🔊
Dengarkan Artikel
Buat Seorang Sahabat
Zulkifli Abdy
Mungkin engkau bertanya
mengapa aku kerap menyebut
pulau Penyengat
Karena di sana pada suatu hari
biduk yang kita tumpangi
pernah merapat
Bahtera yang mengarungi laut
dangkal itu berpenumpang sarat
Di masjid pulau itu pula kita
menunaikan shalat Jumat
Dan memandang takjub meriam
tua yang telah berkarat
Mungkin engkau bertanya
mengapa aku kerap menyebut
pulau Penyengat
Di sana kita pernah berziarah
ke makam ulama yang
masih terawat
Juga situs-situs peninggalan
sejarah yang perlu dicatat
Di sanalah sejarah masyarakat
melayu Riau pernah berpusat
Menjelang senja yang kian
temaram kita pun bergegas
kembali ke darat.
(Pulau Penyengat, medio Mei 2018).
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.





