• Latest
Berkunjung ke Masjid Jawa dan Masjid Indonesia di Thailand - 117fd160 0ca4 4ddc afab 02c04e224303 | Catatan Perjalanan | Potret Online

Berkunjung ke Masjid Jawa dan Masjid Indonesia di Thailand

Mei 28, 2023
Berkunjung ke Masjid Jawa dan Masjid Indonesia di Thailand - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Catatan Perjalanan | Potret Online

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Berkunjung ke Masjid Jawa dan Masjid Indonesia di Thailand - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Catatan Perjalanan | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Berkunjung ke Masjid Jawa dan Masjid Indonesia di Thailand - 117fd160 0ca4 4ddc afab 02c04e224303 | Catatan Perjalanan | Potret Online

Berkunjung ke Masjid Jawa dan Masjid Indonesia di Thailand

Redaksi by Redaksi
Mei 28, 2023
in Catatan Perjalanan, Perjalanan, Traveling, Wisata
Reading Time: 869 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Bagian Ke dua

Oleh Azharsyah Ibrahim

 

Tgl 12 Desember 2019 merupakan hari pertama di Thailand yang kami isi dengan mengunjungi Masjid Jawa yang kebetulan terletak sekitar 350 meter dari lokasi kami tinggal. Kegiatan ini memang sudah masuk dalam agenda yang sudah diatur sebelumnya. Kami berangkat ke situ sekitar satu jam sebelum magrib sehingga masih sempat untuk mengabadikan berbagai momen yang kami temui dalam perjalanan.

Untuk sampai ke masjid ini, kami harus melalui jalan-jalan sempit yang hanya cukup untuk satu arah lintasan mobil, tapi sepertinya jalur ini hanya satu arah karena saya tidak pernah melihat mobil yang menuju ke arah yang berlawanan. Hanya sepeda motor yang melintas dengan pola dua arah. Jalan menuju masjid dipenuhi dengan ruko-ruko yang menjual beraneka ragam barang. Di bagian terasnya, mereka juga meletakkan meja-meja untuk menjual makanan. Semakin mendekati lokasi masjid, saya melihat pedagang makanan yang berjilbab atau dengan logo halal, atau muslim food semakin banyak. Ini menandakan bahwa masyarakat Muslim umumnya menetap di lokasi yang berdekatan dengan masjid, setidaknya di kawasan ini.

 

Setiba di masjid, kami sempat berfoto di plang logo dan tulisan masjid yang terletak di pagar masjid dekat ke pintu masuk. Di situ sudah ada beberapa jamaah yang hadir dan kami sempat ngobrol dengan mereka tentang beberapa hal, tepatnya memperkenalkan diri sebetulnya. Kami melihat sepertinya mereka sedang mempersiapkan sesuatu yang kemudian kami tahu bahwa itu adalah untuk persiapan wirid dan yasinan malam Jumat.

Kunjungan kami ke sini sebenarnya sudah diinformasikan oleh panitia, dan Pak Imam akan mengalokasikan waktu khusus untuk kami, tetapi yang kami dengar bukan malam itu. Jadi praktisnya kami datang hanya untuk melihat keadaan masjid Jawa ini sekaligus shalat magrib berjamaah.

Seorang wanita bernama Ibu Mariam menyambut kami dengan ramah. Beliau mempersilahkan kami masuk dan duduk berkumpul untuk kemudian menceritakan sejarah dan asal usul masjid Jawa. Kebetulan waktu magrib masih sekitar setengah jam lagi.

EA08D759-4F7C-4CF7-9FF0-A19261D3005A.jpg

Gambar 4. Di depan Masjid Jawa

 

Baca Juga

96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
Berkunjung ke Masjid Jawa dan Masjid Indonesia di Thailand - b6289e1a eb61 415d 94ae e0fc6df54356 | Catatan Perjalanan | Potret Online

Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong

Maret 14, 2026
Berkunjung ke Masjid Jawa dan Masjid Indonesia di Thailand - 9477a530 dcd1 4dfb 9431 9f7c91f8f78b | Catatan Perjalanan | Potret Online

Menyusun Buku Antologi Relawan Bencana Banjir dan Longsor Di Tengah Bencana Hidrometeorologi Aceh

Maret 2, 2026

Dengan bahasa Indonesia campur Melayu yang terbata-bata, Ibu Mariam menjelaskan bahwa masjid Jawa ini sudah berumur ratusan tahun yang didirikan oleh pendatang asal tanah Jawa. Mereka merupakan ahli tata taman yang diminta oleh Raja Chulalongkorn (dulu bernama Siam) untuk merancang dan membuat taman-taman kerajaan.

Ceritanya, dalam suatu kunjungan ke suatu tempat di Jawa, raja Siam tersebut melihat taman-taman yang bagus, sehingga tertarik untuk memiliki taman yang serupa, sehingga dicarikanlah para ahli yang bersedia untuk ke Siam. Oleh raja, mereka disambut dengan baik dan diberikan tempat tinggal dan upah yang layak. Inilah yang disebut sekarang sebagai kampung Jawa.

Kampung Jawa yang ada sekarang merupakan generasi ketiga dari orang Jawa yang dibawa oleh Raja Chulalongkorn ke Bangkok. Menurut sumber lain, generasi awal penduduk kampung Jawa ini merupakan pekerja paksa yang diangkut oleh Jepang pada zaman perang dunia II.

55E116FB-087F-4FD4-B122-34FAFFA97C76.jpg

Gambar 5. Ibu Mariam sedang menjelaskan sejarah Masjid Jawa

 

Ada yang menarik dari pengelolaan masjid ini. Menurut Imam masjid, Rangsan bin Kamson Muslimin, hampir semua masjid di Thailand dikelola secara mandiri karena tidak ada support dari pemerintah. Menurut sumber yang lain, pemerintah ada mengalokasikan dana untuk badan-badan sosial seperti masjid, tetapi jumlahnya sangat sedikit. Menurut Rangsan, dana masjid ini murni diperoleh sepenuhnya dari sumbangan masyarakat yang hidup di sekitar masjid atau yang punya keterikatan batin dengan masjid, misalnya orang-orang yang dulunya berasal dari situ, tetapi kemudian sudah sukses di tempat lain.

Mereka biasanya membayar zakat ke masjid ini. Tetapi penghasilan utama masjid berasal dari bazar yang diadakan beberapa kali dalam setahun. Jumlah yang didapat, menurut Rangsan, lebih dari cukup untuk membiayai operasional masjid. Menurut Rangsan, masyarakat muslim yang hidup di sekitar masjid bukanlah masyarakat miskin. Mereka bekerja di berbagai sektor, seperti pengusaha properti, bisnisman, pedagang, dan juga ada yang bekerja sebagai pegawai negeri. Untuk Thailand secara keseluruhan, Muslim ada juga yang terjun ke dunia politik dan menjadi anggota parlemen.

9D970079-E08C-4473-86A2-A0155924650C.jpg

Gambar 6. Imam Rangsan sedang menjelaskan pengelolaan Masjid Jawa

 

ADVERTISEMENT

Secara umum, masjid Jawa ini tertata dengan baik dan didukung dengan pendanaan yang memadai. Hal ini terlihat dari berbagai fasilitas yang dipunyai masjid in mulai dari AC, karpet tebal, peralatan kenduri lengkap, ruang pertemuan, belajar, dan lain sebagainya. Kebersihan masjid ini juga terjaga dengan baik termasuk toilet dan tempat wudhunya yang bersih. Hasil wawancara saya dengan Imam Rangsan terkait pengelolaan masjid dilakukan semuanya secara sukarela dan ikhlas yang berlandaskan fastabiqul khairat. Dalam suatu komunitas yang minoritas hal tersebut sangat memungkinkan terjadi. Begitulah masjid ini dikelola.

 

Hal yang lebih kurang sama terjadi di Masjid Indonesia, yang berjarak tidak begitu jauh atau sekitar 5,5 km dari Masjid Jawa. Dari sisi bentuk dan fasilitas, Masjid Indonesia terlihat lebih mewah dari Masjid Jawa. Masjid ini terdiri dari tiga tingkat yang tiap-tiap tingkatnya dilengkapi dengan karpet tebal dan AC yang sejuk dengan pintu-pintu kaca. Ketika kami mengunjungi Masjid di hari kedua kedatangan sambil melaksanakan shalat Jumat, kami disambut dengan ramah oleh seorang perempuan tua, tetapi masih sangat energik dan terlihat sangat ikhlas. Terakhir kami tahu bahwa beliau, Hajjah Hasni, merupakan pengelola dan donor tunggal masjid itu. Beliau tidak pernah menikah karena katanya tidak menemukan jodoh yang sepaham dalam agama. Daripada tidak dapat menjalankan kewajiban agamanya dengan baik, beliau memilih untuk tidak menikah. Sebelumnya beliau bekerja di suatu lembaga PBB dan ketika pensiun beliau menggunakan seluruh dana pensiunnya merehab masjid tersebut sehingga terlihat seperti bentuknya sekarang.

Selesai Jumat kami diundang ke rumahnya yang terletak persis di depan masjid untuk menikmati sajian teh khas dan beberapa makanan ringan khas Thailand. Kami juga makan siang bersama di sana yang kebetulan nasinya sudah dibeli sebelumnya oleh panitia yang mengantar-antar kami. Disinilah kami mendapati penjelasan yang panjang lebar mengenai keadaan dan asal usul masjid ini. Di tempat ini kami juga bertemu kembali dengan Imam Rangsan yang rupanya juga menjadi khatib tetap di masjid itu.

DE88EAC6-EB9F-4F0C-8857-CE220644D4CE.jpg

Gambar 7. Susana di dalam masjid Jawa yang bersih dan sejuk

 

Satu hal yang menjadi kekhawatiran saya adalah keberlanjutan dari manajemen masjid ini dan Masjid Jawa. Mereka kekurangan sumber daya yang bisa menjadi Imam, yang bisa mengajar al-Quran, yang bisa menjadi pemimpin agama tempat mereka bisa bertanya, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan panutan keagamaan. Orang-orang yang mengelola masjid ini sekarang rata-rata sudah berusia lanjut. Imam Rangsan, misalnya, sudah berusia 77 tahun, sementara Ibu Mariam sekitar 61 tahun. Hajjah Hasnah yang mengelola dan mendanai Masjid Indonesia, juga sudah berusia 77 tahun, sebaya dengan Imam Rangsan yang ternyata Ayah mereka bersahabat dengan baik, begitu juga dengan mereka. Inilah yang saya kira perlu dipikirkan bersama oleh masyarakat Muslim terutama dari negara-negara tetangga yang mayoritas seperti Indonesia dan Malaysia untuk mensupport apapun yang dibutuhkan seperti pemberian beasiswa bagi mahasiswa Thailand agar dapat dididik menjadi imam sehingga dapat menjadi pemimpin di berbagai komunitas Muslim  di Thailand.

4E7F9769-AE73-4E07-8AE2-490E3498D5F1.jpg

83841915-FE23-447E-A4A5-C547BB2B7B4E.jpg

Gambar 8. Hajjah Hasnah yang mengelola masjid Indonesia (kiri)  dan Imam Rangsan (kanan) yang mengelola Masjid Jawa sudah berusia 77 tahun

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 361x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 320x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 214x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Berkunjung ke Masjid Jawa dan Masjid Indonesia di Thailand - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Catatan Perjalanan | Potret Online
Artikel

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Next Post

Kata-Kata

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com