• Latest

Obituari: Honorius Rachmantio “Mujaddid Pendidikan Teknik (1)

Januari 17, 2023
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Obituari: Honorius Rachmantio “Mujaddid Pendidikan Teknik (1) - 1001348646_11zon | Kenangan | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Obituari: Honorius Rachmantio “Mujaddid Pendidikan Teknik (1) - 1001353319_11zon | Kenangan | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Obituari: Honorius Rachmantio “Mujaddid Pendidikan Teknik (1) - 1001361361_11zon | Kenangan | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Obituari: Honorius Rachmantio “Mujaddid Pendidikan Teknik (1)

Redaksi by Redaksi
Januari 17, 2023
in Kenangan, Obituari, Orbituari, Pendidikan
Reading Time: 2 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Ahmad Rizali-

Berdomisili di Depok

Sebulan yang lalu pak Rahman, demikian kami murid muridnya memanggil beliau, menelponku”misscall” dan aku telpon balik. Beliau ngobrol panjang lebar dan kesanku kangen kepada murid muridnya. Aku termasuk murid beliau yang paling dekat dan tersesat paling jauh dalam bidang keilmuan. Sekalipun demikian pernah menjadi asisten dalam mata kuliah “Corrossion Engineering” saat dosen tetap di Fakultas Teknik UI masih sekolah ke LN.

Baca Juga
  • Standar Pendidikan Indonesia (SPI) Masa Depan
  • Badut Kecil di Sudut Kota,Sebuah Potret Kehidupan Anak yang Terabaikan

Pak Rachman ini seorang pembaharu. Departemen Metalurgi (d/h Jurusan Metalurgi) dan Departmen Teknik Kimia (d/h Prodi Gas dan Petrokimia) di UI beliau dan kawan-kawan yang mendirikan. Uniknya, beliau bukan PNS yang sempat memegang pimpinan kedua Jurusan itu sampai menjelang mapan.

Dosen yang baik hati dan ganteng ini lahir di Cerebon dan meneruskan studinya sampai menjadi Doktor Engineer (Dr. Ing.) di Aachen Jerman, sejaman dan menjadi sohib alm. Habibie. Aku tidak menonton film “Habibie & Ainun” tetapi yakin, jika ada setting adegan di Jerman, beliau pasti muncul karena kedekatannya.

Baca Juga
  • KANTIN KEJUJURAN VERSUS PRINSIP 3-2-1
  • Cemburu Membunuh Perempuan

Ketika Jurusan Metalurgi mulai mapan, di awal Tahun 1980, pak Rachman dan kawan-kawan dengan dukungan PT.Pertamina mendirikan prodi Gas & Petrokimia yang menempel di Jurusan Metalurgi Fakultas Teknik UI.

Gagasan mendirikan Prodi ini adalah karena hasil minyak mentah Indonesia menyusut, sehingga tak lama lagi akan menjadi “net importer” sementara gas alam Indonesia sedang melimpah dan di Arun Aceh dan Bontang Kaltim sedang tumbuh kilang LNG yang sangat besar.

Baca Juga
  • Sepucuk Surat untuk Mas Menteri
  • Kacabdindik Aceh Timur Bersama Gudep SMAN 1 Ranto Peureulak Tanam Pohon

Prodi Gas dan Petrokimia mendidik Insinyur yang mampu mengurusi Gas Alam menjadi produk LNG (dieksport ke Jepang) dan Produk Petrokimia. UI bekerja sama dengan Institut of Gas Technology (IGT) Chicago US mengembangkan pendidikan Insinyurnya. Aku yang sudah 4 semester di Jurusan Metalurgi mendaftar ulang ke Prodi ini dan diterima sebagai mahasiswa angkatan pertama. Pak Rachman memimpin Prodi ini.

Sebagai mujaddid, beliau nampaknya belum puas dengan mendirikan 2 jurusan yang berbeda di UI, pada awal 1990an kembali membuat “ulah” dengan mendirikan program “Research Grant”. Kembali dengan reasoning bahwa gas alam melimpah, namun banyak CO2nya dan minyak menyusut, perlu dibentuk sebuah institusi riset yang akan mengurusi Hidrokarbon dan CO2 tersebut menjadi produk Petrokimia.

Pak Rachman memang manusia yang tidak selalu hanya sampai di gagasan, namun selalu berupaya mewujudkannya dengan sekuat tenaga. Tidak sedikit dana pribadi beliau terpakai untuk mewujudkan gagasan besar itu. Ada yang diganti dan tidak sedikit pula yang tidak. Aku seringkali hanya bersikap “samikna wa atokna (aku mendengar dan aku jalankan)” gagasan beliau.

Dengan dana di awal 1990 itu sebesar 1,5 Juta USD plus Rp. 1,5 Milyar, Research Grant berjalan selama 5 Tahun. Hasil nyata adalah sejumlah doktor lulusan dari Oxford dan Wina, master di sejumlah Universitas DN dan LN serta laboratorium yang canggih di Jurusan Teknik Kimia yang menghasilkan puluhan karya ilmiah bereputasi Internasional dari para dosen peneliti alumni PT LN. Aku termasuk diantaranya.

(Bersambung)

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Obituari: Honorius Rachmantio “Mujaddid Pendidikan Teknik (1) - 05CF49A6 D0B0 4430 90B6 7CE2D48CE8AE | Kenangan | Potret Online

Pulang Yang Sama

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com