• Latest

Kemeriahan Maulid Nabi di Gampong Sumbok Rayeuk Aceh Utara

September 30, 2023
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kemeriahan Maulid Nabi di Gampong Sumbok Rayeuk Aceh Utara

Redaksiby Redaksi
September 30, 2023
Reading Time: 2 mins read
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

Aceh Utara-Potretonline.com- Denyut nadi syiar Islam telah menyatu dalam darah masyarakat Aceh. Salah satu syiar Islam yang terlihat begitu kental di Aceh dapat ditemukan pada acara perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw yang diperingati setiap tahun.

Dalam perayaan maulid di Aceh, momen religius ini telah menjadi tradisi bagi masyarakat Aceh yang dalam kehidupannya sehari-hari melekat dengan nilai adat dan budaya. Maka tidak mengherankan apabila memasuki bulan Rabiul Awal, perayaan maulid Nabi terlihat sangat meriah.

Pemerhati sejarah Aceh Hamdani, S.Pd memaparkan bahwa Maulid Nabi di Aceh merupakan perayaan penting dan semarak. Kecintaan masyarakat Aceh terhadap maulid terlihat dengan banyaknya kitab-kitab tentang maulid yang ditulis dengan bahasa yang indah, dipenuhi dengan hiasan yang memiliki keistimewaan.

“Kitab sanjungan kepada Rasulullah seperti kitab Dalailul Khairat, Barzanji, dan Syaraful Anam sangat istimewa di Aceh dibacakan pada perayaan maulid,” ungkap Hamdani yang juga guru pegiat Sastra Aceh itu menjelaskan.

Di Aceh, peringatan maulid Nabi Muhammad Saw dikenal dengan istilah “maulod”. Dalam pelaksanaan itu, warga menggelar kenduri besar dengan mengundang anak yatim dan kerabatnya. Warga kampung tetangga sebelah juga ikut diundang untuk menikmati lezatnya kenduri. Salah satu perayaan maulid Nabi terlihat jelas dari warga Gampong Sumbok Rayeuk, Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara pada Kamis (28/9/2023).

Perlu diketahui, tradisi perayaan maulid di Aceh dengan kenduri besar. Bagi masyarakat yang mampu melakukan kenduri, maka akan berkenduri dan membagikan makanan kepada masyarakat lain yang berkumpul di meunasah-meunasah (surau).

Baca Juga

IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
img-0531_11zon

Mengingat Masa Lalu, Menentukan Arah Masa Depan

Maret 29, 2026

“Maulid diperingati sebagai rasa cinta kepada Baginda Rasulullah Muhammad Saw. Bagi masyarakat Aceh, jika tidak melakukan kenduri maulid merasa ada sesuatu yang kurang. Sehingga tidak mengherankan apabila pada bulan maulid masyarakat berbondong-bondong membawa makanan yang telah dimasak ke meunasah,” kata Rusydi Aziz Geuchik desa Sumbok Rayeuk kepada awak media.

Saat membawa makanan, ada tempat khusus yang disebut “dalong”, yaitu wadah khusus berbentuk selinder. Dalong merupakan wadah pengisian nasi lengkap dengan lauk pauk. Sajian nasi dan lauknya pun ditata rapi dan berlapis-lapis atau dikenal “Dalong Meulapeh”. Dalong inilah yang diantar warga ke meunasah-meunasah yang akan dibuka untuk disantap bersama anak yatim dan fakir miskin.

“Pada momen peringatan maulid ini kita juga harus meneladani akhlak rasul sebagai uswatul hasanah, teladan terbaik yang memberikan suri teladan bagi seluruh umatnya,” sambung Geuchik Rusydi Aziz.

Menu yang dihidangkan pada perayaan maulid sangatlah istimewa. Salah satu menu khas Aceh adalah “bu kulah” atau nasi kulah, nasi yang dibungkus dengan daun pisang.

Salah satu menu yang dihidangkan adalah “kuah pacri”. Dalam kuah ini, tersedia buah nanas yang dimasak dengan kuah encer dengan paduan cengkeh, kapulaga, cabai merah yang diiris halus dan daun pandan untuk menambah aroma. Menu lainnya adalah aneka daging sapi, kambing, ayam dan bebek.

Selain menu yang disebutkan diatas, ada hidangan khas pada kenduri maulid. Yakni bulukat, nasi ketan yang diberi kelapa dan dibungkus daun pisang dan berbentuk limas.

ADVERTISEMENT

Kemeriahan perayaan Maulid Nabi di Aceh memiliki dasar sejarah yang kuat. Ini sebagaimana termaktub dalam sebuah surat wasiat Sultan Aceh yang diterbitkan pada 12 Rabiul Awal 913 Hijriah atau 23 Juli 1507, oleh Sultan Ali Mughayat Syah yang ditemukan Tan Sri Sanusi Junid. Salah satu poinnya adalah mengenai pelaksanaan Maulid Nabi yang dapat menyambung tali silaturrahmi antar warga gampong di Kerajaan Aceh Darussalam.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 265x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 259x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

JELAJAH PROFESI DAN BAKAT “Belajar entrepreneur di PT. BITATA FOOD INDONESIA”

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com