POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Pengemis – Pengemis Lansia di Belantara Kota Banda Aceh

RedaksiOleh Redaksi
November 9, 2024
Tags: #pengemis#sedekah
Pengemis – Pengemis Lansia di Belantara Kota Banda Aceh
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Nita Kasmidar

Mahasiswa  Jurusan Perbankan Syariah,  Fakultas Ekonomi Bisnis Islam, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

Di tengah hiruk-pikuk Kota Banda Aceh, di area Pasar Aceh, terlihat seorang kakek berusia sekitar 70 tahun, berpakaian muslim dan rapi. Sehingga dari penampilannya itu, terlihat berbeda dari pengemis lain. Ia berjalan dengan tongkat, membawa botol plastik yang dipotong sebagai wadah untuk menerima uang dari orang yang lalu lalang.

Penulis yang sedang mendapat tugas melakukan observasi atau mengamati kehidupan para pengemis yang selama ini banyak ditemukan di kota Banda Aceh, langsungemsekati sang kakek.

Sambil duduk dengan sedikit santai, di dekat beliau, penulis mengajukan beberapa pertanyaan. Katakanlah wawancara. Dari wawancara itu, penulis menemukan ada banyak cerita.  Sang kakek ini mengungkapkan bahwa ia hidup sebatang kara. Istri dan anak-anaknya telah tiada, dan ia tidak memiliki keluarga yang bisa membantu. Demi memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, ia memilih mengemis.

Setiap hari, ia berangkat dari tempat tinggalnya di Kampung Keudah dengan menumpang becak. Tempat mengemisnya pun berpindah-pindah, dari Pasar Aceh, Lampumerah, hingga masjid-masjid seperti Masjid Oman dan Masjid Baiturrahman.

Ada yang ingin penulis tanyakan lebih lanjut pada sang kakek, terkait motivasinya melakukan aktivitas mengemis itu. Berdasarkan wawancara  penulis tersebut faktor yang membuat ia mengemis adalah ketidakmampuan ekonomi, tanpa sumber pendapatan yang pasti. Bukan hanya itu, ia juga menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pengemis ini hanya mengandalkan hasil dari mengemis untuk kebutuhan sehari-harinya. Kemudian faktor lainnya yaitu keterbatasan fisik dan usia lanjut yang menyebabkan ia kesulitan dalam mencari kerja dan melakukan pekerjaan berat.

📚 Artikel Terkait

Unimal Serius Membangun Mutu PPG Sebagai Pilar Kualitas Pendidikan

Teknologi Membawa Nikmat

Dana Riset Bukan Alat Membungkam Mahasiswa

*Teh Nasihat*

Pendapatan harian yang ia dapatkan dari mengemis berkisar antara Rp50.000 hingga Rp70.000, jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Namun, perjalanan hidupnya bukan tanpa tantangan. Sering kali ia harus menghadapi cuaca buruk, serta sikap acuh dari beberapa orang yang melewatinya. Meskipun begitu, ia tetap tegar dan percaya bahwa setiap lembar rupiah yang diterimanya adalah harapan untuk hari esok yang lebih baik.

Kehadiran banyak pengemis di tengah kesibukan kota selama ini banyak mengundang perhatian. Seperti halnya lelaki tua ini banyak orang yang penasaran, bertanya-tanya tentang bagaimana ia bisa

kisah hidupnya. Bagaimana di usianya yang sudah tua, masih harus hidup dengan hasil mengemas. Apalagi, di balik wajah yang keriput itu terlihat lelah, namun tersimpan semangat kuat untuk bertahan dan menjalani kehidupan meski di tengah keterbatasan.

Apa yang menyedihkan dari kehidupan pengemis-pengemis la sia, seperti sang kakek ini adalah munculnya orang-orang yang mencari kesempatan di tengah kesulitan. Para pengemis lansia ini banyak pula yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mencari kehidupan di atas kesulitan hidup para pengemis lansia itu. Ada yang menggunakan jasa becak dan transportasi lain.

Semua ini mencerminkan kondisi pengemis-pengemis lansia  di Banda Aceh yang juga hidup dalam keterbatasan dan keterasingan. Situasi ini menuntut perhatian dari pemerintah daerah. Kiranya, betapa pentingnya langkah konkret dari Pemerintah Aceh untuk menangani permasalahan sosial ini. Pemerintah daerah harus lebih peka dan siap menyediakan program bantuan sosial, pelatihan keterampilan, serta fasilitas tempat tinggal yang layak bagi pengemis-pengemis  lanjut usia yang tidak memiliki keluarga.

Selain itu, penyediaan layanan kesehatan dan program pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan kerja diharapkan dapat membuka peluang bagi mereka untuk mandiri. Dengan perhatian yang lebih besar, pengemis seperti kakek ini mungkin dapat hidup lebih baik, tidak hanya bergantung pada belas kasihan orang lain, tetapi memiliki kesempatan untukmemperbaiki taraf hidupnya.

Pengamatan ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial. Dalam masyarakat yang saling peduli. Kakek seperti beliau bisa mendapatkan dukungan  finansial yang layak agar tidak perlu lagi menjalani masa tua di jalanan. Semoga

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Tags: #pengemis#sedekah
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Kenali Risiko Menggunakan Obat-Obat Terlarang

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00