POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ratapan Anak Pinggir Sungai

Bagian Empat

RedaksiOleh Redaksi
June 11, 2023
Ratapan Anak Pinggir Sungai
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Munawir Abdullah

SETELAH shalat subuh berjamaah, aku, Anwar dan Geusyik duduk di pinggirian Meunasah. Mata kami menatap ke arah sungai, luapan airnya sudah sampai ke teras Meunasah. Alhamdulillah, petaka kiriman Kulam Cet Tambi kali ini tidak membawa rumah warga. Kami hanya khawatir kondisi padi yang baru selesai tanam di sawah.

Aku dan Anwar memang sudah merencanakan untuk menjumpai Geusyik subuh ini. Kami ingin menceritakan kepadanya rencana untuk menjumpai Bupati hari ini. Sudah menjadi tradisi di kampungku. Bila warga ingin menjumpai Geusyik, tinggal ikuti jamaah di Meunasah. Sudah pasti Ia menjumpainya, kecuali untuk hal-hal tertentu, yang tidak mungkin disampaikan di muka umum.

Sebenarnya aku sangat berkeinginan untuk menjumpai Geusyik di rumahnya. Bukan agar dianggap sopan, tetapi ada sesuau yang ingin aku lihat di rumahnya.

Namun sudah menjadi kebiasaan bagi kami untuk berjumpa dengan Geusyik memang sering di Meunasah. Aku dan Anwar lumayan dekat dengan Geusyik. Bahkan kami teman diskusi Geusyik dalam setiap persoalan.

Istri Geusyik kami lumayan cantik. Jadi tidak heran. Kalau Vera, anak pertamanya menjadi lirikan pemuda gampong Cet Tambi. Keluarga Geusyik semua berpendidikan, si Vera anak pertama itu sedang kuliah, sekarang sudah semester III. Dua lagi; yang satu masih SMP dan yang satu lagi kelas dua SMA. Anak terakhir yang masih kelas 1 SMP itu juga sangat cantik. Tapi kalau untuk seumuranku, terlalu jauh selisih umurnya. Tidak kurang dari 15 tahunan aku selisih umur dengan anak Geusyik yang masih SMP itu. Namanya saja aku tidak ingat. Anak Geuyik yang betul-betul kuingat namanya, cuma Vera.

Vera memang tidak tinggal di rumah. Dia sedang kuliah di Ibu Kota Propinsi. Dia pulang dua hari yang lalu, karena kuliahnya lagi libur. Kalau aku tidak salah, Vera sekarang kuliah di jurusan Akuntansi. Mungkin dia berkeinginan untuk menjadi seorang akuntan ke depan, apalagi di kampungku, tidak ada satupun orang yang paham betul tentang konsep pelaporan keuangan.

Ah, kenapa juga aku mencertikan keluarga Geusyik di kampungku, apalagi secara khusus aku mencerikan tentang Vera. Bukankah Aku sama Anwar ingin menceritakan sama Geusyik mengenai rencana kami untuk menjumpai Bupati. Ya sudalah, aku pun sudah terlanjur menceritaknnya. Yang pasti, Vera itu cantik orangnya.

***

“Pak, Anwar telah menceritkan semuanya hasil pertemuan Bapak dengan Pak Amir kemarin” aku memulai pembicaraan di subuh itu.

📚 Artikel Terkait

I am Dreaming to Make A Book

Hidupkan Tradisi Meugang, Lumbung Ternak Wakaf Hadirkan Daging Terjangkau Untuk Masyarakat Prasejahtera

Senja Merah

Kedaulatan Rakyat Tersangkut Di Pagar Laut

“Siapa kamu, mesti diceritakan semua hasil pertemuanku dengan Pak Amir” jawab Pak Geusyik dengan intonasi yang tinggi, sambil menepuk bahuku.

Geusyik kami memang suka bercanda. Jadi jangan heran kalau lagi serius-seriusnya diskusi, tiba-tiba dia mengalihkan pembicaraan dengan cerita-cerita lucu, malahan ada yang koyol.

“Kalau bukan denganku Anwar ceritakan semua persoalan kampungku ini, sama siapa lagi Pak?. Sama Bapak memang tidak ada solusi” aku mencandai balik candaan Pak Geusyik tadi.

“Ya sudah, mulai besok Geusyik kampung ini kamu saja, biar semua masalahnya dapat kamu atasi” Pak Geusyik membalas balik candaanku.

Itulah yang membuatku nyaman berdiskusi dengan Geusyik. Orangnya sangat ramah, dan bisa mencairkan suasana dalam kondisi apapun. Rasa-rasanya, dia satu-satunya orang yang tidak pernah marah di dunia ini. Tapi jangan coba-coba membuat keonaran di kampungku. Geusyik Daud itu sangat tegas orangnya. Beberapa minggu yang lalu, ada tiga pencuri kerbau yang dibawanya  ke kantor polisi.

“Jadi apa rencananya?, kok tiba-tiba kalian mengahadangku pagi ini, jabatan Geusyik telah kuserahkan padamu, apalagi yang kamu inginkan?” Tanyanya dengan serius, namun tetap dalam bentuk canda.

“Gini Pak, setelah aku mendengar cerita dari Anwar pertemuan Bapak dengan camat kemarin, aku dan Anwar ada rencana untuk menjumpai Bupati hari ini, untuk menyampaikan masalah Pabrik Galian C itu”

“Kalian pikir Bupati itu seperti aku?, tinggal datang ke rumahnya, ngopi-ngopi, kemudian kalian ceritkan ini, itu.

Masalahnya selesai. Coba kalian pastikan dulu dimana posisi dia, mungkin dia sedang di luar negeri. Lagi ada study banding untuk mendirikan pabrik-pabrik baru lagi”

“Bukan begitu Pak, kita coba jumpai saja dulu, siapa tahu mungkin nanti ada hasil yang berpihak kepda kampung kita” aku berusaha untuk menyakinkan Geusyik tujuan pertemuan kami dengan Bupati.

Sebenarnya aku juga punya pandangan, masalah itu tidak akan selesai di jalan. Pun terjadi aksi lapangan, itu hanya sebatas untuk memperkuat basis di tingkat bawah agat tersedia meja perundingan.

“Ya sudah, sebelum kalian pergi, kalian hubungi dulu nanti Pak Boy, dia sekarang ajudan Bupati. Kalian minta jadwalnya pada Pak Boy, kapan bisa kalian jumpai Bupati. Ini nomornya, kamu simpan” sambil mengeluarkan handphone dari saku celana pendak yang ada di dalam sarungnya.

Aku menyimpan nomornya, dan percakapn kami berakhir di subuh itu, Pak Geusyik telah mengizinkan kami untuk berjumpa dengan bupati. Aku dan Anwar juga pulang ke rumah masing-masing. Sambil jalan pulang, aku katakan pada Anwar “War, nanti aku pukul 07 pagi ke rumahmu ya. Kita harus membuat persiapan untuk berjumpa dengan Bupati, biar tidak koyol nanti di sana”. Anwar pun mengangguk sambil berlalu.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Mudahnya Mencari Makanan Halal di Thailand

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00