Buat Seorang Sahabat
Zulkifli Abdy
Mungkin engkau bertanya
mengapa aku kerap menyebut
pulau Penyengat
Karena di sana pada suatu hari
biduk yang kita tumpangi
pernah merapat
Bahtera yang mengarungi laut
dangkal itu berpenumpang sarat
Di masjid pulau itu pula kita
menunaikan shalat Jumat
Dan memandang takjub meriam
tua yang telah berkarat
Mungkin engkau bertanya
mengapa aku kerap menyebut
pulau Penyengat
Di sana kita pernah berziarah
ke makam ulama yang
masih terawat
Juga situs-situs peninggalan
sejarah yang perlu dicatat
Di sanalah sejarah masyarakat
melayu Riau pernah berpusat
Menjelang senja yang kian
temaram kita pun bergegas
kembali ke darat.
(Pulau Penyengat, medio Mei 2018).
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.













Discussion about this post