya untuk tetap hidup mandiri dengan cara mengemis di toko-toko sekitar Banda Aceh. Setiap ingin mengemis ia berangkat sekitar pukul 6 hingga 9 pagi, ia meninggalkan rumah dengan menumpang becak,  lalu pergi menuju kawasan ia mengemis. Untuk pulang ia menggunakan bus Transkutaraja .

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Maret 27, 2026

Pendapatannya dari kegiatan mengemis tidak tentu setiap harinya, tetapi jarang lebih dari 100 ribu rupiah sehari. Meski jumlahnya tak besar, uang itu menjadi penopang untuk kebutuhan sehari-harinya agar tidak membebani anak-anaknya.

Salah satu faktor yang sering menyebabkan orang-orang mengemis adalah keterbatasan akses pendidikan, minimnya kesempatan kerja, ketiadaan keterampilan kerja, menciptakan lingkaran setan kemiskinan yang sulit diputus, dan juga tidak sedikit pengemis yang memiliki keterbatasan fisik atau mental. Bagi sebagian mereka, mengemis menjadi pilihan terakhir untuk bertahan hidup.

Stigma masyarakat dan minimnya fasilitas yang mendukung penyandang disabilitas untuk bekerja secara mandiri seringkali membuat mereka terpaksa mengandalkan belas kasihan orang lain. Berbeda dengan Kakek Nazar, sebetulnya ia mengemis bukan tanpa perhatian dari keluarga atau keterbatasan akses pendidikan.

Anak-anaknya bekerja sebagai tentara, polisi, dan guru, telah merawat dan memperhatikan kebutuhannya. Namun, di usianya yang senja, ia memilih untuk mengemis tanpa sepengetahuan mereka. Pilihan ini bukan tanpa alasan; ia ingin menjaga kemandirian, agar tidak menjadi beban bagi keluarganya.

Hingga suatu hari, salah satu anaknya menerima laporan dari orang lain bahwa sang ayah terlihat mengemis di sejumlah toko. Merasa khawatir dan kecewa, anaknya memutuskan untuk menegur keras Kakek Nazar. Namun, ini justru menjadi titik konflik kecil di antara mereka. Sang anak merasa malu, berpikir bahwa tindakan ayahnya itu menunjukkan seolah-olah ia tidak mampu merawat orang tuanya. Bahkan, kemarahan sang anak membuatnya berpikir untuk meminta ayahnya dibawa ke kantor polisi sebagai efek jera. Namun, Kakek Nazar tetap teguh dalam niatnya. Bagi beliau, mengemis adalah cara untuk mempertahankan martabatnya tanpa membebani keluarga. Ia bahkan menabung sebagian dari pendapatan mengemisnya.

Perjalanan hidup Kakek Nazar sebagai pensiunan tentara dipenuhi oleh pengalaman berharga dan kenangan yang tak terlupakan. Sebagai seorang veteran, ia telah melalui berbagai tantangan berat, termasuk sebuah insiden yang sangat membekas di ingatannya. Di masa lalu, ia pernah mengalami kesalahpahaman yang membuatnya dituduh membawa barang terlarang berupa sabu, sehingga harus menjalani hukuman selama dua tahun. Meski peristiwa ini meninggalkan luka di hatinya, semangat Kakek Nazar untuk terus berjuang tidak pernah padam.

Setelah puluhan tahun mengabdi, Kakek Nazar akhirnya pensiun dari dinas militer kini sudah lebih  78 tahun. Pengabdiannya bukan hanya sebagai seorang prajurit, tetapi juga sebagai ayah dan kakek yang selalu berkorban demi kesejahteraan keluarganya.

Kisah hidup Kakek Nazar memperlihatkan bahwa masa tua tidak berarti berhenti berperan dalam keluarga. Nilai-nilai seperti kemandirian, rasa hormat, dan ketulusan adalah hal yang bisa tetap dipelihara sepanjang hidup. Di usia senjanya, Kakek Nazar masih memilih untuk memberi, meskipun dengan cara sederhana, yaitu mengemis. Dengan semangat yang selalu ada dalam dirinya, beliau tetap menjadi sosok penuh ketulusan dan tanggung jawab, memberikan teladan tentang cinta dan rasa hormat bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Om Bus-Syaikh Fadil: Pahlawan atau Pengumbar Janji?

Om Bus-Syaikh Fadil: Pahlawan atau Pengumbar Janji?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com