POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Praktisi Hukum: AI Bukan Subjek Hukum Yang Dapat Memiliki Hak Cipta

RedaksiOleh Redaksi
November 17, 2024
Tags: #AI
🔊

Dengarkan Artikel

Padang, Potretonline.com- Pemakaian artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sangat membantu kerja kreatif seniman dan sastrawan,  tapi tetap harus dibingkai dengan nilai moral, etika dan hukum. Jangan sampai penggunaan AI menimbulkan masalah yang menyebabkan kerugian bagi pihak lain karena ketidak jujuran kita.

Demikian terungkap pada Acara Pertunjukkan puisi lagu AI dan Diskusi Budaya Artificial Intelligence dalam Dunia Seni dan Sastra, yang diselenggarakan Forum Kreator Era AI (FKEAI) Sumatera Barat, Sabtu (16/11), di aula  Kantor Dinas Kebudayaan Sumatera Barat Jalan Samudera Padang.

Pertunjukan bertemakan “menghadapi tantangan dan peluang di era artificial tanpa meninggalkan moral, etika dan hukum”, menghadirkan dua narasumber, yakni praktisi hukum Muhammad Ishak Fahmi SH MH,  CRBC dan dosen FBS Universitas Negeri Padang Leni Marlina, S.S, M.A. Acara dibuka Koordinator FKEAI Sumatera Barat Sastri Bakry.

Sastri menyebutkan, penggunaan AI saat ini tidak bisa dihindari dalam kehidupan sekarang. Banyak pekerjaan yang menggunakaan AI sebagai alat untuk memudahkan manusia dalam berkreatifitas. Termasuk kreatifitas menulis, menulis puisi, bernyanyi, melukis dan kreatifitas lainnya.

“Namun penggunaan AI juga perlu kehati-hatian. Banyak juga AI yang tidak benar dan melanggar etika, moral dan hukum. Karena itu sengaja didatangkan praktisi hukum kegiatan ini,” kata Sastri yang juga Ketua DPD Satupena Sumatera Barat didampingi Sekretaris SATUPENA Sumbar, Armada Tanjung.

Dikatakan Sastri, forum Kreator Era AI Sumatera Barat , sangat menyadari bahwa bagaimana pun kita harus siap beradaptasi dengan perubahan teknologi.

📚 Artikel Terkait

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Launching Buku Ke-2 Pelangi Hijab: MUNAJAT QALBU & WANTED Miss Pelangi Hijab 2017

Kumpulan Sajak Alkhair Aljohore@

Ketika Sungai Mengambil Kembali yang Pernah Kita Abaikan

“Kehadiran FKEAI dan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan dari Koordinator FKEAI Pusat Elza Pedi Thaher dan Founder FKEAI Denny JA,” tutur Sastri.

Menurut Sastri, antologi puisi lagu implementasi dari AI dan diskusi ini adalah bentuk kepedulian kita masuk ke dunia digital yang semakin mengkhawatirkan jika tidak dikelola dengan tepat. “Pertanyaan menariknya, apakah AI ini perlu ditolak atau diterima dengan adaptif oleh para seniman, sastrawan, wartawan, budayawan bahkan akademisi,” kata Sastri lagi.

Menurut Muhammad Ishak, karya cipta yang  sepenuhnya diciptakan oleh AI tanpa keterlibatan manusia tidak dilindungi oleh UU Hak Cipta di Indonesia. Karena AI bukan subjek hukum yang dapat memiliki hak cipta. “Namun, jika manusia memainkan peran penting dalam proses penciptaan, hak cipta bisa diberikan kepada manusia tersebut. Ini adalah area yang sedang berkembang dan mungkin mengalami perubahan seiring dengan perkembangan hukum dan teknologi,” kata Ishak pada diskusi yang dipandu Mutiara Rimba.

Penanggungjawab Puisi Lagu AI Refdinal Muzan, S.Pd menyebutkan, kemajuan teknologi mencenggangkan. Hal-hal yang tadinya di luar dugaan, berangsur memasuki dunia nyata, dunia pijakan kita. “Apa mesti dielakkan? Tak juga mampu kita bendung dan menahan agar bertahan seperti gunung, seperti masa-masa yang biasa kita lalui,” kata Refdinal Muzan.

Refdinal yang memberikan contoh membaca puisi yang diciptakan sastrawan dikombinasikan dengan musik yang diciptakan AI membuat penonton yang hadir dari beragam komunitas itu terkesima.

Tampak hadir para penulis, penyair senior, seniman, mahasiswa, Forum Siti Manggopoh, sekretaris Armaidi Tanjung,  dan anggota SATUPENA. Beberapa puisi lagu AI yang ditulis oleh penyair seperti Andria C Tamsin, Syarifuddin Arifin, Emi Suy, Eka Teresia, Mindasari, Marianis, Mutiara Rimba, Refdinal Muzan, Ramli Djafar,  Sastri Bakry, Muh Ishak Fahmi, Leni Marlina, Nelli Gusmita dan Wira Sukma membawa warna baru dalam tampilan pembacaan puisi berbasis AI, apalagi buku yang dibagikan kepada peserta tersebut dapat diunduh lewat scan barcode yang ada di buku sehingga memudahkan pembaca tidak hanya sekedar membaca bukunya secara konvensional tetapi juga menikmati lagunya secara digital. Ujar Refdinal

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #AI
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Alasan – Alasan Klasik

Alasan - Alasan Klasik

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00