Dengarkan Artikel
Oleh: Salbilla Azra
Semester 5, Prodi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh
Kakek Nazar, seorang pensiunan tentara. Usianya berkisar antara 84 hingga 86 tahun, membawa kita pada realitas kehidupan yang menyentuh hati. Di usia lanjutnya, mantan prajurit yang pernah mengabdi hingga usia 78 tahun ini tetap teguh menjalani hari-hari. Tekadnya untuk mandiri dan menjaga martabat.
Kakek Nazar tinggal bergiliran di rumah anak-anaknya yang tersebar di empat tempat di Banda Aceh, yaitu Mata Ie, Neusu Jaya, Blower, dan Ie Masen. Setiap minggu ia berpindah rumah untuk berada di tengah-tengah anak-anaknya.
Kakek Nazar merasa enggan membebani anak-anaknya. Sehingga timbul keinginannya untuk tetap hidup mandiri dengan cara mengemis di toko-toko sekitar Banda Aceh. Setiap ingin mengemis ia berangkat sekitar pukul 6 hingga 9 pagi, ia meninggalkan rumah dengan menumpang becak, lalu pergi menuju kawasan ia mengemis. Untuk pulang ia menggunakan bus Transkutaraja .
Pendapatannya dari kegiatan mengemis tidak tentu setiap harinya, tetapi jarang lebih dari 100 ribu rupiah sehari. Meski jumlahnya tak besar, uang itu menjadi penopang untuk kebutuhan sehari-harinya agar tidak membebani anak-anaknya.
📚 Artikel Terkait
Salah satu faktor yang sering menyebabkan orang-orang mengemis adalah keterbatasan akses pendidikan, minimnya kesempatan kerja, ketiadaan keterampilan kerja, menciptakan lingkaran setan kemiskinan yang sulit diputus, dan juga tidak sedikit pengemis yang memiliki keterbatasan fisik atau mental. Bagi sebagian mereka, mengemis menjadi pilihan terakhir untuk bertahan hidup.
Stigma masyarakat dan minimnya fasilitas yang mendukung penyandang disabilitas untuk bekerja secara mandiri seringkali membuat mereka terpaksa mengandalkan belas kasihan orang lain. Berbeda dengan Kakek Nazar, sebetulnya ia mengemis bukan tanpa perhatian dari keluarga atau keterbatasan akses pendidikan.
Anak-anaknya bekerja sebagai tentara, polisi, dan guru, telah merawat dan memperhatikan kebutuhannya. Namun, di usianya yang senja, ia memilih untuk mengemis tanpa sepengetahuan mereka. Pilihan ini bukan tanpa alasan; ia ingin menjaga kemandirian, agar tidak menjadi beban bagi keluarganya.
Hingga suatu hari, salah satu anaknya menerima laporan dari orang lain bahwa sang ayah terlihat mengemis di sejumlah toko. Merasa khawatir dan kecewa, anaknya memutuskan untuk menegur keras Kakek Nazar. Namun, ini justru menjadi titik konflik kecil di antara mereka. Sang anak merasa malu, berpikir bahwa tindakan ayahnya itu menunjukkan seolah-olah ia tidak mampu merawat orang tuanya. Bahkan, kemarahan sang anak membuatnya berpikir untuk meminta ayahnya dibawa ke kantor polisi sebagai efek jera. Namun, Kakek Nazar tetap teguh dalam niatnya. Bagi beliau, mengemis adalah cara untuk mempertahankan martabatnya tanpa membebani keluarga. Ia bahkan menabung sebagian dari pendapatan mengemisnya.
Perjalanan hidup Kakek Nazar sebagai pensiunan tentara dipenuhi oleh pengalaman berharga dan kenangan yang tak terlupakan. Sebagai seorang veteran, ia telah melalui berbagai tantangan berat, termasuk sebuah insiden yang sangat membekas di ingatannya. Di masa lalu, ia pernah mengalami kesalahpahaman yang membuatnya dituduh membawa barang terlarang berupa sabu, sehingga harus menjalani hukuman selama dua tahun. Meski peristiwa ini meninggalkan luka di hatinya, semangat Kakek Nazar untuk terus berjuang tidak pernah padam.
Setelah puluhan tahun mengabdi, Kakek Nazar akhirnya pensiun dari dinas militer kini sudah lebih 78 tahun. Pengabdiannya bukan hanya sebagai seorang prajurit, tetapi juga sebagai ayah dan kakek yang selalu berkorban demi kesejahteraan keluarganya.
Kisah hidup Kakek Nazar memperlihatkan bahwa masa tua tidak berarti berhenti berperan dalam keluarga. Nilai-nilai seperti kemandirian, rasa hormat, dan ketulusan adalah hal yang bisa tetap dipelihara sepanjang hidup. Di usia senjanya, Kakek Nazar masih memilih untuk memberi, meskipun dengan cara sederhana, yaitu mengemis. Dengan semangat yang selalu ada dalam dirinya, beliau tetap menjadi sosok penuh ketulusan dan tanggung jawab, memberikan teladan tentang cinta dan rasa hormat bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






