• Latest

Guru Penggerak Abdya Berhasil Menulis Buku.

Juli 11, 2024
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Guru Penggerak Abdya Berhasil Menulis Buku.

Redaksiby Redaksi
Juli 11, 2024
Reading Time: 2 mins read
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

JANTHO – Potretonline.com- Hasanul Amri SPd (28), guru penggerak yang bertugas di SMP Negeri 2 Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya berhasil menuliskan buku berjudul “Awal Mula Masuknya Agama Islam ke Pulau Simeulue.”

Buku setebal 350 halaman itu diserahkannya kepada Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Aceh, Teti Wahyuni SSi , MPd yang berada di Lubok Sukon Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (11/7/2024).

Hasanul Amri yang juga Ketua Bidang Informasi, Publikasi dan Dokumetasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) Daerah Abdya dulunya menjadi guru honor di sekolah terpencil, yaitu SMA Negeri 1 Simeulue Cut dan SMA Negeri 2 Simeulue Tengah.

Kata Amri, buku “Awal Mula Masuknya Agama Islam ke Pulau Simeulue” ditulis sejak Januari 2023 dengan mengambil data dari berbagai narasumber seperti para tokoh ulama, tokoh adat dan tetua di Kabupaten Simeulue.

Lalu, buku ini terlebih dahulu didiskusikan dengan para tokoh ulama, tokoh adat dan tetua tersebut, barulah kemudian dibukukan dan dicetak.

“Saya bersyukur Pemerintah Kabupaten Simeulue memberikan dukungan, bahkan biaya cetak pertama ini diberikan bantuan oleh Pemkab setempat,” ujar Amri.

Pria lajang kelahiran Gampong Borengan, Simeulu Cut ini merasa bersyukur karena sudah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Abdya pada tahun 2020 lalu, bahkan lulus juga sebagai guru penggerak.

Amri menceritakan, awalnya ia kesulitan untuk menulis buku walau pun sudah setahun ditulisnya, namun pada 25-28 Maret 2023, BGP Provinsi Aceh melaksanakan pelatihan menulis.

“Peningkatan kemampuan guru SD, SMP, SMA/SMK dalam menulis karya tulis ilmiah untuk pengembangan diri adalah kegiatan yang saya ikuti di utus oleh Disdikbud Abdya,” sebut Amri.

Dikatakannya, berkat bimbingan narasumber seperti Yarmen Dinamika, Khairuddin, Faisal, Jon Darmawan dan Baihaki, akhirnya memantapkan diri untuk menyelesaikan buku ini.

“Semoga buku ini bisa menjadi bahan bacaan di sekolah atau madrasah yang menggali sejarah tentang Simeulue. Terima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung hingga terbitnya yang saya tulis ini,” ucap Amri.

Kepala BGP Provinsi Aceh, Teti Wahyuni saat menerima buku yang diserahkan langsung dari penulisnya menyampaikan, ini luar biasa karena guru penggerak sebagai putra daerah walau pun bertugas di daerah lain, namun tetap mengangkat sejarah masuknya Islam ke Simeulue.

Baca Juga

7fb8d49c-8ec5-4336-99da-ba4fb75fa40c

Dari Cerpen ke Layar

Maret 25, 2026
Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

Maret 17, 2026

“Masing-masing daerah dan Aceh umumnya memiliki karakteristik tersendiri, dengan kehadiran guru-guru penggerak ini bisa memunculkan cerita khas dari daerah masing-masing dengan goresan tulisan berbentuk opini dan buku,” ungkap Teti.

Diharapkannya, buku yang mencerahkan ini bisa diperbanyak lagi oleh Pemkab, Disdikbud dan Cabdisdik Simeulue sebagai bahan bacaan di sekolah.

“Teruslah guru-guru penggerak di Aceh untuk berkarya menulis buku sehingga menjadi nilai poin tersendiri agar menjadi catatan sejarah,” pesan Teti.(*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Wako Payakumbuh, Suprayitno: Penting Menelusuri Jejak Yu Dafu

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com