• Latest
Bukan Suami Idaman

Bukan Suami Idaman

April 26, 2023
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Bukan Suami Idaman

Judul Buku : Suamiku Bukan Suamiku Pengarang : Ni’matul Khoiroh Jenis Buku : Fiksi (Novelet) Penerbit : CV.Cipta Media Edukasi.Juli 2020 ISBN : 978-6232-900172 Tebal : 100 Halaman

Redaksiby Redaksi
April 26, 2023
Reading Time: 3 mins read
Bukan Suami Idaman
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh: Fatatik Maulidiyah

Hati pria sangat berbeda dengan rahim ibu, Mariam.

Rahim tak akan berdarah ataupun melar karena harus menampungmu. Hanya akulah yang kau miliki di dunia ini, dan kalau aku mati, kau tak akan punya siapa-siapa lagi. Tak akan ada siapa pun yang peduli padamu. Karena kau tidak berarti!”

Baca Juga

7fb8d49c-8ec5-4336-99da-ba4fb75fa40c

Dari Cerpen ke Layar

Maret 25, 2026
Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026
Tadarus Buku Epistemologi Moksa Para Naga di Tengah Dunia yang Kian Retak

Tadarus Buku Epistemologi Moksa Para Naga di Tengah Dunia yang Kian Retak

Maret 3, 2026

Kalimat itu seringkali diucapkan ibunya setiap kali Mariam bersikeras ingin berjumpa dengan Jalil, ayah yang tak pernah secara sah mengakuinya sebagai anak. Dan kenekatan Mariam harus dibayarnya dengan sangat mahal. Sepulang menemui Jalil secara diam-diam, Mariam menemukan ibunya tewas gantung diri.

(Novel A Thousand Splendid Suns karya Khaled Hosseini, Internationel Bestseller)

Tragis, dramatis, dan mengenaskan. Begitulah seharusnya sebuah cerita yang memang sengaja ditulis jika berniat mengisahkan sakitnya perempuan mendapati lelakinya itu begitu mengecewakannya. Sebagaimana yang saya rasakan tatkala menuntaskan membaca kisah dalam “A Thousand Splended Suns” karya Khaleh Hosseini.

Cerita dengan tema sebuah pernikahan yang gagal, suami yang mendua, datangnya orang ketiga,memang sering saya jumpai. Baik dalam bentuk film,drama , novel juga cerpen , maupun dalam dunia nyata. Karena daya tarik tentang tema tersebut tak pernah mati gaya.

Jalan ceritanya juga bermacam-macam. Entah si perempuannya yang selingkuh seperti dalam film yang dibintangi Richard Gere dan Diana Lane dalam “Unfaithful”, atau yang paling dominan adalah si laki-laki yang mendua. Termasuk Novel karya Ni’matul khoiroh ini yang berjudul *Suamiku Bukan Suamiku*.

Sesaat setelah membaca judulnya yang lumayan unik, segera terbitlah pertanyaan, “Lah suaminya siapa kalau begitu?” sehingga saya terdorong untuk membuka bagian pertama dengan POV seorang istri yang menceritakan sikap suaminya yang mulai dingin dan banyak perubahan. Seperti sudah semakin sibuk dan tidak memiliki waktu luang untuk anak terutama istrinya sebagai tokoh cerita ini yang bernama Rizkia.

Pada bagian 2 dan 3, Rizkia sebagai seorang istri yang dikhianati suaminya karena CLBK masih mengisahkan bagaimana penderitaannya itu berlangsung. Seperti menemukan pengkhianatan suaminya, hubungan yang semakin asing, dan pertanyaan-pertanyaan sang anak atas hubungan orang tuanya yang tak lagi harmonis. Sebuah adegan standar dan tidak asing seperti yang kerap saya lihat di drama-drama Indosiar.

Dalam mendeskripsikan tokoh Rizkia, agaknya penulis menitipkan profilnya pada sosok tokoh tersebut. Seperti sebagai kepala sekolah, berpengalaman dalam memenangkan lomba inovasi pembelajaran tingkat nasional, juga Kota Jember sebagai kota yang ditinggali, menyebabkan saya membayangkan sosok Rizkia adalah Ni’matul Khoiroh, penulis buku ini.

Akan tetapi, tentu saja ini bukan kisah sang penulis. Saya rasa menciptakan tokoh tidak harus bersumber dari diri sendiri, karena akan berdampak pada yang saya sampaikan tadi, membayangkan tokoh tersebut seperti penulisnya. Hal ini terjadi karena penulis tidak memilih riset, tetapi lebih memilih visualisasi dirinya.

Selanjutnya sebagaimana yang saya duga, penulis kurang sabar dan telaten untuk “Menyiksa” tokoh utama. Penulis ingin segera membahagiakannya dengan cara memunculkan tokoh laki-laki baik dan tulus datang mencintai dan menikahi Rizkia setelah dicerai suaminya. Sehingga tak ada lagi yang saya tunggu selain endingnya yang klise.

Di luar itu semua , kisah ini memiliki pesan yang mendalam tentang kehidupan pernikahan dan lika-likunya. Mendorong saya merenung mengapa hal ini kerap terjadi dalam kehidupan nyata di sekitar kita. Selalu terjadi dan terjadi lagi. Terutama sebuah pesan bagi perempuan sebagai pihak yang seringkali tersakiti.

Ni’matul Khoiroh cukup mengejutkan saya karena ia mampu menuntaskan novelnya mengingat latar belakangnya di bidang Teknologi Pendidikan. Sebuah usaha yang tak mudah dilakukan. Sebuah perjuangan yang membutuhkan kesabaran dan Ni’mah berhasil menghadirkan kisah fiksi yang terasa begitu fakta.

ADVERTISEMENT

Pada bagian 10 sebagai endingnya, saya menyukai bagaimana setting happy-nya itu dipilih. Dengan judul “Kopi Penuh Cinta” penderitaan tokoh Rizkia diakhiri dengan cara yang sangat romantik bersama Rayhan, laki-laki baik yang tulus mencintainya. Meskipun sempat bingung pada bagian 9 karena POV berubah menjadi tokoh Rayhan, cerita ini cukup menghibur saya.****

Kota Mojokerto, 25 April 2023
21.53

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
GANJAR TERBILANG PRABOWO HILANG?

GANJAR TERBILANG PRABOWO HILANG?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com