POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Profesor Agung Pranoto Mengapresiasikan Buku Sajak Secangkir Air Mata, Karya Hamdani Mulya

RedaksiOleh Redaksi
October 4, 2023
Profesor Agung Pranoto Mengapresiasikan Buku Sajak Secangkir Air Mata,  Karya Hamdani Mulya
🔊

Dengarkan Artikel

Surabaya- Potretonline.com- Puisi merupakan salah satu genre sastra yang lebih rumit. Kerumitan puisi disebabkan oleh konvensi sastra yang melekat padanya dengan berbagai ketentuan, di antaranya (a) diksinya yang tersaring ketat meski tidak harus menggunakan kata yang terkesan ‘gagah’, arkhais, (b) aspek bunyi yang mampu mengorkestrasi, (c) penggunaan kata kias yang turut memperindah, (d) tipografi dan enjabemen, (e) soal pungtuasi, (f) kemampuan menata larik-larik puisi dan keterhubungan antarlarik yang membangun bait puisi, (g) keterhubungan antarbait yang sering diistilahkan ‘korespondensi’ antarbait yang kohesif dan koheren (utuh dan padu), (h) dan lain-lain.

Menulis puisi yang begitu rumit, namun puisi menampakkan jumlah peminat yang semakin ‘menggairahkan’ perkembangan literasi di bidang sastra di negeri ini. Artinya meskipun menulis puisi itu ‘sulit’ tetapi pencinta literasi semakin menampakkan geliatnya. Fakta ini tentu harus diapresiasi secara positif dan melalui grup-grup sastra yang ada diharapkan para admin dengan tulus ikhlas berbagi ilmu kepada member (anggota) guna melakukan pembinaan (bukan pembinasaan) demi peningkatan kualitas penulisan karya puisi.

Terkait dengan hal tersebut, Hamdani Mulya, merupakan salah satu penggiat literasi di bidang bahasa dan sastra. Kehadiran puisi-puisi penyair ini perlu kita perhatikan dan kita apresiasi positif. Sebab, dengan pengetahuan sastra yang ia peroleh dari bangku kuliah, telah ia aplikasikan dalam penciptaan puisi. Dengan demikian, puisi-puisi Hamdani Mulya memiliki kualitas literer yang layak diperhitungkan.

Puisi-puisi dalam antologi Sajak Secangkir Air Mata merupakan sehimpun puisi yang bernuansakan “sejarah‟, baik sejarah Aceh saat dilanda tsunami, pejuang atau pahlawan dari Aceh yang patut diteladani, nama-nama besar dari Aceh yang memberikan kontribusi besar terhadap Aceh dan Indonesia pada umumnya, juga menyuarakan kepada pentingnya kemenghambaan kepada Allah, dan sebagainya. Berbagai hal tersebut rupanya mendera batin si penyair, sehingga ia menangkap adanya moment puitic yang perlu diekpresikan melalui puisi.

Mencermati puisi-puisi Hamdani Mulya ini sungguh menarik. Sebab puisi-puisinya menarik jika dijadikan kajian dari beragam perspektif, mulai dari structuralism theory hingga poststructuralism theory seperti historicism theory yang dihubungkan dengan kesejarahan Aceh. Meskipun puisinya ditambang dari peristiwa Aceh dan “orang-orang besar‟ Aceh, bukan berarti puisi-puisi Hamdani Mulya harus ditempatkan sebagai puisi kedaerahan (lokalitas), namun semua puisinya juga meng-Indonesia (globalitas).

Dengan dasar pijakan di atas, selaku penerbit, kami memandang bahwa puisi-puisi Hamdani Mulya sangat layak kami terbitkan dan kami rekomendasikan untuk dinikmati, dijadikan bahan ajar, dikaji/ditelaah oleh masyarakat sastra Indonesia pada umumnya.

Surabaya, Juli 2019
(Penulis : Profesor. Dr. Agung Pranoto, M.Pd.)

📚 Artikel Terkait

In Memorial Bapak Dr.Qismullah Yusuf, Sang Inspirator. 

SAJAK RINDU

Dapat DM dari Akun Tidak Ditemukan

POTRET, Ruang Bagi Para Penulis Mengasah Kekritisan Dalam Gejolak Dunia.

Resepsi Pembaca Terhadap Buku Sajak Secangkir Air Mata

Membaca puisi-puisi Hamdani Mulya, saya diajak berkelana pada berbagai fenomena yang terjadi di Aceh, serta mengenang kembali tokoh-tokoh besar yang berasal dari tanah rencong ini. Puisi penyair ini mencerminkan karakteristik tersendiri dalam bidang penciptaan puisi. Rupanya, ia memiliki bakat alam dan intelektualisme dalam penciptaan puisi. (Dr. Kaswadi, M.Hum. Akademisi Sastra Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dan pengamat sastra).

Suara batin penyair Hamdani Mulya, rupanya tergelitik pada kepedihan yang terjadi saat tsunami Aceh. Ini bukan sesuatu yang berlebihan. Sebab, tugas penyair adalah memotret dan mengabadikan suatu peristiwa yang merupakan catatan sejarah. Dan sangat tepat sebab hal ini tidak luput dari perhatian Hamdani Mulya. (Eko Windarto Penyair asal Batu, Malang).

Puisi-puisi Hamdani Mulya menggunakan bahasa keseharian yang mampu menggugah rasa, jiwa untuk merenungkan kembali berbagai peristiwa kehidupan. Di balik kesederhanaan diksi, justru menyembulkan ruang asosiasi pembaca yang makin terbuka lebar. (Edi Kuswantono Pencinta dan penulis sastra).

Penyair Hamdani Mulya menurut amatan saya tidak sekadar mengeksplor tentang kesejarahan Aceh melainkan ia juga menyuguhkan puisi-puisi yang berbau religiusitas. Hal ini berarti ia memiliki talenta yang bagus dalam menangkap berbagai peristiwa lalu ia juga menghubungkannya dengan ranah ke-Tuhan-an. (Rida Wahyuningrum Penelaah sastra).

Puisi-puisi Hamdani Mulya merupakan hasil kontemplasi atas pengalaman puitiknya. Rupanya ia juga mampu mencipta puisi prismatik yang pekat atau sublim. Bravo Hamdani Mulya. (Jaka El-masriv Pencinta sastra).

Hamdani Mulya tidak sekadar pandai mengajar di kelas, melainkan ia mampu memberikan contoh kepada siswa-siswanya tentang cara menulis puisi. Antologi puisi ini merupakan salah satu bukti nyata bahwa ia sosok guru sekaligus penyair. (M. Shoim Anwar Novelis dan dosen sastra).

Editor: Mukhlis, S.Pd.,M.Pd.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Bijaklah Berbelanja Di Era Digital

Bijaklah Berbelanja Di Era Digital

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00