• Latest
Konjen RI Melbourne, Kuncoro Waseso Baca  Puisi pada Peluncuran Buku Suara Kampus

Konjen RI Melbourne, Kuncoro Waseso Baca Puisi pada Peluncuran Buku Suara Kampus

November 5, 2024
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Konjen RI Melbourne, Kuncoro Waseso Baca Puisi pada Peluncuran Buku Suara Kampus

Redaksiby Redaksi
November 5, 2024
Reading Time: 2 mins read
Tags: #australia#melbourne
Konjen RI Melbourne, Kuncoro Waseso Baca  Puisi pada Peluncuran Buku Suara Kampus
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

Melbourne, Potretonline.com-  Konjen RI Melbourne, Kuncoro Waseso membaca
Puisi pada Peluncuran Buku Suara dari Kampus, Guru Australia Indonesia Berpuisi di Deakin University, Melbourne, Australia, tgl 4 November 2024.

Kuncoro Waseso, yang bertindak sebagai pembicara utama pada peluncuran dan bedah buku Antologi puisi karya anggota SATUPENA tersebut merasa tersanjung hadir dalam acara yang dihadiri guru- guru dan dosen Indonesia Australia. Kuncoro membacakan dua puisi, satu dari buku antologi guru yang juga anggota SATUPENA dan puisi karyanya sendiri yang berkisah tentang anaknya. Puisinya cukup menyentuh para hadirin karena ditulis dengan hati atas apa yang dia rasakan terhadap anaknya.

Lebih lanjut ia mengatakan, membaca puisi yang ditulis indah oleh para guru dan dosen itu menjadi inspirasi baginya sehingga ia ikut membaca dan menulis puisi yang sudah lama ia tinggalkan karena kesibukan kerja sebagai diplomat. Ia berharap program ini bisa bisa meningkatkan hubungan Indonesia Australia.

Selain keynote speaker Kuncoro, juga bicara Dr Fauziah Afriyani, dosen Indo Global Mandiri University, Palembang dan Prof Rebecca Fanany, dosen Central Queensland University yang diwakili Prof Ismet Fanany karena kondisinya yang lagi sakit.

Fauziah membahas buku Suara Dari Kampus melalui perspektif sumber daya manusia yg merupakan bidang kajiannya. Ia juga menawarkan beberapa tindak lanjut dari diskusi untuk pengembangan SDM melalui menulis dan Sastra. Menurutnya, sastra tidak hanya kolaborasi berkarya tetapi juga mempererat hubungan budaya Australia Indonesia dalam meningkatkan kompetensi guru, dosen maupun widyaiswara dalam proses belajar mengajar.

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Maret 27, 2026

Prof Ismet mereviu tentang puisi antologi ini yang menurutnya sangat inspiratif dan aspiratif dalam menyuarakan persoalan guru di Indonesia dan Australia.

Puisi dapat menjadi nyanyian semakin dalam makna dan gagasannya apalagi jika puisi tersebut ditulis dengan ilmu dan menyentuh hati masyarakat.
Ia mencontohkan Carl Sagan yang terkenal dengan Karya terbesarnya The Pale Blue Dot pada acara teve ” cosmos”. tentang bumi yang dilihat dari antariksa. Ia menyebutnya sebagai titik biru pucat. Melalui foto itu, Sagan menunjukkan bahwa bumi sangatlah kecil, hanya sebesar titik yang berada di tengah luasnya area tata surya dan semesta. Carl Sagan yang visioner menulis buku ini pada tahun 1994.

Lebih lanjut prof Ismet mengatakan satu-satunya negara yang ada pelajaran Bahasa Indonesia yang terstruktur dan sistematis itu hanya negara Australia. Namun sejak kasus pemboman kedutaan Australia, dua jurnalis yang dibunuh dan bom Bali, banyak orang tua yang melarang anaknya belajar Bahasa Indonesia. Peristiwa tersebut memberi kesan Indonesia negeri yang tidak bisa bertoleransi sehingga menurunkan citra.
” Dulu kedekatan Indonesia Australia luar biasa dalam berbagai bidang termasuk pendidikan Bahasa Indonesia, sekarang lebih dominan bidang kesehatan dan pertahanan. Selain itu pilihan berbahasa kompetisinya dengan bahasa lain juga sudah banyak. Karena itu VILTA ( Victoria Indonesian Languages Teachers Association ) , ingin membangun kembali kerjasama Bahasa Indonesia dengan SATUPENA Sumbar, agar Bahasa Indonesia kembali bergairah dan diminati orang-orang Australia”. Tambah Astrid Dux, Vice President VILTA.

Ikut hadir guru Indonesia Australia yang juga penulis buku yakni Abdil Bajili, Zahara Guru PGRI, Eka Teresia guru SMK Negeri 6 , Edrawati guru SMP 13, Yacinta Dosen Monash University, ikut juga menulis puisi Fauziah dan Astrid Dux dengan editor Prof Ismet Fanany.

ADVERTISEMENT

Ketua SATUPENA Sumbar , Sastri Bakry, sangat berbahagia acara peluncuran buku ini berjalan lancar dan berharap ada tindak lanjut dari pertemuan ini seperti pertukaran guru dan karya-karya berikutnya di bidang sastra dan literasi pendidikan.
Acara ini diakhiri dengan makan bersama dan kesepahaman dengan kerjasama berikutnya yang akan dituangkan dalam MOA ( memorandum of Agreement) terutama untuk syarat, hak dan kewajiban untuk guru berkualifikasi yang akan dilakukan di tahun 2025. Guru- guru dari Sumbar membacakan puisi dengan semangat setelah acara resmi selesai.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 363x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
BILA AKAR-AKAR MULA BERSERABUT

Seuntai Puisi Oui bin Sal

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com