POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kenakalan Remaja dan Peran Pendidikan Keluarga

RedaksiOleh Redaksi
March 22, 2023
Mewaspadai Cyberbullying Pada Anak
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Nelliani, M.Pd

Guru SMA Negeri 3 Seulimeum,

​Sejarawan Islam, Ibnu Khaldun pernah menulis pemikirannya yang sangat menarik, “Dalam perjalanan sebuah peradaban selalu ada generasi perintis yang memiliki tekad dan kekuatan, lalu disusul generasi pembangun, kemudian disusul generasi penikmat dan disusul lagi oleh generasi penghancur, yaitu generasi yang kehilangan rasa malu dan rasa takut terhadap hukum agama dan sosial”(Jamaludin:2015). Kalimat tersebut patut menjadi renungan, apakah kita sedang berada pada generasi terakhir yang disebutkan, dengan berbagai fenomena akhir-akhir ini di mana maraknya berita kenakalan yang dilakukan remaja seperti penyalahgunaan narkoba, pembunuhan, pergaulan bebas, perundungan, tindak asusila dan sebagainya.

​Jika mau sejenak memperhatikan dunia remaja, maka kita akan tahu kenakalan remaja di era milenial kian memprihatinkan. Bahkan tidak jarang menjurus pada tindakan kriminal, merusak, meresahkan dan kerap menabrak norma, etika dan hukum. Dahulu perilaku “nakal” remaja hanya ekspresi dari fase pencarian jati diri. Suatu hal wajar yang dialami setiap anak ketika berada pada masa transisi dalam perkembangan usianya.


Kenakalan khas anak remaja, tidak menimbulkan kekhawatiran guru, orang tua apa lagi keresahan masyarakat. Tetapi kini, kita harus mengelus dada melihat tingkah mereka yang makin garang.

Sekolah sebagai tempat pembentukan karakter tidak sepi dari perilaku menyimpang remaja khususnya pelajar. Bullying, tawuran atau perilaku negatif lainnya sering kita dengar. Alih-alih berharap anak-anak ini belajar dengan baik untuk cita-citanya, persoalan tersebut malah menghambat tujuan utama mempersiapkan masa depan. Karena  tidak jarang perilaku tersebut menyeret mereka ke ranah   hukum yang  membuat harus berurusan dengan penjara.

Remaja

​Masa remaja merupakan fase peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Pada periode ini banyak  terjadi perubahan fisik maupun psikis. Ciri khas remaja memiliki emosi cenderung labil dan mood berubah.  Hal tersebut membuat orang tua atau guru terkadang sulit memahami  cara berpikir mereka.

Para ahli mengatakan masa remaja berada antara usia 12 sampai 21 tahun. Para ahli membaginya dalam tiga kelompokyaitu, masa remaja awal 12-15 tahun, remaja pertengahanpada usia 15-18 tahun dan remaja akhir di rentang 18-21 tahun.

Remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap hal-hal baru. Hal itu membuat mereka berani mencoba tanpa  mempertimbangkan risikonya. Terkadang didasari keinginan mendapat pengakuan dari kelompok sebaya,  menjadi penyebab mereka mudah terjerumus pada tindak kenakalan.

📚 Artikel Terkait

Wujudkan TNI Mitra Masyarakat, Dandim 0113 Gayo Lues Gelar Silahturrahmi dengan APDESI

Puisi-Puisi Al-Azim Effendi

Kolaborasi dan Kerjasama antara Pemerintah Pusat dan Daerah di Pulau Lombok, NTB

TABIR RAMADHAN

Menyalahkan sepenuhnya anak-anak ini tidaklah bijak. Jika ditilik ke belakang, apa yang menyebabkan remaja bersikap demikian sangatlah banyak. Dari faktor diri sendiri, lingkungan, pengaruh teman, orang tua, dan sebagainya. Umumnya, ahli sepakat penyebab utama maraknya kenakalan remaja berawal dari keluarga.

​Sebagai pengajar, penulis punya pengalaman menangani anak bermasalah di sekolah kami. Kasusnya beragam, mulai dari yang ringan sampai berat. Bisa jadi, pengalaman serupa pernah dialami guru-guru lain dan menjadi tantangan sendiri bagi seorang pendidik.

​Sebagaimana dikemukakan pakar psikologi, keluarga bermasalah berpotensi menjadikan perilaku anak-anaknya cenderung bermasalah. Penulis mengambil contoh kasus siswa terjerat narkoba. Pihak sekolah melakukan penyelidikan sederhana untuk mengetahui latar belakang anak terjerumus narkoba. Dari hasil penyelidikan diketahui, terdapat anggota keluarga dari anak ini terlibat narkoba. Dan lebih mencengangkan, orang tua yang diharapkan sebagai figur ideal juga menjadi pengguna barang haram tersebut. Meskipun tidak dimungkiri, bisa jadi dalam kasus ini ada anak terjerumus narkoba karena factor lain di luar kendali keluarganya.

​Demikian juga siswa yang memiliki catatan buruk dengan kehadiran, hoby berkelahi, sering bolos, membantah guru atau lainnya. Setelah menggali pengalaman anak, komunikasi dengan orang tua serta dukungan fakta-fakta lain bisa dikatakan siswa berlaku demikian karena mereka berada dalam lingkungan keluarga yang kurang harmonis. Penyebabnya beragam, perceraian orang tua, persoalan ekonomi, minimnya kasih sayang dan perhatian serta komunikasi yang buruk antara anak dengan orang tua.

​Laning, dalam buku Kenakalan Remaja dan Penanggulangannya (2018) mengungkapkan, keluarga memainkan peranan penting dalam pembentukan perilaku anak terutama remaja. Keluarga mampu menjadi penyebab munculnya kenakalan remaja. Menurut Laning, terdapat beberapa faktor dari keluarga yang membuat anak berperilaku menyimpang seperti keluarga broken, keluarga bisu serta pola pengasuhan.

​Keluarga broken merupakan keadaan suatu keluarga yang tidak harmonis. Misalnya keluarga yang berantakan karena perceraian, ditinggal pergi ayah atau ibu,perselingkuhan atau sering menyaksikan pertengkaran di rumah. Biasanya anak yang hidup dalam keluarga seperti ini cenderung berperilaku menyimpang, emosional, senang berbuat onar atau menjadi pelaku bullying. ​

​Keluarga bisu sebagai pemicu kenakalan pada anak. Keluarga bisu merupakan istilah yang menggambarkan kurangnya komunikasi bahkan hampir tidak ada komunikasi antar anggota keluarga. Kondisi demikian disebabkan rasa benci, marah atau tidak suka. Minimnya komunikasi juga disebabkan kesibukan orang tua. Meskipun tercukupi secara materi, namun anak-anak ini merasa ditelantarkan dan kesepian.

​Setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Tanpa sadar mereka juga melakukan kesalahan dengan menerapkan pola asuh yang salah. Meskipun pada awalnya bertujuan baik, namun tidak semua anak mampu menjalani dan menerima. Pola asuh otoriter dan cenderung kaku mempengaruhi karakter anak. Anak menganggap kekerasan merupakan hal yang normal jika orang tua terbiasa menggunakan kekerasan sebagai hukuman. Akibatnya anak mudah berperilaku agresif karena tidak mampu mengelola emosi.

​Sebaliknya, gaya pengasuhan orang tua yang permisif juga berdampak buruk terhadap perilaku anak. Anak tidak terbiasa dengan bimbingan, arahan maupun pengawasan dari orang tua. Akibatnya rentan melakukan pelanggaran karena tidak memiliki pengendalian diri yang baik.

​Tidak diragukan lagi, keluarga merupakan kunci maju mundurnya sebuah generasi. Generasi cerdas berkarakter adalah karya dari peran pendidikan keluarga. Keluarga tempat anak tumbuh dan berkembang serta sebagai madrasah pertama baginya belajar nilai-nilai kehidupan. Merupakan kewajiban orang tua menghadirkan suasana rumah yang mendukung, mampu menjadi panutan dan tidak boleh dilupakan adalah kepedulian orang tua menanamkan nilai-nilai agama sebagai pondasi awal membentuk anak berperilaku mulia.

​

​

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Dinamika Sejarah dan Perkembangan Sepeda

Dinamika Sejarah dan Perkembangan Sepeda

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00