POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Hakam Naja : Government Leadership, Kunci Utama Pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah Indonesia

RedaksiOleh Redaksi
September 4, 2024
Hakam Naja : Government Leadership, Kunci Utama Pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah Indonesia
🔊

Dengarkan Artikel

Jakarta- Potretonline.com- ‘’Jika mau jujur, pada pelembagaan ekonomi keuangan syariah di Indonesia sekarang, seluruh menteri dan menko di Indonesia masuk jadi pengurus ekonomi keuangan syariah, lalu siapa sebenarnya yang mengoordinasi dan bertanggung jawab? Demikian kata A Hakam Naja, Advisory Board of CSED INDEF, yang berbicara pada Seminar Internasional “Sharia Economy and Finance: Policies for the Prabowo Government” yang dilaksanakan hari ini (03/09/2024) oleh INDEF, Universitas Paramadina dan UIN.

Oleh karena itu, salah satu rekomendasi adalah bagaimana mengoordinasi lembaga pemerintah atau kementerian yang ditunjuk oleh presiden untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi secara sungguh-sungguh dalam upaya memajukan ekonomi syariah.

Hakam Naja juga menyebutkan dari segi sejarah, perkembangan ekonomi keuangan syariah di Indonesia agaknya kurang beruntung, karena kita ketinggalan dengan Malaysia sudah agak lumayan jauh.

‘’Di Malaysia,Tabung Haji Malaysia sudah berdiri sejak tahun 1963, BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji Indonesia) baru pada 2017. Jadi kita ketinggalan 54 tahun. Bank Syariah Malaysia berdiri sejak tahun 1983, Bank Muamalat baru pada tahun 1992,’’ sambung Hakam Naja.

Di Malaysia ada Undang-undang Bank Islam, di Indonesia baru ada UU No 21/2008 tentang Perbankan syariah pada 17Juni 2008.

‘’Jadi kita memang kurang perduli terhadap perkembangan ekonomi keuangan syariah,’’imbuhnya.

Selanjutnya mantan anggota DPR RI tersebut menyatakan terdapat beberapa hal patut menjadi perhatian dari lambatnya perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, yang pertama, barangkali terkait dengan kata ‘’Islam’’.

‘’Mungkin dulu masalah piagam Jakarta dan sebagainya. Jadi waktu itu, Bank Muamalat pun diberi nama Bank Muamalat, mau ditambah Islam waktu itu Pak Harto menyatakan nama Muamalat sendiri sudah Islam,’’ tambahnya.

Hakam Naja juga mengatakan ada hal lebih tragis, yakni saat ini yang memanfaatkan ekonomi syariah itu saat ini siapa? Terutama ekspor ke 57 negara OKI 

📚 Artikel Terkait

Sungai Yang Meminta Kedatangan

Sebelum Dimakamkan

Perempuan Pewarta

Gaya Berdagang China dan Amerika Serikat (2)

‘’Ternyata nomor satu negara yang mengekspor produk halal ke negara-negara OKI itu adalah China. Kemudian India, Brazil, Amerika. Indonesia sendiri malah jadi importir produk halal terbesar,’’ kata Hakam Naja lagi.

‘’Uniknya, dari 283 juta penduduk Indonesia, 240 juta muslim harus makan makanan yang halal. Kenapa bukan Indonesia yang menjadi pengekspor utama produk halal ke dunia internasional?’’ cetusnya.

Dari segi kebijakan di Indonesia dan Malaysia, Hakam Naja menemukan beberapa hal penting, bahwa ternyata kunci masalah ada pada government leadership, kepemimpinan.

‘’Kenapa pemerintah? Karena pemerintah punya kewenangan, dana dan SDM. Di Hongkong ada Hong Liong Islamic Bank, juga ada Islamic Shanghai Bank Corporation. Jadi mereka yang mengambil bisnis ekonomi Islam,’’ katanya menyambung pembahasan.

Untuk itu Hakam Naja mengajukan beberapa rekomendasi untuk memajukan ekonomi keuangan syariah di Indonesia yakni Perlunya Menyusun RUU ekonomi keuangan syariah. Menjadi dasar hukum secara holistik. Kedua, Memasukan ekonomi keuangan syariah sebagai arus utama ekonomi. Ketika pada visi misi Prabowo ekonomi syariah dianggap masuk dalam rencana kerja pemerintah 2025. Ketiga, Mengoordinasi lembaga pemerintah atau kementerian yang ditunjuk oleh presiden untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi secara sungguh-sungguh dalam upaya memajukan ekonomi syariah. Keempat, harus ditargetkan Indonesia menjadi pemimpin ekonomi syariah dunia sebelum 2029.

‘’Indonesia harus menjadi pusat perkembangan ekonomi keuangan syariah dunia,’’ tutupnya.

Pada sesi yang lain, Dr. Erdiriyo, S.E., M.M, Assistant Deputy for Inclusive Finance and Sharia Finance, Coordinating Ministry for Economic Affairs mengatakan, ekonomi keuangan syariah ditempatkan pada bagian keuangan inklusif.

‘’Pada keuangan inklusif, presiden menargetkan 90%, di akhir periode ini sudah tercapai 88,7%. Tapi yang  menjadi problem adalah tingkat pelayanan keuangan syariah,’’ kata Erdiriyo.

Erdiriyo juga menyatakan, Di OJK ekonomi keuangan syariah baru 12%, sehingga gapnya sangat jauh.

‘’Hal ini disebabkan oleh tingkat literasi yang masih sangat rendah, di mana edukasi yang tidak tepat dengan segmen-segmen prioritas,’’ imbuhnya.

‘’Mestinya, digarap pada beberapa segmen masyarakat yang menjadi prioritas (perempuan; anak-anak, pemuda dan pelajar; PMI) sehingga tercipta ekosistem atas keuangan syariah yang terkoneksi dan inklusif. Begitu juga terkait dengan sertifikasi halal perlindungan konsumen,’’ tambah Erdiriyo. (p17)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Raja Di Batas Senja dan Gadis Malang

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00