POTRET Budaya

Sehimpun Puisi Delia Rawanita

September 2023 • Redaksi

Bunga Belimbing

Delia Rawanita

Baca Juga

Bunga belimbing bergelantungan di tiap cabang

Putik mekar dilindung daun muda

Tidak  terlihat jelas di permukaan

Bunga malai yang terlepas dari tangkai berserakan di tanah

Putik belimbing yang bertahan di tangkai  kita bungkus bersama

” Biar tidak busuk dan buahnya besar” katamu

Akupun sangat telaten membungkus dengan gembira

Buah buah itu akan kita panen pada saatnya.

Dulu, hampir setiap hari kita menunggu buah yang terbungkus plastik itu membesar dan ranum

Kita siapkan wadah dan galah bertangkai kayu dengan botol air mineral dipotong dua untuk  diikat diujungnya.

” Jangan lupa bagikan ke tetangga ” pesanmu selalu

Kini bunga belimbing berbuh lebat

Sayang , tidak ada yang memanennya lagi

Belimbing  berguguran jatuh ke bumi.

Bna, 050923

Maghrib ini

Delia Rawanita

Dalam rintihanmu  magrib ini

Bulan muncul perlahan di balik daun

Gemulai sinarnya terbawa  awan

Angin meniupnya

Seperti senja kala temaram langit redup

Begitu haus dirimu begitu dahaganya kita

Terasa waktu mengalir demikian lambat

Tidak ada yang mampu merubahnya

Redup bulan perlahan lahan akan menghilang

Meninggalkan kenangan

Bna 020923

Merdeka

Delia Rawanita

” merdeka itu apa, mak”

Merdeka itu bisa makan tiap hari  bisa mamak sekolahin  kalian . Kalo penerangan masih lampu teplok ya sudahlah, paling  lubang hidung hitam dan bisa dibersihkan,

yang jangan kita bikin sejarah hitam , tipu tipu.

ADVERTISEMENT

” apa itu sejarah hitam, mak”

Susah mak menerangkan soalnya tinggi kali penjelasannya. Belajarlah sungguh sungguh biar pintar. Jangan sekolah pura pura atau pura pura sekolah kalian.

“Kalau begitu dimana  merdeka itu, mak”.

Bawalah  pulang ke Rempang kampung kita .

Bna, 140923

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.