• Latest

Dari Seminar Internasional Yu Dafu, Muncul Keinginan Bangun Museum

September 2, 2024
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Dari Seminar Internasional Yu Dafu, Muncul Keinginan Bangun Museum

Redaksiby Redaksi
September 2, 2024
Reading Time: 2 mins read
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

Padang,  Potretonline.com- Tidak dapat dipungkiri, Yu Dafu telah menjadi bagian dari sejarah kehidupan Tionghoa di Sumatera Barat, terutama di Payakumbuh selama pendudukan militer Jepang. Keterbatasan sumber dokumen tentang jejak kehidupan Yu Dafu di Sumatera Barat dapat ditelusuri melalui studi sejarah lisan, sebagai upaya mengungkap asumsi yang simpang siur mengenai tokoh ini. Konstruksi sejarah kehidupan Yu Dafu di Sumatera Barat akan memperkanya historigrafi sejarah Tionghoa Indonesia dan berdampak positif terhadap hubungan bilateral Tiongkok dengan Indonesia, khususnya Sumatera Barat.
Demikian diungkapkan Dosen Sejarah Universitas Negeri Padang Dr. Erniwati, S.S., M.Hum pada seminar internasional Menelusuri Jejak Yu Dafu di Sumatera Barat, Senin (2/29)2024) di aula Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat jalan Samudra Padang. Seminar dibuka Gubernur Sumatera Barat diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar Dr. Jefrinal Arifin.

Menurut Erniwati, sejak Mei 1943, Yu Dafu menetap di Payakumbuh dengan nama samaran Zhao Lian. Yu Dafu membuka pabrik penyulingan arak beras Zhaoy pada 1 September 1942 untuk menyamarkan identitasnya. Dalam waktu singkat bisnis minuman arak dari beras meningkat pesat dengan merek “First Love” dan “Taibai” laku keras. Zhao Lian mulai dicurigai sebagai Yu Dafu sejak tahun 1944 ketika seorang agen Tionghoa di Singapura bernama Hong Genpei ditugaskan di Bukittinggi. Hong Genpei berhasil mengidentifikasi “Zhao Lian” sebagai Yu Dafu dan menuduh Yu Dafu menjadi mata-mata.

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Maret 27, 2026

“Sejak itu Yu Dafu diawasi secara ketat. Pada malam 29 Agustus 1945, ketika Yu Dafu berdiskusi dengan beberapa pengusaha perkebunan Tionghoa, seorang pemuda yang tidak diketahui identitasnya meminta Yu Dafu pergi bersamanya untuk suatu urusan. Orang mengira ia pergi sebentar, ternyata itulah kali terakhir mereka melihat Yu Dafu. Asumsi yang berkembang Yu Dafu dibunuh oleh Kempetai (tentara Jepang) karena ia mengetahui banyak informasi sensitif tentang kekejaman militer Jepang. Asumsi lain adalah Yu Dafu dibunuh karena dicurigai sebagai mata-mata Jepang, kata Erniwati lagi.

Guru Besar Sejarah Universitas Andalas Padang Prof. Gusti Asnan menyebutkan,
kisah hidup Yu Dafu dan pengalaman orang Tionghoa pada masa Jepang jelas akan menambah informasi bagi sejarah Sumatera Barat khususnya dan Indonesia umumnya. Sudah saatnya dilakukan pengkajian sejarah tentang keberadaan dan peran sejarah orang Tionghoa, yang termasuk ke dalam kelompok ‘orang pinggiran’ dalam sejarah Sumatera Barat ini.

“Ketika Jepang mengetahui identitasnya, Yu Dafu atau Choulion segera dihabisi. Dia dihabisi setelah Jepang kalah. Pengalaman Yu Dafu juga dialami oleh sejumlah orang Tionghoa lainnya di Sumatera Barat. Di beberapa daerah ada penyerangan atau pembunuhan terhadap orang Tionghoa,” kata Gusti Asnan.

Tampil juga pembicara lainnya, mantan Rektor Tarumanegara Prof. Roesdiman Soegiarso, Toako HBT Andreas Sofiandi, Hendri Fauzan, M.Si mewakili Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat dan sejumlah pembicara lainnya dari Tiongkok dan Malaysia.

Pada pembukaan seminar turut memberikan sambutan Konsul Jenderal RRT di Medan Mr. Zhang Min, Ketua DPD Satupena Sumbar Sastri Bakry, anak Yu Dafu, Yu Meilan, Ketua DMDI Prof. Yusuf Liu.

Sedangkan moderator dalam seminar ini Sekretaris Satupena Sumbar Armaidi Tanjung dan Charlie Gunawan dari HBT. Dibantu translator Tasnim Liu, Malaysia , Yuen Man, Universal Univ Batam dan Rika dari Konsul Jenderal Medan.

Ketua DPD Satu Pena Sumbar Sastri Bakry menyebutkan, Satupena Sumbar sengaja menggelar seminar internasional Menelusuri Jejak Yu Dafu ini karena tokoh penulis terkenal di Tiongkok adalah seorang Pahlawan besar Tiongkok. Karyanya dianggap sebagai membawa sastra modern abad 19. Sedangkan jejaknya ada di Sumatera Barat, walaupun hingga kini masih belum banyak yang bisa dilacak.
“Mudah mudahan dengan seminar ini makin banyak yang bisa diungkapkan tentang Yu Dafu. Apalagi dari seminar ini ada keinginan membangun museum Yu Dafu di Sumatera Barat,, dan sponsor juga ada alhamdulillah. Seminar tidak hanya kata- kata tetapi juga ada eksekusi di bidang pariwisata, cagar budaya, ekonomi dan pendidikan” kata Sastri Bakry usai seminar didampingi Sekretaris Satupena Sumbar Armaidi Tanjung.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 363x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Ekonomi Keuangan Syariah Terus Meningkat Dalam 5 Tahun Terakhir

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com