• Latest
Sepeda

Sepeda

Februari 23, 2023
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Sepeda

Tulisan dalam rangka Lomba Menulis Essai Majalah POTRET yang diselenggarakan oleh CCDE, POTRET Gallery, Majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas dengan dukungan Toko Serikat Bike dan Jasaroda. Tulisan ditayangkan Apa adanya dari penulis, tanpa diedit oleh pihak penyelenggara. Silakan baca dan berikan komentar terhadap tulisan dan berikan like.

Redaksiby Redaksi
Februari 23, 2023
Reading Time: 4 mins read
Sepeda
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh  Mukramati

Mahasiswa Universitas Al Muslim, Bireun, Aceh

Sepeda telah menawarkan berbagai kebaikan bagi manusia maupun lingkungan. Menjadi pilihan gaya hidup sehat, bebas polusi, sarana olahraga, ramah lingkungan, dan masih banyak manfaat baik lainnya yang diperoleh dengan mengaplikasikan sepeda sebagai alat transportasi. Banyak negara-negara maju yang sudah menerapkan sepeda sebagai alat transpotasi utama mereka seperti Kanada, Belanda, inggris, Jepang dan masih banyak lagi . Menariknya, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan 3 Juni sebagai peringatan hari sepeda Dunia. Hal tersebut merupakan pesan simbolik untuk mendorong konsumsi dan partisipasi manusia menghasilkan kesadaran dan sinergi untuk menjadikan sepeda sebagai transportasi berkelanjutan yang berdampak baik bagi kelestarian lingkungan. Dengan alasan yang sama, Indonesia turut serta dalam mengatur dan menggalakkan penggunaan transportasi sepeda. Bahkan penggunaan sepeda di Indonesia melambung tinggi sejak masa pandemi Covid- 19 hingga saat ini. Disisi yang berbeda, sepeda juga mempunyai keterkaitan yang erat dengan pendidikan. Bagaimana tidak, karena sepeda merupakan alat transportasi yang ideal untuk anak- anak mulai dari bangku SD hingga SMP pada umumnya. Tidak memerlukan bahan bakar, sehingga lebih hemat biaya dan pastinya tidak memerlukan surat izin khusus mengemudi.

Ingin mengantongi berbagai manfaat dari penggunaan sepeda tersebut, Aceh sebagai provinsi paling barat Indonesia turut mengadopsi penggunaa sepeda dalam kehidupan sehari- hari. Di Aceh, penggunaan sepeda didominasi oleh anak-anak dan beberapa penggemar sepeda. Sebagai orang Aceh saya juga turut dalam menggunakan sepeda. Tapi itu dulu saat saya masih sekolah, kini saya sudah tidak konsisten lagi dalam menggunakannya. Bukan karena tidak ingin meminimalisisr polusi dan menjaga kelestarian lingkungan . Akan tetapi kendaraan roda dua berpedal itu dirasa sudah kurang efektif digunakan oleh seorang mahasiswa lemah seperti saya, yang memiliki jarak tempuh cukup jauh menuju ke Kampus tempat saya menimba ilmu. Tungkai saya belum cukup perkasa untuk menggowes pedal sepeda dengan jarak berkilo-kilo meter setiap hari. Walau demikian, saya juga masih menggunakannya sesekali untuk menyusutkan beberapa gram lemak di perut saya.

Sepeda telah menjadi kebutuhan yang cukup berharga bagi mayoritas anak-anak sebagai akses mobilitas mereka menuju sekolah. Setiap hari mereka akan menggowes sepeda agar bisa sampai ke sekolah masing-masing. Namun, pada kenyataannya harga seonggok sepeda tidaklah murah bagi mereka yang kurang mampu. Orang tua tentunya ingin membantu kebutuhan sang anak, namun kebutuhan rumah tangga tentunya lebih memaksa. Disamping itu kendala lain muncul bagi anak-anak kurang mampu yang tinggal di daerah-daerah pedalaman yang jauh jaraknya dengan sekolah mereka, Lantas anak-anak itu harus berjuang lebih keras untuk bisa sampai kesekolah hingga rela berjalan kaki dengan sangat jauh. Tidak sedikit dari mereka yang memilih menyerah dan putus sekolah. Anak-anak itu pada dasarnya punya semangat yang tinggi untuk belajar, mereka ingin tetap bisa sekolah. Anak-anak hebat seperti mereka perlu mendapatkan perhatian khusus, mereka butuh uluran tangan serta kepeduliaan orang-orang baik yang bisa memudahkan kebutuhan akses transportasi mereka kesekolah.

Hal itu mengingatkan saya pada salah satu program sepeda yang terkenal dan sempat viral di Indonesa. Tak lain adalah pemberian hadiah sepeda oleh pak Presiden Joko Widodo kepada para pelajar kurang mampu dan masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah di Indonesia. Banyak masyarakat yang mendukung, bahagia dan merasa tertolong dengan program luhur beliau. Sama halnya dengan program bagi-bagi sepeda oleh Pak Jokowi, Center For Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh ,Majalah POTRET dan majalah anak cerdas juga telah menggagas program 1000 sepeda untuk anak-anak kurang mampu dan yatim piatu. Program tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap anak-anak kurang mampu, dan yatim piatu di Aceh yang memiliki keterbatasan alat transportasi menuju kesekolah. Pusat pengembangan masyarakat dan pendidikan tersebut telah membangun sebuah komitmen dan hingga kini tetap konsisten mendonasikan 1000 sepeda untuk anak yatim piatu dan kurang mampu di seluruh Aceh. Terwujudnya program ini didukung dan diapresiasi oleh para donator yang berbaik hati menyumbangkan sebagian rezekinya karena peduli terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak di Aceh. Direktur CCDE bapak Tabrani Yunis mengungkapkan bahwa uluran donasi yang di peroleh datang dari mana-mana saja, pribadi, Komunitas hingga luar negeri yaitu dari warga Denmark. Tidak hanya sepeda, CCDE juga mendistribusikan sejumlah kursi roda untuk menyandang disabilitas dan menyediakan perlengkapan alat tulis belajar bagi siswa miskin di seluruh Aceh. Sebuah program kemanusiaan yang patut di apresiasi dan patut di contoh untuk setiap kalangan.

Menjaga lingkungan serta menjaga kesehatan tubuh merupakan sebuah kewajiban kita sebagai manusia. Salah satu yang bisa dilakukan untuk mewujudkan kepedulian itu adalah dengan bersepeda. Disamping itu pendidikan adalah hal yang tak kalah penting dari lingkungan dan kesehatan. Kerena tanpa pendidikan bagaimana bisa seseorang mengerti apalagi peduli terhadap lingkungan. Pendidikan berperan penting dalam membentuk moral dan sikap bertanggung jawab seseorang terhadap lingkungan. Di samping negara ini membutuhkan bangsa yang cerdas untuk mewujudkan kemajuan. Untuk bisa menciptakan pendidikan yang baik bagi setiap individu dibutuhkan sebuah solusi dan sinergi untuk mempermudah berbagai keperluan dalam meraih kebutuhan akan pendidikan tersebut. Diantaranya dengan membantu menyediakan kebutuhan akan akses transportasi bagi mereka yang membutuhkan. Transportasi yang hemat biaya dan efisien pastinya sehingga tidak muncul problema baru. Lagi-lagi sepeda menjadi jawaban yang tepat tentunya. Melalui gerakan 1000 sepeda oleh CCDE problema kesulitan akses tranportasi Di Aceh mulai teratasi. Anak-anak bisa tersenyum gembira karena tak perlu susah payah menempuh perjalanan menuju sekolah. Mereka bisa lebih semangat dalam belajar, menjadi anak-anak yang cerdas dan bisa menggapai cita-cita mereka serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa

Biodata Penulis

Nama : Mukramati

Tempat Tanggal Lahir : Pente Ranup, 15 Mei 2000

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Alamat Rumah : Lueng Daneun, kecamatan Jangka, Kabupeten Bireuen Profesi saat ini : Mahasiswa Universitas Al Muslim Bireuen

Email : mukramati997@gmail.com

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 369x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 336x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 277x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 275x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
PENYAIR DI RUANG TUNGGU ITU PUN BERPULANG

PENYAIR DI RUANG TUNGGU ITU PUN BERPULANG

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com