POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Di Antara Peluh dan Impian yang Tumbuh

RedaksiOleh Redaksi
November 16, 2024
Di Antara Peluh dan Impian yang Tumbuh
🔊

Dengarkan Artikel

 

Puisi Leni Marlina

1)
Sahabat,
bukannya aku sombong tak mau bermain bersamamu, sahabatku sayang,
sepulang sekolah, aku menyusuri pematang
seragamku mengusung debu, menggenggam sisa pelajaran
tapi di sini, di bawah langit desa yang memerah,
aku belajar dari lumpur yang melekat di kaki.

Ibuku menyambut dengan senyum dan cangkul,
“Yuk, Nak, sawah ini tak bisa menunggu,” katanya,
dan aku tahu, di balik suaranya yang lembut,
terdapat mimpi-mimpi yang tertanam lebih dalam dari akar padi.

2)
Sahabat, jika kau masih penasaran,
setiap ayunan cangkul adalah doa yang terucap,
menggali harapan di tanah yang kami cintai,
air mengalir dari irigasi dan keringat di pelipis,
mengisi celah-celah yang retak oleh musim.

Aku tak mengukur waktu dengan bel sekolah,
tapi dengan jatuhnya matahari ke dalam pelukan sawah,
di sinilah aku belajar matematika yang lain,
menghitung bulir padi, mengkalkulasi masa depan.

📚 Artikel Terkait

Mewujudkan Impian Lama

Badan Pendidikan Dayah Akan Perbaharui Data Dayah Banda Aceh

Janji yang Ditagih, Janji yang Ditepati

MERANCANG WIRAUSAHA SUKSES

3)
Saat teman-temanku berbicara tentang cita-cita tinggi,
aku menuliskannya di tanah, bukan di atas kertas,
menanamnya dengan kedua tangan, mencangkulnya dengan harap,
di ladang ini, aku belajar apa arti bertahan.

4)
Angin desa berhembus membawa aroma bumi,
dan aku merasakan jejak ayahku yang dulu juga di sini,
menyusuri pematang yang sama, bercakap dengan rerumputan,
dan aku tahu, aku tak sendiri dalam setiap langkah.

Malam datang merangkak pelan,
langit beralih menjadi kanvas hitam berbintang,
aku pulang dengan hati yang lega,
sebab di antara peluh, ada impian yang tumbuh.

SMA N 1 Baso, Agam, Sumbar, 2000
——

Puisi ini awalnya ditulis oleh Leni Marlina hanya sebagai hobi dan koleksi puisi pribadi 24 tahun yg lalu (tahun 2000). Puisi tersebut direvisi kembali serta dipublikasikan pertama kalinya melalui media digital tahun 2024.

Leni Marlina telah mengabdi sebagai dosen tetap di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang sejak tahun 2006. Penulis juga merupakan pendiri dan kepala beberapa komunitas digital bidang sastra, pendidikan dan sosial termasuk World Children’s Literature Community (WCLC): https://rb.gy/5c1b02; POETRY-PEN International Community; komunitas PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat) Starcom Indonesia; (Starmoonsun Eduprenuer Community Indonesia): https://rb.gy/5c1b02

Sebagai anggota aktif dari Perkumpulan Penulis Indonesia SATU PENA Sumatera Barat, penulis juga terlibat dalam kolaborasi internasional, seperti Victoria Writers Association di Australia dan ACC International Writers Community di Hong Kong.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share10SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

SULAIMAN JUNED LATIH GURU DAN SISWA CIPTA DAN BACA PUISI

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00